60 Satgas Akan Tindak Perokok Nakal

ACARA : Suasana acara Ngawangkong Bari Ngopi untuk mendiskusikan Kawasan Tanpa Rokok di pelataran Taman Uncal, Kompleks Perkantoran Pemkab Bandung, Soreang, Jumat (8/11/2019).

ACARA : Suasana acara Ngawangkong Bari Ngopi untuk mendiskusikan Kawasan Tanpa Rokok di pelataran Taman Uncal, Kompleks Perkantoran Pemkab Bandung, Soreang, Jumat (8/11/2019).

pojoksatu.com,SOREANG – Pemerintah Kabupaten Bandung telah membentuk Satuan Petugas (Satgas) Penegak Kawasan Tanpa Rokok (KTR), yang akan memberikan sanksi tegas bagi masyarakat  yang merokok sembarangan di Wilayah Kabupaten Bandung.


 

Asisten Ekonomi dan Kesejahteraan (Ekjah) Pemerintah Kabupaten Bandung, Marlan, mengatakan bahwa sudah mensosialisasikan penerapan Peraturan Daerah (Perda) Nomor 13 Tahun 2017 tentang KTR sejak 2018 tetapi masih belum dibentuk satgas penegak KTR.

 

“Satgas KTR sebanyak 60 orang baru dibentuk September dan diberikan pelatihan teknis pada Oktober sehingga nantinya pada Januari 2020 sudah melakukan penegakan KTR,” ucap Marlan.

 

Penegakan KTR merupakan bentuk dari program pemerintah agar dapat mengurangi tingkat Penyakit Tidak Menular (PTM) yang semakin menyebar di masyarakat, utamanya penyakit hipertensi dan jantung,

 

“Semoga dapat memberikan kesadaran bagi masyarakat dalam menciptakan ruang dan lingkungan yang bersih dan sehat tetutama asap dan rokok,” tutur Marlan.

 

Sementara itu, Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Bandung, Grace Mediana, memaparkan upaya Dinas Kesehatan (Dinkes) dalam menegakkan KTR yaitu dengan membentuk layanan konseling di 25 Puskesmas.

 

“Sebagai ruang masyarakat untuk bertanya tentang bahaya merokok, dimana sudah ada 62 orang yang terlatih dalam terapi toktok agar dapat berhenti merokok,” papar Grace.

 

Terakhir, Kepala Satpol PP Kabupaten Bandung, Kawaludin, mengungkapkan bahwa tugas pokok Satpol PP adalah menegakan Perda, Menjaga Ketertiban Umum dan Ketentraman Masyarakat, sehingga hal tersebut berkaitan dengan penegakan KTR yang berfungsi sebagai tprogram yang dapat mengurangi masyarakat merokok sembarangan.

 

“Nantinya ada tiga kelompok, Pertama, tim pembina, mulai Bupati, Wakil Bupati,  dan Sekda, termasuk Satpol PP dan semua dinas. Ke dua, kelompok penegak perda sesuai tupoksi bidang penegakan Perda, Kabid Dakda, sekaligus teknis penegakan, Kabid Kertertiban Umum dan Kertertiban Masyarakat. Ketiga, ada Satgas Pengawasan,” pungkas Kawaludin.

(cr1).

Loading...

loading...

Feeds