Istilah Radikalisme Diganti Manipulator Agama

ILUSTRASI : Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Kabupaten Bandung sudah menyiapkan teknis menghadapi ajang Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) 2020.  (Ismail Pohan/Indopos/JawaPos.com)

ILUSTRASI : Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Kabupaten Bandung sudah menyiapkan teknis menghadapi ajang Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) 2020. (Ismail Pohan/Indopos/JawaPos.com)

pojoksatu.com,JAKARTA – Presiden Joko Widodo (Jokowi) meminta agar istilah radikalisme diganti dengan manipulator agama. Usulan tersebut muncul guna mencegah radikalisme terus meluas. Adanya istilah baru dianggap menjadi solusi mencegah paham sesat tersebut.


 

Direktur Lembaga Pemilih Indonesia (LPI) Boni Hargens menyambut positif usulan Jokowi. Menurut dia, pernyataan itu juga digunakan Jokowi untuk menjaga stabilitas politik pasca Pilpres 2019.

 

“Saya menyetujui istilah Presiden untuk melunakkan istilah tersebut untuk menjaga stabilitas atau ekosistem politik,” kata Boni dalam diskusi bertajuk ‘Radikalisme atau Manipulasi Agama?’ di kawasan Setiabudi, Kuningan, Jakarta Selatan, Senin (4/11/2019).

 

Dengan istilah baru itu, Boni menilai tensi politik bisa berkurang. Namun, diakuinya, radikalisme memang tidak bisa disederhanakan dengan mengganti istilah saja. “Manipulasi agama, menurut saya bagian dari modus operandi cara kerja dari kelompok radikalisme agama,” jelasnya.

 

“Kita bicara radikalisme agama, tidak pada doktrin atau ideologinya tetapi sebuah gerakan politik, untuk memperjuangkan cita-cita tertentu yang kemudian setelah kita kaji, berhadapan dengan Pancasila dan haluan kebangsaan kita,” tambahnya.

 

Sebelumnya, Jokowi meminta jajarannya bertindak tegas dalam upaya mencegah meluasnya gerakan radikal. Menurutnya, perlu ada istilah baru guna mencegah penyebaran radikalisme. “Harus ada upaya yang serius untuk mencegah meluasnya, dengan apa yang sekarang ini banyak disebut yaitu mengenai radikalisme,” kata Jokowi di Istana Kepresidenan, Jakarta, Kamis (31/10/2019).

 

Dari situ, Joowi mengusulkan sebutan ‘manipulator agama’ sebagai pengganti radikalisme. “Atau mungkin enggak tahu, apakah ada istilah lain yang bisa kita gunakan, misalnya manipulator agama,” ucapnya.

(jpc)

Loading...

loading...

Feeds

BP JAMSOSTEK Sambut Bulan K3 Nasional

POJOKBANDUNG.com, BANDUNG–Indonesia memperingati Bulan Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) Nasional pada tanggal 12 Januari sampai dengan 12 Februari setiap tahunnya. …

Sajian Makan Siang Murah Meriah ala Hotel

POJOKBANDUNG.com, BANDUNG – Istirahat makan siang menjadi momen yang paling ditunggu, terutama oleh para karyawan perkantoran. Namun waktu yang terbatas, …