Heboh! Panji Petualang Buru Ular yang Menewaskan Pasutri di Cianjur

POJOKBANDUNG.com, CIANJUR – Panji Petualang memburu ular yang diduga mematuk pasangan suami istri Maksum (40) dan Nuryani (38) hingga tewas di Kampung Pasir Kampung, Desa Sukatani, Kecamatan Pacet, Kabupaten Cianjur, Jawa Barat, Senin (28/10/2019) sore.


Sebelum pencarian ular, Panji Petualang ini sempat menemui empat anak almarhum Maksum dan Nuryani. Mereka Heri Misbahudin (18), Riky Jumansyah (8), Rani Nafisa (5) dan Ramdan Fadilah (2).

Kemudian Panji menuju lokasi pencarian ular yang tidak jauh dari tempat tinggal korban yang ditemani Tio, pecinta reptil.

Selama 60 menit, Panji menyisir sekitar rumah korban yang meninggal akibat gigitan ular berbisa tersebut.

Panji meyakini kondisi lokasi itu sebagai habitat berbagai jenis ular, termasuk ular berbisa. Selain kondisi lokasi yang penuh semak belukar, antusias warga yang ingin melihat proses penangkapan sedikit menghambat proses pencarian.

“Kami membagi beberapa tim untuk menyisir lingkungan dan lokasi yang diduga terdapat ular. Kita juga menyisir kebun bambu hingga menyusuri sungai kecil,” ujar Panji.

Tiba-tiba, seekor ular weling muncul di celah bebatuan dekat jembatan penyeberangan. Proses pengejaran berlangsung menegangkan. Tidak perlu waktu lama, panji menangkap ular itu. Ia langsung memasukkan ular ke dalam karung.

Ular tersebut berukuran panjang 70 sentimeter dan diameter tubuh 5 sentimeter. Menurut Panji, ular weling ini masih satu jenis dengan ular welang atau bungarus faciatus. Keduanya memiliki bisa yang mematikan.

“Dengan ditangkapnya ular ini, terbukti jika memang dugaan yang menggigit warga Pasir Kampung hingga meninggal dunia ialah ular weling atau ular welang,” tutur Panji.

Ia menegaskan gigitan ular jenis ini kerap tidak terasa dan tidak terlihat lukanya. Sebab taring dari ular tersebut berukuran sangat kecil.

“Ukuran taringnya seperti jarum. Tapi bisanya mematikan. Makanya kami langsung tangkap dan evakuasi agar tidak membahayakan warga sekitar. Ular jenis ini sifatnya pasif, tidak akan menyerang kalau enggak diganggu,” ucap Panji.

Panji menduga lingkungan tersebut masih banyak ular berbisa lainnya. Meski tidak dapat memastikan ular yang ditangkapnya itu yang menggigit Nuryani, menurutnya terpenting saat ini ialah bagaimana warga mengetahui cara menangkap dan penanganan pertama pada korban gigitan ular.

“Tadi kita memberikan pengetahuan menangkap ular yang aman dan kalau sudah tergigit harus penanganannya seperti apa. Tentunya diharapkan dengan pengetahuan itu, warga tidak ada lagi yang jadi korban dan tidak ada korban meninggal dunia ketika terjadi gigitan,” ucap Panji.

Hery Misbahudin (18), anak dari korban, mengatakan ular yang menggigit ibunya mirip dengan ular yang ditangkap oleh tim Panji Petualang. “Iya mirip, tapi berbeda warna,” kata Hery.

Babinsa Desa Sukatani, Serda Rohim Rohmat, yang menemani proses penangkapan ular mengatakan, warga di Pasir Kampung memang kerap menemukan ular saat bertani atau melintas ke jalur perkebunan. “Ada yang sampai lihat ular seukuran betis orang dewasa,” ujarnya.

“Saya mewakili warga mengucapkan terima kasih atas pengetahuan bagaimana mengatasi ular berbisa dengan begitu warga bisa lebih berhati-hati dan tahu harus melakukan apa kalau menemukan ular atau mendapati ada korban gigitan,” pungkas Rohim.

(dtk)

Loading...

loading...

Feeds

Telkomsel Jamin Data Pelanggan Tetap Aman

POJOKBANDUNG.com, JAKARTA – Sebagai perusahaan telekomunikasi digital terdepan di Indonesia, Telkomsel senantiasa berkomitmen untuk menghadirkan manfaat teknologi secara menyeluruh untuk …

Pengisi Suara Doraemon Meninggal Dunia

Kabar duka datang dari Nurhasanah. Wanita yang namanya dikenal sebagai pengisi suara Doraemon ini dikabarkan meninggal dunia pada Minggu (12/7) …