Tagih Pelunasan Pembayaran, Kontraktor Tutup TPPAS Nambo

BANDUNG – Tempat Tempat Pengolahan dan Pemrosesan Akhir Sampah (TPPAS) Nambo yang berlokasi di Bogor ditutup sejak Selasa (29/10/2019). Hal itu disebabkan permasalahan kontraktor dengan perusahaan pengelola.


PT Jabar Bersih Lestari (JBL) sebagai perusahaan pengelola dianggap tidak memiliki itikad baik untuk memenuhi permintaan pembayaran kontraktor, yakni PT Dutaraya Dinametro.

Kuasa Hukum Kontraktor Cut and Fill pada proyek TPPAS Lulut Nambo, Lambok Gultom mengatakan permasalahan kewajiban yang belum dibayarkan oleh JBL ternyata bukan hanya pada kliennya saja sebagai kontraktor pelaksana. Masalah ini pun terjadi kepada PT ACE sebagai konsultan perencanaan dan PT Pandu Persada sebagai konsultan pengawas.

“Perlu disampaikan dengan adanya tunggakan pembayaran dan belum adanya pembayaran yang sudah jatuh tempo sampai saat ini, maka PT Jabar Bersih Lestari telah memiliki hutang yang sudah jatuh tempo dan harus dibayarkan kepada klien kami,” katanya dalam keterangan resmi, Rabu (30/10/2019).

“Sehingga sangat beralasan jika klien kami mengajukan permohonan kepailitan terhadap PT Jabar Bersih Lestari ke pengadilan niaga Jakarta Pusat,” kata dia lagi.

Menurut Gultom, PT Jabar Bersih Lestari telah mengalami beberapa kali pergantian investor. Dalam rapat terbatas pada Bulan September lalu, Ridwan Kamil selaku Gubernur Jawa Barat telah menegaskan bahwa adanya perpanjangan waktu selama dua bulan untuk PT Jabar Bersih Lestari menuntaskan persoalan kepastian investor pada project TPPAS Lulut Nambo. Namun sampai saat ini tidak membuahkan hasil optimal.

Menindaklanjuti hal tersebut, maka perlu adanya ketegasan dan kejelasan Pemerintah Provinsi Jawa Barat dalam mengusung proyek strategis dimaksud. pasalnya, pada 2018, Gubernur Jawa Barat Mochamad Ridwan Kamil telah melaksanakan peletakan batu pertama atau groundbreaking pembangunan instalasi TPPAS Lulut Nambo (LUNA) di Kecamatan Klapanunggal, Kabupaten Bogor.

TPPAS Luna merupakan contoh pengolahan sampah ideal di Jawa Barat, nantinya akan melayani pengolahan sampah Kota Bogor, Kabupaten Bogor, Depok dan Kota Tangerang Selatan. Hasil akhir dari pengolahan sampah 1.600-1.800 ton per hari tersebut berupa RDF (refused derived fuel). RDF yang dihasilkan, sudah dikontrak akan dibeli oleh pabrik semen yang letaknya tidak jauh dari lokasi TPPAS.

Tempat Pemrosesan dan Pengolahan Akhir Sampah (TPPAS) Luna berada di Kabupaten Bogor ini ditargetkan mulai beroperasi penuh Juni 2020. Pembangunan TPPAS dengan luas lahan 55 hektare ini dilakukan melalui mekanisme Kerjasama Pemerintah dengan Badan Usaha (KPBU) dengan badan usaha pemenang lelang, yaitu PT Jabar Bersih Lestari (JBL) dengan pemegang saham pendiri yakni, PT Panghegar Energi Indonesi (PEI). (*)

Loading...

loading...

Feeds

Penelitian dalam Negeri Harus Didukung

POJOKBANDUNG.com, BANDUNG – Gubernur Jawa Barat, Ridwan Kamil menyatakan upaya membuat vaksin dalam negeri harus didukung. Selain untuk memenuhi kebutuhan …

Calon Jemaah Haji Wajib Divaksin

POJOKBANDUNG.com, BANDUNG – Kementerian Kesehatan Arab Saudi dikabarkan telah mengeluarkan kebijakan baru terkait syarat mengikuti ibadah haji. Berdasarkan informasi hanya …

Tukang Rias Meninggal di Kamar Kos

POJOKBANDUNG.com, SUBANG – Warga Kelurahan Panglejar, Kecamatan Subang, Kabupaten Subang, mendadak geger. Mereka dikejutkan dengan temuan sesosok mayat laki-laki di …

15 Nakes Covid, Puskesmas Cisalak Ditutup

POJOKBANDUNG.com, SUBANG – Puskesmas Cisalak, Kabupaten Subang ditutup. Ini karena 15 nakesnya terkonfirmasi positif virus Covid-19. Penutupan dilakukan selama 14  …

Ratusan Prajurit Kodam Divaksin Sinovac

POJOKBANDUNG.com, CIMAHI – Ratusan prajurit TNI dijajaran Kodam III/Siliwangi menerima suntikan Vaksinasi Sinovac. Hal tersebut disampaikan Kapendam III/Siliwangi Kolonel Inf …