KPAI Catat 127 Kasus Kekerasan di Sekolah

PENYULUHAN: Sejumlah siswa saat mengikuti kegiatan penyuluhan hukum tentang tindak kekerasan terhadap anak dan penyalaggunaan narkoba, Rabu (24/7).  (FOTO:TAOFIK ACHMAD HIDAYAT/RADAR BANDUNG)

PENYULUHAN: Sejumlah siswa saat mengikuti kegiatan penyuluhan hukum tentang tindak kekerasan terhadap anak dan penyalaggunaan narkoba, Rabu (24/7). (FOTO:TAOFIK ACHMAD HIDAYAT/RADAR BANDUNG)

pojoksatu.com,BANDUNG – Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI) mencatat, ada 127 kasus kekerasan di sekolah sepanjang Januari hingga Oktober 2019. Sejumlah kasus tersebut didapat dari pengaduan langsung maupun melalui media massa.


Komisioner KPAI Bidang Pendidikan, Retno Listyarti mengatakan, kasus kekerasan itu terbagi menjadi dua bagian. Pertama korban kebijakan 19 kasus dan anak korban kekerasan dan bullying 13 kasus.

“32 kasus tersebut berasal dari beberapa wilayah, yaitu DKI Jakarta 17 laporan. Ditambah Jawa Tengah (Kota Semarang) 1 laporan, Jawa Barat (Kabupaten Bogor) 3 laporan, Lampung (Kota Lampung) 1 laporan, Sumatera Utara (Padangsidimpuan dan Pematangsiantar) 2 laporan,” ujar Retno, Rabu (30/10).

Kata dia, Jawa Timur (Kota Malang) 1 laporan, Banten (Kota Tangerang) 1 laporan, Sulawesi Selatan (Kota Makassar) 1 laporan, Kepri (Batam) 1 laporan, Maluku 1 laporan. Kedua, anak korban kebijakan sistem zonasi dalam Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) 2019 sebanyak 95 pengaduan dan 14 pengaduan (14,73 persen) diantaranya berasal dari DKI Jakarta.

“Sehubungan dengan PPDB tahun 2019 ini KPAI melakukan pemantauan, pengawasan langsung. Menerima pengaduan dan melakukan rapat koordinasi nasional dari hasil pengawasan dan pengaduan PPDB 2019,” tutur Retno.

Atas tingginya angka kekerasan di lembaga pendidikan, pihaknya meminta hal ini harus menjadi prioritas pekerjaan rumah yang harus dikerjakan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan baru.

“Meski Permendikbud Nomor 82 Tahun 2015 tentang Pencegahan dan Penanganan Kekerasan di Satuan Pendidikan sudah ada, akan tetapi pencegahan dan penanganan kekerasan di sekolah selama 4 tahun terakhir ini tidak mengacu pada Pemrndikbud tersebut,” pungkasnya.

(arh/bbs)

Loading...

loading...

Feeds

SAPA Alfamart, Solusi Belanja Saat Pandemi

POJOKBANDUNG.com – Masa PSBB yang diberlakukan di beberapa kota/ kabupaten membuat toko ritel yang menyediakan kebutuhan sehari-hari terpaksa buka lebih …

Pemkot Belum Bisa Akses TPS Legok Nangka

POJOKBANDUNG.com, BANDUNG – Kota Bandung tengah menghadapi masalah dengan Tempat Pembuangan Sampah (TPS). Seperti diketahui TPS Sarimukti masih bisa menerima …

249 Tersangka Curanmor Diciduk Polres

POJOKBANDUNG.com, BANDUNG – Direktorat Reserse Kriminal Umum (Reskrimum) Polda Jabar besama Polres maupun Polresta jajaran wilayah hukum Jabar berhasil meringkus …

Jonggol Jadi Jalur Pengiriman Motor Curian

POJOKBANDUNG.com, BOGOR – Wilayah Jonggol menjadi jalur pengiriman hasil pencurian kendaraan bermotor sindikat Cianjur yang diamankan Polres Bogor. Tak jarang, …