30 Dokter Umum PLKK Ikut Pelatihan Peningkatan Kompetensi

POJOKBANDUNG.com, BANDUNG – Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Ketenagakerjaan Kantor Cabang Bandung Suci, akan mengimplementasikan Peraturan Presiden Nomor 7 Tahun 2019, tentang Penyakit Akibat Kerja melalui program Jaminan Kecelakaan Kerja (JKK).


Salah satu upayanya dengan meningkatkan kompetensi 30 dokter umum, yang bekerja di Pusat Layanan Kecelakaan Kerja (PLKK) BPJS Ketenagakerjaan di Kota Bandung.

Kepala BPJS Ketenagakerjaan, Suhedi mengatakan, pelatihan ini bertujuan untuk meningkatkan kompetensi dokter umum dalam penegakan diagnosis penyakit akibat kerja dan kecelakaan kerja serta pelaporannya.

“Dengan berlakunya Perpres tersebut, saat ini penyakit akibat kerja yang dapat ditangani bertambah menjadi sekitar 88 jenis. Untuk itulah dokter-dokter tersebut perlu diberikan pelatihan,” ujar Suhedi, Jumat (18/10).

Kata dia, jumlah jenis penyakit akibat kerja yang bisa ditangani saat ini lebih lengkap dibanding regulasi sebelumnya. Pasalnya, Keppres Nomor 22 Tahun 1993 tentang Penyakit Yang Timbul Karena Hubungan Kerja hanya menangani 31 penyakit akibat kerja. Bahkan, menurut Suhedi, regulasi baru ini juga memungkinkan peserta untuk melaporkan penyakit lain, di luar dari yang tertera dalam daftar penyakit akibat kerja.

Selain itu, Kecelakaan kerja, sambung Suhedi, biaya medis peserta BPJS Ketenagakerjaan unlimited. Syaratnya, penyakit tersebut harus memiliki hubungan langsung dengan pajanan (exposure) yang dialami pekerja.

“Dan harus dibuktikan secara ilmiah dengan menggunakan metode yang tepat. Diagnosis untuk peserta yang terkena penyakit akibat kerja harus berdasarkan surat keterangan dokter spesialis yang berkompeten di bidangnya,” tuturnya.

Sebagai informasi, regulasi baru ini membagi jenis penyakit akibat kerja dalam empat kelompok. Mulai dari penyakit yang timbul dari aktivitas pekerjaan, berdasarkan sistem target organ, kanker akibat kerja, hingga penyakit spesifik lainnya. Kemudian, aturan ini memungkinkan peserta JKK untuk mendapatkan layanan berupa layanan kesehatan dan uang tunai (santunan).

Untuk itulah agar implementasi penanganan penyakit akibat kerja di lapangan maksimal, Suhedi memberikan pelatihan kepada 30 tersebut mencakup mekanisme pelaporan, penjaminan dan pelayanan rumah sakit.

“Kami juga akan menyiapkan sistem informasi yang terintegrasi antara BPJS Ketenagekerjaan dan PLKK untuk penanganan kasus kecelakaan kerja dan penyakit akibat kerja,” pungkasnya.

(Fid)

Loading...

loading...

Feeds

Semakin Padu dengan Duet Anyar

POJOKBANDUNG.com, BANDUNG – Satu bulan bergabung dengan Persib Bandung, Wander Luiz mengaku adaptasi bersama tim sudah semakin baik. Itu terbukti …

Penagih Hutang Dihajar Gas Melon

POJOKBANDUNG.com, CIWIDEY – Karena malu ditagih hutang, seorang ibu rumah tangga diduga melakukan penganiayaan dengan cara memukul penagih dengan tabung …

Pemkot Rumuskan 13 Fokus Pembangunan

POJOKBANDUNG.com, BANDUNG – Pemerintah Kota (Pemkot) Bandung akan fokus pada 13 agenda pembangunan diberbagai sektor pada 2021. Agenda tersebut sejalan …

Ruhimat Janji Beri Bantuan ke Petani

POJOKBANDUNG.com, SUBANG – Petani di Kabupaten Subang akan mendapat bantuan dari pemerintah. Bantuan yang akan diberikan yakni, ketersediaan lahan, bibit …

Pemerintah Desa Pager Wangi Tidak Tegas

POJOKBANDUNG.com, LEMBANG – Rencana pembangunan wisata waterboom, di Kawasan Gunung Batu, Kecamatan Lembang, ancam ketenangan warga. Selain itu, jalur Sesar …

Masih Diperlukan Banyak Perbaikan Latihan

POJOKBANDUNG.com, BANDUNG – Pemain muda Persib, Mario Jardel mendapat kesempatan tampil penuh pada laga persahabatan kontra Persis Solo di Stadion …