Radikalisme Muncul karena Pemahaman Dangkal

ILUSTRASI : Salah satu faktor yang membuat radikalisme menyebar adalah tingkat literasi yang rendah. (dok. Jawa Pos)

ILUSTRASI : Salah satu faktor yang membuat radikalisme menyebar adalah tingkat literasi yang rendah. (dok. Jawa Pos)

POJOKBANDUNG.com,SOREANG – Peningkatan monitoring media sosial merupakan salah satu upaya penanggulangan radikalisme melalui internet oleh Dinas Komunikasi Informatika (Diskominfo) Kabupaten Bandung, Kamis (14/11).


 

Sekretaris Umum Diskominfo Kabupaten Bandung, Cecep Hendrawan, mengatakan bahwa terdapat tiga bidang utama di Diskominfo yang secara teknis memonitoring kegiatan media sosial maupun website yaitu APTIKA, TIK dan KIP.

 

“Kita baca semua dan kita amankan beberapa sistem dengan cara Security System,” ucap Hendrawan saat ditemui di ruang kerjanya di Diskominfo Kabupaten Bandung.

 

Pada dasarnya, Diskominfo Kabupaten Bandung memiliki kewenangan untuk memonitoring sistem lokal saja yaitu sistem penyelenggaraan pemerintah, seperti sistem kependudukan, sistem informasi manajemen puskesmas dan sistem keuangan. Sedangkan untuk kewenangan terkait radikalisme, mereka bersifat perrpanjangan tangan dari Badan Siber dan Sandi Negara (BSSN).

 

“BSSN akan menginformasikan kepada kita jika ada hal-hal yang mencurigakan, kemudian kita yang akan on the spot ke lapangan,” jelas Hendrawan.

 

Diskominfo dapat membantu pada kegiatan sosialisasi terkait informasi yang disampaikan oleh BSSN kepada masyarakat. Sosialisasi tersebut dilakukan melalui radio, majalah dan pertunjukan rakyat.

 

Di sisi lain, ia berharap kepada masyarakat untuk menggunakan media sosial dengan baik dan sehat, yaitu masih dalam koridor yang sudah ditentukan oleh Kominfo, dan diharapkan dapat bijak dalam menyampaikan kata-kata dan informasi di internet, karena pada dasarnya radikalisme muncul karena pemahaman dari pengguna internet yang dangkal.

 

“Mereka memiiliki pemahaman yang dangkal sehingga  memacu emosi dia untuk berbuat radikal,” ungkap Hendrawan.

 

Sementara itu ditemui di lokasi yang berbeda, Kasat Lantas Polres Bandung, AKP Hasby, menjelaskan bahwa setelah adanya kejadian bom di Medan, Polres bandung meningkatkan SOP yang sudah ada, seperti masuk ke kantor Kepolisian harus membuka jaket dan tasnya, Polres Bandung juga melakukan razia di setiap Polsek terhadap kendaraan yang dicurigai.

 

“Kita melaksanakan tugas keplisian seperti bisaanya tetapi lebih ditingkatkan kembali,” pungkas Hasby.

(cr1)

Loading...

loading...

Feeds