Kader JKN Adalah Tugas Mulia, Dedeh : Kami Bukan Debt Collector

Euis Dedeh Rohayati

Euis Dedeh Rohayati

POJOKBANDUNG.com – Menjadi seorang Kader JKN mitra BPJS Kesehatan memang tidak sepenuhnya berjalan dengan mulus. Banyak cobaan dan rintangan hingga hinaan yang didapatkan Kader JKN dalam menjalankan tugas yang mulia. Namun sesungguhnya peran Kader JKN itu sangatlah mulia. Menolong tanpa pamrih begitulah cocoknya disematkan bagi yang rela menolong dengan ketulusan hati.


Begitulah yang dirasakan oleh Euis Dedeh Rohayati (59) seorang Kader JKN yang tinggal di perkampungan di wilayah Kabupaten Bandung, tepatnya di Kampung Toge, Desa Margamulya Kecamatan Pasir Jambu Ciwidey. Dirinya mengaku sudah 2 tahun ia menjalankan tugasnya menjadi Kader JKN-KIS. Di samping tugas utamanya sebagai memberikan informasi terkait Program JKN-KIS, ia juga giat membantu masyarakat, entah dalam pengurusan pendaftaran menjadi peserta JKN-KIS, administrasi kepesertaan JKN-KIS seperti perubahan data, pencetakan kartu, serta mengantar peserta JKN-KIS berobat.

“Saya sudah menjadi Kader JKN kurang lebih 2 tahunan. Saya memang suka dengan kegiatan sosial, suka membantu orang. Maka dari itu, setelah saya dengan bahwa BPJS Kesehatan akan menghadirkan Kader JKn yang berhubungan langsung ke masyarakat, hati saya tergugah untuk menjadi Kader JKN,” ungkap Dedeh, Kamis (07/11).

Dedeh mengatakan sempat mendapatkan perlakuan tidak mengenakan saat dirinya mengawali tugasnya sebagai Kader JKN. Ia sempat di cap sebagai penipu dan diusir oleh pemilik rumah. Namun, hal tersebut tidak membuat Dedeh patah semangat. Ia tetap terus menjalankan tugasnya sebagai Kader JKN, karena menurutnya dengan menjadi perpanjangan tangan antara BPJS Kesehatan dengan peserta merupakan tugas yang sangat mulia.

“Dulu pernah dianggap penipu, diusir sama yang punya rumah, dikatain yang jelek-jelek kalau saya ini dianggap debt collector. Tapi bagaimanapun perlakuan mereka, saya tidak merasa sakit hati, tidak pernah pantang menyerah atau putus usaha, karena bagi saya tugas Kader JKN itu sangatlah mulia,” kata Dedeh.

Menurut Dedeh, program Jaminan Kesehatan Nasional merupakan program yang sangat luar biasa. Sangat terasa manfaatnya bagi mereka yang membutuhkan, apalagi sebagian masyarakat yang kurang mampu. Bila melihat kondisi sebelumnya, masyarakat enggan untuk pergi berobat ke rumah sakit atau ke puskesmas. Kini setelah hadirnya Program JKN-KIS, masyarakat kurang mampu pun bisa berobat ke rumah sakit dan layak mendapatkan pelayanan kesehatan yang baik tanpa ditarik biaya sama sekali.

Atas kondisi tersebut lah membuat Dedeh untuk membantu memberikan pemahaman tentang penyelenggaraan Program JKN-KIS kepada masyaralat. Hatinya yang tulus menolong orang-orang yang datang kepadanya, membuat hatinya tergerak semangat untuk terus membantu. Meskipun banyak perilaku negatif yang ia terima, tidak pernah sedikitpun baginya untuk meninggalkan pekerjaan yang sangat mulia ini.

“Banyak warga yang tadinya pernah mengusir saya, pernah mencemooh saya, tapi saya tidak lawan juga dengan sikap yang buruk, saya datangi lagi ke rumahnya secara baik-baik, saya sampaikan surat tugas saya sebagai Kader JKN, saya bukan penipu, saya hanya menjalankan tugas negara, mengingatkan para pesertanya yang sudah seharusnya menjadi kewajibannya untuk rutin bayar iuran. Kalau mereka ada tunggakan, itu sudah menjadi tugas saya untuk mengingatkan unuk segera dibayarkan, yang pada akhirnya mereka juga luluh hatinya dan butuh juga BPJS Kesehatan sehingga mau membayar tunggakan,” ucap Dedeh.

Sebagai Kader JKN, dirinya menegaskan bahwa apa yang dilakukan olehnya sebagai Kader JKN, tidaklah sama dengan apa yang sedang ramai diperbincangkan. Kader JKN memiliki tugas yang mulia dan juga mencoba membangun kedekatan emosional dengan peserta binaannya.

“Sebagai Kader JKN, kadang saya merasa sedih kalau disamakan dengan istilah debt collector. Kader JKN tugas yang mulia, kami terus memberikan pemahaman tentang penyelenggaraan Program JKN-KIS. Kami hadir disini sebagai Kader JKN, Kami bukan debt collector,” jelas Dedeh.

Loading...

loading...

Feeds

Dana BK Porda Tak Ideal

POJOKBANDUNG.com, KUTAWARINGIN – Akibat pandemi Covid 19, Pemerintah Kabupaten Bandung terpaksa harus melakukan refocusing terhadap anggaran Komite Olahraga Nasional Indonesia …

Ada Efek Pegal-pegal dan Ngantuk

POJOKBANDUNG.com, BANDUNG – Setelah disuntik vaksin, Wakil Wali Kota Bandung, Yana Mulyana tidak berencana melakukan kegiatan yang terlalu berat. “Setelah …

Dinas Lingkungan Hidup Usulkan Perda TPU

POJOKBANDUNG.com, SUBANG – Pemerintah Kabupaten Subang, melalui Dinas Lingkungan Hidup (DLH)  mengusulkan Peraturan Daerah (Perda) tentang Tempat Pemakaman Umum (TPU) …

Pemkab Belum Ada Rencana Perbaikan

POJOKBANDUNG.com, BEKASI – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bekasi, belum ada rencana untuk memperbaiki bangunan sekolah rusak yang terdampak banjir. Kepala Dinas …

Jembatan Cisokan Tak Kunjung Diperbaiki

POJOKBANDUNG.com, CIANJUR – Sebuah jembatan yang menghubungkan Desa Cibanggala dengan pusat pemerintahan Kecamatan Campakamulya, Kabupaten Cianjur ambruk diterjang air Sungai …

Dua Orang Tersangka Masih Buron

POJOKBANDUNG.com, CIMAHI – Polres Cimahi menetapkan delapan orang sebagai tersangka dalam bentrokan antar geng motor yang terjadi di Jalan Raya …

Kades Merem Melek, Takut Jarum Suntik

POJOKBANDUNG.com, TANJUNGSARI  – Lantaran belum pernah merasakan disuntik sejak 58 tahun. Kepala Desa Kutamandiri Caca Suryana menutup wajahnya dengan menggunakan …

147 Orang Akan di Test Swab

POJOKBANDUNG.com, PARONGPONG – Berdasarkan hasil tracing Puskesmas Ciwaruga terhadap kontak erat jamaah ziarah yang terpapar COVID-19 di Kampung Pangkalan RW …