Sri : Jalani dengan Ikhlas Bersama JKN-KIS

 Sri Salamah

Sri Salamah

POJOKBANDUNG.com, PAMEUNGPEUK – Sri Salamah (25) merupakan warga Kampung Leuwidulang Kecamatan Pameungpeuk Kabupaten Bandung. Ibu satu orang anak ini merupakan peserta JKN-KIS segmen PBI (Penerima Bantuan Iuran). Wanita yang kesehariannya hanya mengurus pekerjaan rumah dan mengurus anak ini hanya mengandalkan dari penghasilan suaminya yang bekerja sebagai tukan las panggilan.


Kala ditemui wartawan, ia sedang asyik menemani sang anak bermain di halaman. Sambil menunggu suami pulang dari pekerjaannya, ia tak segan membagikan pengelamannya seputar Program JKN-KIS dan pentingnya memiliki jaminan kesehatan.

“Sebelumnya saat saya mengetahui ada program jaminan kesehatan ini, kita memang ingin menjadi peserta. Karena itu kan penting untuk jaga-jaga kalau kita sakit kan. Tapi awalnya saya ragu, karena saya hanya mengandalkan dari upah yang diterima oleh suami yang kerjaannya hanya sebagai tukang las panggilan yang penghasilannya tidak menentu,” kata Sri pada Senin (11/11).

Setelah mencari tahu mengenai penyelenggaraan Program JKN-KIS oleh BPJS Kesehatan ini, akhirnya Sri beserta keluarga memberanikan diri mendaftarkan menjadi peserta JKN-KIS segmen PBI-APBN yang iurannya dibayarkan oleh pemerintah pusat. Dirinya mengaku merasa kesulitan jika mendaftar menjadi peserta mandiri, karena penghasilan suaminya tidak menentu yang hanya cukup untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari.

“Kalau jadi peserta mandiri memang kita ga sanggup, karena penghasilan suami saya sehari hanya 50 ribu dari jasa panggilan las, kalau lagi sepi juga 25 ribu saja. Maka dari itu saya mengajukan permohonan untuk mendaftar menjadi peserta segmen PBI,” ujar Sri.

Terlepas dari segemntasi kepesertaan, Sri merasa bersyukur telah menjadi peserta JKN-KIS. Selama ia menjadi bagian dari Program JKN-KIS, ia mengaku sudah beberapa kali merasakan manfaat yang diberikan oleh program tersebut. Menurutnya, Program JKN-KIS sangat membantu masyarakat kecil sepertinya yang membutuhkan pelayanan kesehatan dan memiliki keterbaasan biaya.

“Sudah 2 kali saya mengalami sakit berat sampai di rawat inap di rumah sakit, pertama waktu sakit typus dan sekali lagi pada saat sakit lambung. Meskipun banyak orang yang bilang pakai JKN-KIS mah ribet, ngantri, suka dijudesin sama perawatnya, tapi selama saya berobat dan mendapatkan pelayanan rawat inap, saya tidak pernah merasa begitu. Alhamdulillah pelayanannya bagus, perawatnya baik-baik, ketika dirawat inap juga tidak pernah merasa dibedakan,” cerita Ibu satu anak ini.

Di akhir pertemuannya, Sri menuturkan bahwa semua persepsi yang ditujukan kepada penyelenggaraan Program JKn-KIS adalah tenang mindset, bagaimana masyarakat menganggap Program JKN-KIS. Jika masyarakat menganggap bahwa penyelenggaraan Program JKN-KIS baik, maka semua yang didapatkan akan baik. Selain itu, tutur Sri, masyarakat tidak perlu khawatir dengan seluruh proses pelayanan kesehatan di seluruh fasilitas kesehatan, semua akan terasa mudah dan biaya pengobatan sudah di jamin oleh BPJS Kesehatan jika sudah menjadi peserta JKN-KIS.

“Selama kita pakai JKN-KIS, tidak perlu khawatir lagi, tidak usah takut dengan isu-isu negatifnya, lakukan saja sesuai prosedur maka hasilnyapun tidak akan kecewa, dan alhamdulillahnya semua biaya gratis,” ucap Sri tentang pengalamannya.

Loading...

loading...

Feeds

46 Warga Kampung Jati Dievakuasi

POJOKBANDUNG.com, SUKABUMI – Aktivitas bencana pergerakan tanah yang memprakporandakan tiga perkampungan penduduk di wilayah Desa Mekarsari, Kecamatan Nyalindung, kian meluas …

Bakti Sosial Dosen untuk Masyarakat

POJOKBANDUNG.com, CIMAHI – Sepuluh dosen Program Studi Pendidikan Guru (PG) PAUD IKIP Siliwangi Bandung melaksanakan kegiatan Pengabdian Pada Masyarakat (PPM) …