Tukang Bubut di Sukabumi Bikin Helikopter Cuman Rp 30 Juta

POJOKBANDUNG.com, SUKABUMI –  Kemacaten membuat Junaedi (42) bosan yang kerap terjadi di jalan depan bengkel tempat dia bekerja sehari-hari,  di Jalan Sukabumi-Bogor, Karangtengah, Cibadak.


Namun, pria warga Kampung Cibubuay, Desa Damareja, Kecamatan Nagrak, tersebut akhirnya memutuskan untuk mencoba merakit sebuah helikopter yang dia beri nama, Gardes JN 77 GM dengan budget Rp 30 jutaan.

Tujuannya sederhana, warga akan mampu memiliki sarana transportasi yang hargnya terjangkau dan harapannya tak ada lagi masalah kemacetan.

Jujun Junaedi memasang baut di tiang untuk baling-baling utama pada helikopter buatannya di Kampung Cibubuay, Desa Darmareja, Kecamatan Nagrak, Kabupaten Sukabumi, Jawa Barat, Minggu (3/11/2019).

Junaedi menceritakan, proses perakitan Gardes JN 77 GM sudah dilakukan sejak Agustus 2018.

Dirinya mengaku hanya merakit saat hari libur atau setiap Minggu. Semua proses sejak awal hingga berbentuk sebuah helikopter dikerjakan seorang diri atau kadang dibantu anak laki-laki pertama dan kerabat.

Saat ini, proses perakitan hanya tinggal penyelesaian baling-baling utama yang masih dalam pengerjaan.

Apabila sesuai rencana, pada akhir 2019 atau awal 2020, Gardes JN 77 GM itu akan menjalani uji terbang.

“Insya Allah saya inginnya pada akhir tahun atau awal tahun 2020 bisa melakukan uji terbang,” ungkap Jujun.

Junaedi menjelaskan, helikopter miliknya berukuran panjang 8 meter dari kepala hingga ekor.

Lalu untuk mesin, helikopter hasil kerja kreatif lulusan STM (SMK) Siliwangi 1996 ini menggunakan mesin penggerak generator set (genset) berkapasitas besar 24 PK, 700 cc, dan dua silinder berbahan bakar premium.

Total biaya sementara perakiran helikopter dengan rangka berbahan besi hingga saat ini sudah mencapai Rp 30 juta.

Meskipun tergolong pengeluaran yang besar, namun Junaedi mengaku tidak mengganggu anggaran untuk rumah tangga.

“Makanya, proses pembuatan helikopter ini lama karena untuk membeli barang yang dibutuhkan harus menunggu waktu, perlu menyisihkan. Karena kan saya tidak mau mengganggu uang dapur,” tutur pria yang saat duduk di bangku SMK itu pernah mendapatkan beasiswa.

Junaedi mengaku, pengetahuan tentang merakit helikopter minim. Modal pengetahuan hanya apa yang didapat saat duduk di bangku STM, pengalaman kerja di bengkel alat berat serta berkonsultasi dengan sejawatnya yang mayoritas mekanik alat berat.

Untuk itu, dia pun mencari tahu dengan riset dari konten-konten video pada YouTube yang menayangkan cara-cara pembuatan helikopter.

Namun, konten YouTube yang pernah dilihat dan dipelajarinya tidak maksimal.

“Kalau video dalam YouTube itu tidak ada penuntasan sampai ukuran yang diberikan. Makanya, saya harus mengolah sendiri,” tutur ayah dari tiga anak itu.

Jujun mengaku belum pernah melihat dari dekat helikopter buatan pabrikan.

Alasannya, dia tidak punya akses untuk melihat helikopter dari dekat. Padahal, dia ingin sekali melihat dan mempelajari kondisi bagian dalam helikopter.

Sebenarnya dia berharap ada ahli pesawat terbang yang bisa memberikan masukan untuk penyempurnaan pembuatan helikopter meskipun prosesnya nyaris selesai.

“Saya terbuka bila ada ahli teknik penerbangan yang mau membantu penyempurnaan pembuatan helikopter ini karena saya belum pernah menumpang helikopter,” ujar dia yang sudah beberapa kali terbang menumpang pesawat terbang komersial.

(kps)

Loading...

loading...

Feeds

bpjs

BPJS TK Sosialisasikan Empat Program Jaminan

POJOKBANDUNG.com,BANDUNG – BPJS Ketenagakerjaan Kantor Cabang Bandung Lodaya gencar sosialisasikan program- program BPJS Ketenagakerjaan kepada masyarakat luas. Salah satunya melalui …
pos

Warga ‘Serbu’ Pos Gatur Andalas

POJOKBANDUNG.com, SUBANG – Sebagai pelayan masyarakat, banyak cara yang dilakukan oleh polisi untuk mendekatkan diri. Seperti yang dilakukan oleh jajaran …
dpr ri

Aturan Mentan Dikecam DPR RI

POJOKBANDUNG.com,Peraturan menteri pertanian terkait kewajiban tanam bagi importi bawang putih menuai kritik tajam. Salah satunya dari Ketua Komisi IV DPR …
sd

Seolah Tak Menghiraukan Peraturan Pemerintah

POJOKBANDUNG.com,SUBANG – Keberadaan perusahaan sapi perah PT. Agri Prima Sukses (APS) yang berlokasi di Kp. Jabong desa Curugrendeng, Kecamatan Jalancagak, …