Pemkot Bandung Siap Bagikan 2.000 Anak Ayam

POJOKBANDUNG.com, BANDUNG – Pemerintah Kota (Pemkot) Bandung segera merealisasikan program pembagian anak ayam untuk siswa SD dan SMP. Meskipun banyak menuai pro dan kontra, program yang digagas Walikota Bandung, Oded M Danial itu akan terus berjalan.


Bahkan, orang nomor satu di kota kembang itu mengaku mendapat dukungan dari Menteri PAN-RB, Tjahjo Kumolo saat bertemu di Batam beberapa waktu lalu.

“Di Batam, saya bertemu pak Tjahjo. Beliau mengatakan, program DOC (Day Old Chicken) bagus. Bukan semata-mata untuk memberikan ekstrakuliker anak-anak, tetapi terbentuknya sebuah pendidikan karakter. Luar biasa saya ketika mendapat dukungan dari beliau, semakin semangat,” jelas Oded saat ditemui di SMP Negeri 2, Kota Bandung, Jumat (14/11).

Oded menambahkan, Pemkot Bandung sudah siap memenuhi kebutuhan anak ayam bagi siswa SD dan SMP. Bahkan Dinas Pangan dan Pertanian (Dispangtan) Kota Bandung juga sudah mempersiapkan kebutuhan jumlah anak ayam.

“Sudah ada anak ayam, sekitar 250 ekor. Dispangtan juga sedang mempersiapkan. Saya juga minta kepada Disdik agar dimasukkan kedalam kurikulum, jadi tidak semata mata langsung dikasih, melainkan diedukasi bagaimana cara memelihara ayam,” paparnya.

“Kami berharap dengan program tersebut edukasi pendidikan karakter dan jiwa entrepreneur bisa tertanam sejak dini,” sambungnya.

Program memelihara anak ayam ini, menurut Oded berhubungan dengan program Kang PisMan (pisahkan dan manfaatkan). Korelasinya, jika nanti anak- anak diberi ayam sepasang, minimal membantu program Kang Pisman semisal sisa-sisa makanan di dapur dimanfaatkan jadi makanan ayam.

Sementara itu, Kepala Dispangtan Kota Bandung Gingin Ginanjar menuturkan, pihaknya memang telah menyiapkan terutama dari sisi teknis.
Selain itu, program ini akan menjadi mata pelajaran bagi siswa SD mau pun SMP.

“Disdik juga punya program yang sudah melekat khususnya dalam program Bandung Masagi,” ujar Gingin.

Teknisnya, lanjut dia, setiap siswa diberi satu ekor anak ayam. Sedangkan untuk siswinya akan diberi bibit cabe merah dan cabe rawit. Sistem pembelajaran disekolah, setiap siswa membuat kelompok belajar untuk mengamati ayam. Satu kelompok terdiri lima orang.

“Jadi ada yang bertugas mengamati ayam, membuat laporan, membuat kandang yang efektif dan sebagainya. Nanti akan ditentukan dari lima orang itu mana yang memiliki perawatan yang baik dan benar,” paparnya.

Untuk tahap pertama, Dispangtan menyediakan 1.000-2.000 ekor anak ayam. Namun demikian Gingin menyampaikan karena faktor cuaca sehingga tidak mendukung dan kondisi ayam saat ini pun menurun.

“Kami akan mencari dari berbagai suplayer, nanti yang akan melaksanakan sebetulnya bukan Dispangtan tapi komunitas. Kami hanya suport teknis bagaimana merawat ayam dan bagaimana budidayanya,” jelas Gingin.

Ia melanjutkan, program tersebut tidak memiliki anggaran khusus. Untuk itu, Pemkot Bandung telah menggandeng sejumlah komunitas yang siap berperan dalam program bagi-bagi anak ayam tersebut.

“Rencananya wilayah pertama yang akan dibagikan yakni sejumlah sekolah di Kecamatan Gedebage dan Kecamatan Cibiru. Kita akan melihat bagaimana perkembangan, mudah-mudahan bisa berhasil,” tandasnya.

(mur)

Loading...

loading...

Feeds

Larang Warga Mudik, Kapolri Minta Maaf

POJOKBANDUNG.com – Kapolri Jenderal Pol Listyo Sigit Prabowo meminta masyarakat dapat memahami kebijakan pemerintah melarang adanya mudik pada periode libur …