Cegah Tindakan Anarkisme, Mahasiswa Perlu Pendidikan Politik

DISKUSI : Keluarga Mahasiswa Cimahi (Kemaci) menggelar diskusi bertajuk 'Demokrasi Tanpa Anarkisme' di Foursome Cafe Jalan Melong Asih, Kota Cimahi, Minggu (20/10/). (foto : GATOT POEDJI UTOMO/RADAR BANDUNG)

DISKUSI : Keluarga Mahasiswa Cimahi (Kemaci) menggelar diskusi bertajuk 'Demokrasi Tanpa Anarkisme' di Foursome Cafe Jalan Melong Asih, Kota Cimahi, Minggu (20/10/). (foto : GATOT POEDJI UTOMO/RADAR BANDUNG)

POJOKBANDUNG.com, CIMAHI – Dalam menyikapi masih adanya tindakan anarkisme di kalangan mahasiswa, tentunya menjadi tugas semua pihak termasuk para mahasiswanya sendiri, agar anarkisme tidak terus berkembang.

Sepertihalnya beberapa waktu lalu, jutaan mahasiwa di seluruh Indonesia melakukan aksi, yang mengecam sejumlah kebijakan dari Rancangan Undung-undang.

Untuk itu Keluarga Mahasiswa Cimahi (Kemaci), melakukan diskusi bersama anggota DPRD Cimahi serta para tokoh mahasiswa dari UMU PC PMII Kota Bandung, dan Koordinator BEM SI Jabar.

Koordinator Kemaci, Andre Akbar menjelaskan, diskusi ini bertujuan sebagai salah satu bagian untuk memberikan sekolah politik bagi mahasiswa yang kini mulai terpapar politik pragmatisme.

Andre mengatakan, diskusi ini menjadi agenda bulanan untuk memantik semangat mahasiswa Cimahi yang dikenal apatis dan hanya aktif di Kota Bandung. Disamping itu anggota dewan Cimahi juga meminta agar gelaran diskusi mahasiswa menjadi check and balance kehidupan sosial politik di Cimahi.

“Acara ini bagian dari pencerdasan politik bagi mahasiswa Cimahi atau bisa dibilang sekolah politik. Hanya kita kemas lebih santai karena biasanya hari ini mahasiswa diskusi lebih nyaman di Cafe daripada di kosan,” ungkap Andre.

Andre menilai, mahasiswa hari ini banyak yang terjerembab pada politik pragmatisme. Padahal, seharusnya mahasiswa menjadi pemuda yang idealis dan tidak bisa dibeli dengan uang.

“Menjadi fenomena hari ini turun ke jalan tanpa kajian konfrehensif apa isi tuntutan mereka turun ke jalan. Mereka cenderung memakan mentah isu di media sosial kemudian aksi untuk update di medsos,” ujar Andre.

Jika aksi tanpa kajian itu, lanjut Andre, aksi turun ke jalan rawan ditunggangi kelompok radikal bahkan didorong untuk melakukan aksi anarkisme.

“Ketika aksi di Gedung Sate misalnya, kelompok radikal berbaju hitam melakukan aksi anarki. Kami bukan melarang aksi turun ke jalan, tetapi demo adalah jalan terakhir,” ungkapnya.

(gat)

Loading...

loading...

Feeds

SOR

Dispora: Nilai Kerugian Belum Dihitung

pojoksatu.com,BANDUNG – Atap Stadion Sepakbola di Sarana Olah Raga (SOR) Arcamanik, Kota Bandung mengalami kerusakan di bagian tribun timur. Atap …
sungai

Sungai di Subang Mulai Alami Kerusakan

pojoksatu.com,SUBANG – Dampak kerusakan alam yang diakibatkan penambangan pasir dan limbah industri mulai terasa. Sejumlah pihak mulai mengkhawatirkan dampak buruu …
kampung

Kampung Jabong Bau Kotoran Sapi

pojoksatu.com,SUBANG – Warga di Desa Curugrendeng  Kecamatan Jalancagak, Kabupaten Subang mengeluhkan bau tak sedap yang menyengat dari keberadaan peternakan sapi …