Arus Lalu Lintas di Cimahi Perlu Diperbaiki

MACET : Penumpukan kendaraan di perempatan Jalan Kolonel Masturi, beberapa waktu lalu.

MACET : Penumpukan kendaraan di perempatan Jalan Kolonel Masturi, beberapa waktu lalu.

POJOKBANDUNG.com, CIMAHI – Asian Development Bank (ADB) beberapa waktu lalu merilis hasil survei terhadap 278 kota dari 45 Negara yang menyebutkan Kota Bandung menjadi kota termacet se-Indonesia atau peringkat ke-14 termacet di Asia. Kondisi tersebut diprediksi juga bakal menimpa Kota Cimahi yang merupakan daerah penyangga di wilayah Bandung Raya.


Sementara berdasarkan data di Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Cimahi, peningkatan kendaraan setiap tahunnya mencapai 7%. Sementara, penambahan ruas jalan baru hanya sekitar 1,2% dan itu pun dihitung selama 17 tahun atau dari tahun 2001 sampai dengan tahun 2018. Di pagi dan sore hari saat aktivitas tinggi terjadi peningkatan sekitar 50% kendaraan yang melintas di Cimahi.

“Cimahi ini kan kawasan penyangga dan daerah lintasan menuju Kota Bandung atau sebaliknya. Saat jam-jam sibuk atau di siang hari terjadi peningkatan kendaraan sekitar 50% seperti dari wilayah sekitar Cimahi, Kabupaten Bandung Barat, Kota Bandung, dan Kabupaten Bandung,” kata Kabid Lalu Lintas, Dishub Kota Cimahi, Endang, Sabtu (19/10/2019).

Dia mencontohkan, jumlah kendaraan yang melintas di pusat kota yang merupakan jalan nasional menuju ke Kota Bandung, Jalan Jenderal Amir Machmud, setiap harinya ada sekitar 65.000 sampai dengan 95.000 kendaraan. Melihat volume kendaraan yang sebanyak itu tentu tidak sebanding dengan insfratuktur jalan yang ada. Apalagi, diperparah dengan adanya hambatan di samping kanan dan kiri jalan yang berdampak terhadap terganggunya kelancaran arus lalu lintas.

“Jika persoalan ini tidak diantisipasi secara serius dari sekarang bisa saja Kota Cimahi menyamai Kota Bandung yang disebut menjadi kota termacet di Indonesia,” ujarnya.

Terpisah Kasatlantas Polres Cimahi AKP Suharto menilai, dalam beberapa tahun ke depan Kota Cimahi diprediksi bakal mengalami kondisi kemacetan serupa seperti di Kota Bandung. Kemacetan yang sudah sangat terasa selalu terjadi di Jalan Amir Machmud. Kendaraan dari arah barat seperti Padalarang, Cianjur, Sukabumi, maupun Purwakarta, yang menuju Bandung pasti melewati jalan tersebut.

Pihaknya mencatat, pertumbuhan kendaraan roda dua maupun roda empat di Kota Cimahi sekitar 15% setiap tahunnya atau 1.000 unit kendaraan setiap minggunya. Itu berarti dalam sebulan terjadi penambahan 4.000 unit kendaraan baru di Cimahi. Jumlah itu jelas sangat berdampak kepada kemacetan karena infrastruktur jalan tidak bertambah setiap bulannya.

“Pertambahan jumlah kendaraan ini memang sulit terkontrol sehingga kemacetan pasti terjadi di jam-jam tertentu, terutama pagi dan sore hari. Oleh karena itu kami meminta kesadaran pengguna jalan untuk menaati aturan dan rambu lalu lintas agar tidak membuat kemacetan di jalan bertambah parah,” tuturnya.

(net/gat)

Loading...

loading...

Feeds

RINTIS: Ulfah Nurfebrianti pemilik dari dorokdokcu berfoto bersama camilan yang diproduksinya.

Gabung Flatfrom Grab, Usaha Dorokdokcu Melejit

POJOKBANDUNG.COM, Belum pernah terpikirkan sebelumnya di benak Ulfah Nurfebrianti, di usianya yang ke-25, mojang asli Bandung ini sukses merintis usaha …
karate

Karate Jabar Sumbang Medali Emas

POJOKBANDUNG.com,BANDUNG – Cabang olahraga (cabor) Karate Jawa Barat berhasil menyabet satu medali emas pada Pekan Olahraga Nasional (Popnas) XV tahun …
Fokus

Fokus Kaji Pemilihan yang Murah

POJOKBANDUNG.com,BANDUNG – Gubernur Jawa Barat, Ridwan Kamil meminta pemerintah fokus mengkaji Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) secara langsung dengan biaya yang …