Sungai di Subang Mulai Alami Kerusakan

PENDANGKALAN : Sebagian besar sungai di kabupaten Subang alami pendangkalan, salah satunya Sungai Cileuleuy yang  melintas ke pusat Kota Subang (FOTO:M. ANWAR/RADAR BANDUNG)

PENDANGKALAN : Sebagian besar sungai di kabupaten Subang alami pendangkalan, salah satunya Sungai Cileuleuy yang melintas ke pusat Kota Subang (FOTO:M. ANWAR/RADAR BANDUNG)

pojoksatu.com,SUBANG – Dampak kerusakan alam yang diakibatkan penambangan pasir dan limbah industri mulai terasa. Sejumlah pihak mulai mengkhawatirkan dampak buruu tersebut  karena dianggap telah megusik kontur alami sungai.


Komite Peduli Lingkungan Hidup Indonesia ( KPLHI) Nanie Nuraeni,  menyebut ada dua penyebab terjadinya banjir di Kabupaten Subang.

“Curah hujan tinggi dan pendangkalan sungai sungai menjadi akibat banjir yang kerap melanda wilayah Subang, terutama Subang Pantura,” ujar  Nanie, Minggu (10 /11/2019)

Terkait hal ini, pihaknya meminta agar pihak Pemkab untuk berkoordinasi dengan Pemprov Jabar untuk menormalisasi sungai sungai yang mengalami pendangkalan dan penyempitan.

“Sungai menjadi kewenangan provinsi, hal ini tentunya harus segera bisa diatasi secepatnya karena ini akan menjadi permasalahan tahunan kalau tidak diatasi. Apa lagi saat ini wilayah ini sudah mulai diguyur hujan,” kata dia

Nanie mengatakan di Subang terdapat tiga DAS, yaitu. Cipunagara jumlah sungai 74 pajang 426,78 km, Ciasem meliputi 61 sungai, panjang 301,90 km, dan Cilamaya 23 aliran sungai.

“Kondisi ke tiga subgai ini sudah sangat mengkhawatirkan. Apabila dilihat dari pencemaran, Cilamaya merupakan sungai paling parah pencemarannya oleh limbah industri,” ujar Nanie

Penyebab lainnya, selain limbah industri, pencemaran sungai juga dihasilkan oleh adanya limbah rumah tangga. Ini terjadi karena masih ada sebagian .masyarakat yang menganggap membuang limbah ke sungai lebih praktis dari pada tempat lain

“Jadi, sumber pencemaran tidak hanya dari industri, tapi juga limbah rumah tangga yang dibuang ke sungai oleh masyarakat,” katanya.

Lebih lanjut Nanie menuturkan, alih fungsi lahan juga sangat berpengaruh, karena dulu sawah menjadi serapan air kini berubah menjadi perumahan.

“Area persawahan yang kini menjadi lahan perumahan. Kita akan analisa lahan yang alih fungsi menjadi perumahan, untuk merencanakan pembangunan embung sebagai penampung air hujan,”  jelasnya

Selain itu, alih fungsi lahan yang terjadi area perkebunan PTPN Vlll Ciatar. Dampaknya, selain debit air mengalami penyusutan, kawasan itu menjadi rawan terjadinya serosi dan longsoran.

“Peristiwa banjir bandang tahun 2010, yang meluluh lantahakan pemukiman warga kampung Cikondang, Ciater, harus menjadi catatan semua pihak. Salah satu penyebabnya diduga akibat rusaknya ekosistem diwilayah pegunungan Subang selatan,” ungkapnya

Dia juga berharap agar pemerintah daerah serius melakukan upaya pemulihan kawasan hutan lindung ini.

“Hal hal seperti itu jika tidak ada kesadaran untuk diantisipasi sejak sekarang, nanti dampaknya akan semakin parah dan menjadi warisan bencana bagi anak cucu kita kelak,” pungkasnya.

(anr)

Loading...

loading...

Feeds

PPB

PPB Perkuat Peran Jurnalis dan Perangi Hoaks

POJOKBANDUNG.com, BANDUNG – Menghadapi bonus demografi di Indonesia pada tahun 2045  mendatang, Pemuda Peduli Bangsa (PPB) mengantisipasi hambatan yang akan …
Pemkot

BSM Plus Permudah Informasi Geografis

POJOKBANDUNG.com,BANDUNG – Pemerintah Kota (Pemkot) Bandung menyosialisasikan aplikasi sistem informasi geografis berbasis situs daring bernama Bandung Smart Map Plus (BSM+). …
PNS

Oknum PNS Subang Main Narkoba Berjenis Sabu

POJOKBANDUNG.com, SUBANG – Petugas Kepolisian Polres Subang menangkap seorang oknum Pegawai Negeri Sipil (PNS) di jajaran Pemkab Subang ditangkap karena …
Persib

Lawan Badak Lampung dengan Skuad Lengkap

POJOKBANDUNG.com, BANDUNG – Persib Bandung tinggal menyisakan dua laga di Liga 1 2019. Terdekat, Maung Bandung akan menghadapi Perseru Badak …
PRESIDEN

Demokrat Tolak Penambahan Masa Jabatan Presiden

POJOKBANDUNG.com, Wacana penambahan masa jabatan presiden terus mengemuka, kendati Presiden Joko Widodo (Jokowi) menegaskan tidak setuju dengan penambahan jabatan kepala …
cipali

Tol Cipali KM 40-86 Rawan Kecelakaan

POJOKBANDUNG.com,BANDUNG – Direktorat Lalu Lintas (Ditlantas) Polda Jawa Barat mengimbau masyarakat yang akan menggunakan Tol Cipali untuk mewaspadai kecelakaan. Kecelakaan …