Video: Emak-emak TPS 12 Desa Cingcin Bikin Gaduh, Panitia Langsung Bilang Begini!

POJOKBANDUNG.com, SOREANG – Emak-emak di TPS 12 Komplek Soreang Indah Desa Cingcin Kecamatan Soreang mulai gaduh dan protes pada Pilkades 2019, Sabtu (26/10/2019) pagi. Mereka kesal karena merasa dilewati pemilih lain yang datang lebih lambat.


Namun, itu ditepis salah seorang panitia dengan bukti surat panggilan C6 yang ditumpuk dan terlihat semua pemilih lainnya.

“Lho kok, si Ibu itu dahuluin saya. Jelas-jelas saya sudah dari tadi duduk di kursi tunggu,” ujar emak-emak (tak disebut namanya) kepada panitia.

Sebagian emak-emak langsung gaduh dan ikut protes terpancing kegaduhan. Tak berapa lama kemudian kegaduhan mulai reda setelah panitia menunjukkan bukti surat C6 sesuai urutan kehadiran.

“Ini buktinya (C6), sesuai urutan dan tidak dilompati. Ibu yang tadi itu sudah masukin lebih dulu. Hanya tidak ikut duduk di kursi tunggu,” kata panitia kepada emak-emak.

Mereka (emak-emak) mulai turun tensinya setelah diperlihatkan buktinya. Keadaan pun mulai stabil dan terkendali.

Sesuai SOP, pihak kepolisian tidak akan segan untuk memberikan tindakan tegas terukur kepada pengacau di Pilkades Serentak 2019 Kabupaten Bandung.

“Intinya kami sesuaikan dengan SOP. Kalau dia (pengacau) membahayakan masyarakat berarti kita lakukan tindakan tegas terukur,” tegas Kapolres Bandung AKBP Indra Hermawan.

Indra mengatakan dalam pengamanan pilkades serentak ini pihaknya menerjunkan ribuan personel gabungan keamanan baik dari Polri, TNI, Linmas dan Satpol PP Kabupaten Bandung.

“Dalam pungut hitung suara Pilkades Serentak 2019 nanti ada 2.153 personel gabungan TNI, Polri dan unsur Pemkab Bandung. Disebarkan di 199 desa di 30 kecamatan, Kabupaten Bandung,” katanya.

Ribuan petugas gabungan ini juga akan mengamankan ribuan tempat pemungutan suara (TPS) dengan jumlah lebih dari satu juta daftar pemilih tetap (DPT).

“Ada sekitar 2.096 TPS yang kita amankan di 199 desa. Dan ada 1,6 juta DPT. Besok H-1 anggota akan disebar di lokasi yang sudah kita tempatkan sampai H+1,” ujarnya.

Pihaknya menerapkan beberapa pola keamanan. Pola keamanan itu diterapkan tergantung tingkat kerawanan wilayah itu sendiri.

“Pertama, ada yang dua polisi di dua TPS, dengan delapan anggota Linmas. Kedua, ada dua polisi, di empat TPS dan dilengkapi delapan Linmas dan yang ketiga pola aman ada dua polisi, di delapan TPS dengan delapan Linmas,” jelasnya.

Pihaknya juga menerjunkan anggota yang mengunakan sepeda motor agar memudahkan mobilisasi dari TPS satu ke TPS lainnya bila mana terjadi gangguan keamanan sebagai lapis pengamanan.

“Kalau ada gangguan keamanan sudah kita bagi, ada pengamanan TPS, ada juga pengamanan desa. Kita juga meminta BKO dari Dalmas yang ditempatkan di rayon, rayon ini menaungi dua kecamatan. Kami juga tetapkan Brimob di zona empat kecamatan satu zona, Linud 330 dan Lanud Sulaeman,” pungkasnya.

(apt)

Loading...

loading...

Feeds

RINTIS: Ulfah Nurfebrianti pemilik dari dorokdokcu berfoto bersama camilan yang diproduksinya.

Gabung Flatfrom Grab, Usaha Dorokdokcu Melejit

POJOKBANDUNG.COM, Belum pernah terpikirkan sebelumnya di benak Ulfah Nurfebrianti, di usianya yang ke-25, mojang asli Bandung ini sukses merintis usaha …
karate

Karate Jabar Sumbang Medali Emas

POJOKBANDUNG.com,BANDUNG – Cabang olahraga (cabor) Karate Jawa Barat berhasil menyabet satu medali emas pada Pekan Olahraga Nasional (Popnas) XV tahun …
Fokus

Fokus Kaji Pemilihan yang Murah

POJOKBANDUNG.com,BANDUNG – Gubernur Jawa Barat, Ridwan Kamil meminta pemerintah fokus mengkaji Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) secara langsung dengan biaya yang …