Akumobil Dinilai Tak Bisa Jalankan Pola Market Place

Pihak kepolisian Polsek Lengkong berupaya tenangkan massa

Pihak kepolisian Polsek Lengkong berupaya tenangkan massa

POJOKBANDUNG.com, BANDUNG – Massa yang protes menuntut haknya mendatangi kantor Akumobil. Konsumen yang sudah menyetorkan sejumlah uang dengan harapan mendapatkan mobil impian dengan harga miring, rupanya belum mendapatkan barangnya. Pengamat ekonomi menganalisis akumobil mengadaptasi konsep market place namun janggal.


Konsep akumobil yang menjual jasa pembelian mobil dengan harga miring rupanya disebut pengamat ekonomi UIN Bandung, Setia Mulyawan baru terjadi di Indonesia. Maka dari itu, dia masih menganalisa maksud dan tujuan dari konsep yang dipakai.

Setia menuturkan market place lain yang menyediakan pembelian kendaraan hanya sekadar menghadirkan lapak. Apabila tertarik, konsumen seharusnya menyetorkan uangnya pada produsen bukan kepada market place.

“Ini baru pertama saya temui di Indonesia. Ada market place yang mengendapkan uangnya terus akhirnya kendaraan tidak dikirim. Padahal tidak tau apakah memang uangnya diputar oleh perusahaan untuk portofolio investasi lain atau memang kendaraannya belum tersedia sehingga terlambat dikirim,” kata Setia saat dihubungi Radar Bandung, Kamis (31/10).

Dia juga mempertanyakan uang yang disetorkan konsumen digunakan untuk yang lain atau memang sudah diserahkan namun kendaraan belum ada sehingga konsumen salah paham.

“Kalau beli barang di market place kan harusnya digiring ke marketplace, tidak di perusahaan pengguna jasa Ini kan uangnya malah disetor ke akumobilnya. Kalau misalkan produsen tidak ada berarti unit tidak bisa dikirim,” sambungnya.

Mengenai pidana yang bisa menjerat Akumobil, Setia enggan berkomentar karena ini merupakan ranah kepolisian. Setia hanya menekankan masyarakat untuk lebih berhati-hati apabila membeli produk khususnya kendaraan.

“Masyarakat tidak serta merta begitu saja mempercayai apa yang ditawarkan skema online, berhati-hati dan harus ada kepastian setiap transaksi supaya tidak hilang uangnya,” tandasnya.

(fid)

Loading...

loading...

Feeds

Eyang Anom Dipenjara 15 Tahun

POJOKBANDUNG.com, CIMAHI – Supriadi alias Eyang Anom (50) harus menjalani hukuman penjara kurang lebih 15 tahun. Dukun cabul itu melakukan …

Siap Kerja Keras untuk Tim

POJOKBANDUNG.com, BANDUNG – Menjelang kick-off Liga 1 2020, kapten Persib Bandung, Supardi Nasir Bujang menyampaikan harapannya bersama Pangeran Biru. Selain …

Bupati Ajak Petani Tanam Sabuk Gunung

POJOKBANDUNG.com, CIMENYAN – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bandung mensosialisasikan Instruksi Bupati (Inbup) nomor 1 tahun 2020 tentang Pola Tanam Perlindungan dan …

18 Anggota Dapatkan Penghargaan

POJOKBANDUNG.com, SUBANG– Kapolres Subang, AKBP Teddy Fanani memberikan penghargaan kepada sejumlah anggota Polres Subang yang berprestasi pada apel pagi di …

Warga Ngungsi ke Kolong Jembatan

 POJOKBANDUNG.com, SUBANG – Ribuan rumah di wilayah Kecamatan Pamanukan, Kabupaten Subang terendam banjir. Akibatnya, warga sekitar terpaksa meninggalkan rumah mereka. …

Siapkan 300 Relawan Cegah Kedaruratan

POJOKBANDUNG.com, CIMAHI – Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Cimahi siagakan relawan kedaruratan. Jumlah Relawan Rawat Layad sebanyak 300 orang. Nantinya seluruh …