Tumpahan Minyak di Pesisir Pantai Karawang Berdampak Buruk pada Ekonomi Warga

BANDUNG – Permasalahan pencemaran lingkungan yang terjadi di pesisir pantai Kabupaten Karawang, akibat tumpahan minyak harus segera diselesaikan. Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) dan Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) diminta melakukan tindakan strategis.


Wakil Ketua Komisi IV DPR RI Dedi Mulyadi menjelaskan, pencemaran lingkungan yang dimaskud adalah tumpahan minyak Pertamina dari sumur YYA-1 di pesisir pantai Kabupaten Karawang tercemar. Hingga saat ini, tercatat ada 14.721 warga terdampak akibat insiden itu.

“Karawang itu sampai sekarang problemnya belum selesai. Pertaminan belum menyelesaikan (masalah) secara utuh,” ujar dia melalui siaran pers yang diterima, Kamis (7/11)..

Pekan depan, Dedi berencana memboyong KLHK dan KKP untuk meninjau langsung lokasi. Setelah itu, ia akan mendesak mereka melakukan penanganan yang lebih konkret.

Pasalnya, tumpahan minyak ini merugikan warga yang mayoritas bekerja sebagai nelayan. Ia mencontohkan saat terjadi insiden jatuhnya pesawat Lion Air di perairan Karawang, berdampak juga pada ikan hasil tangkapan nelayan yang tidak laku di pasaran.

“Ini akan berpengaruh pada psikologis dari calon pembeli yang enggan membeli ikan dari perairan Karawang karena khawatir tercemar. Jadi andaikan masih ada ikan tangkapan, orang enggak mau beli. Ini yang harus segera diselesaikan dengan cepat,” katanya.

Percepatan pemulihan di sektor perekonomian warga pun harus segera dicarikan solusi, khusunya warga yang menganggur dan kehilangan penghasilan selama pencemaran terjadi. “Ini semua harus dengan cepat dipikirkan, diganti kehidupannya. Misal dengan bantuan pangan non tunai. Itu harus segera,”pungkasnya. (cr2)

Loading...

loading...

Feeds