Atalia Apresiasi Lifebuoy Cegah Stunting dengan Cuci Tangan

POJOKBANDUNG.com, PADALARANG – Kebiasaan cuci tangan pakai sabun merupakan upaya mencegah stunting pada anak. Berdasarkan data dari Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) pada tahun 2018, tercatat ada 29,9% atau 2,7 juta balita di Jawa Barat yang terkena stunting.


Untuk itu, Lifebuoy, brand sabun kesehatan pilihan keluarga Indonesia kembali merayakan acara tahunan Hari Cuci Tangan Sedunia dengan nengangkat tema ‘Antar Anak Sehat Indonesia’ Lifebuoy memperkuat komitmennya untuk mengedukasi pentingnya kebiasaan cuci tangan pakai sabun.

Menggadeng Tim Penggerak Pemberdayaan dan Kesejahteraan Keluarga (TP PKK) Provinsi Jawa Barat, Lifebouy melalui Unilever Indonesia Foundation, mengedukasi Ibu mengenai cuci tangan pakai sabun untuk pencegahan stunting.

drg. Ratu Mirah Afifah GCClinDent., MDSC, Head of Health, Wellbeing and Professional Institution Unilever Indonesia Foundation mengatakan bahwa acara digelar di Ciburuy merupakan rangkaian Mothers Programme di 8 Kabupaten di Jawa Barat yang tujuanya adalah untuk menekankan pencegahan stunting pada anak.

“Di Indonesia, Lifebuoy menargetkan untuk menjangkau lebih dari 100 juta tangan sehat di tahun 2020. Hingga 2019, edukasi cuci tangan pakai sabun oleh Lifebuoy sudah menjangkau 99 juta tangan sehat. Bekerjasama dengan TP PKK Pusat pada tiga tahun terakhir, Mothers Programme oleh Lifebuoy telah menjangkau lebih dari 500.000 ibu di Indonesia termasuk di kampung Ciburuy ini,” ujar Ratu Mirah Afifah ditemui di Posyandu Mawar 15, Desa Ciburuy, Padalarang, Kabupaten Bandung Barat, Rabu (16/19/2019).

Ratu Mirah menambahkan, bahwa TP PKK Provinsi Jawa Barat, dilaksanakan pada kegiatan SIARAN KELILING (SARLING) di Posyandu Mawar 15, Desa Ciburuy, Padalarang.

Maulani Affandi, Head of Skin Cleansing and Baby Unilever Indonesia mengatakan, selama hampir 86 tahun, Lifebouy sudah menjadi bagian dari keluarga Indonesia untuk melindungi mereka dari kuman.

Di Hari Cuci Tangan Sedunia tahun ini, Lifebuoy ingin menciptakan lingkungan yang sehat khususnya bagi anak,” ujar Maulani.

Berdasarkan data dari Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) pada tahun 2018, tercatat ada 29,9% atau 2,7 juta balita di Jawa Barat yang terkena stunting. Oleh karena itu, kata dia, diperlukan usaha untuk meningkatkan PHBS salah satunya cuci tangan pakai sabun sebagai salah satu tindakan preventif dalam pemeliharaan kesehatan dan pencegahan risiko akan dampak stunting.

Ditempat yang sama, Ibu Atalia Praratya Ridwan Kamil, Ketua TP PKK Jawa Barat mengatakan, TP PKK Jawa Barat sebagai mitra Pemerintah Provinsi Jawa Barat sangat peduli terhadap upaya pencegahan dan penurunan stunting. Salah satu upaya yang dilakukan bersama dengan TP PKK Pusat dan Unilever adalah mengadakan pelatihan CTPS bagi 800 kader di 8 Kabupaten sebagai pembiasaan PHBS dalam pilar sanitasi untuk cegah stunting.

“Kami mengapresiasi dan berterima kasih terhadap kegiatan yang dilakukan oleh Unilever sebagai bentuk kepedulian bersama untuk mendukung gerakan cegah stunting Jawa Barat, dan berharap kolaborasi ini akan dilanjutkan dan diperluas di tahun-tahun mendatang. Semoga dengan kolaborasi yang terjalin akan mempercepat terwujudnya Jawa Barat Zero New Stunting,” ujar istri Gubernur Jabar.

Stunting adalah kondisi gagal tumbuh pada anak dibawah 2 tahun karena kekurangan gizi kronis yang disebabkan tidak hanya terkait sanitasi, namun lebih terkait dengan perilaku.
Ada tiga pilar yang harus diperhatikan untuk pencegahan stunting:
1) Pola Makan, dengan memberikan nutrisi yang baik yang bergizi, beragam dan seimbang sesuai usia anak, yang mengacu pada program Isi Piringku dari Kemenkes;
2) Pola Asuh, seperti memberikan ASI eksklusif di 6 bulan pertama kelahiran dan pemberian MP-ASI untuk anak diatas 6 bulan, membawa balita ke Posyandu, menerapkan PHBS (Perilaku Hidup Bersih dan Sehat) juga memberikan tablet Fe untuk Ibu hamil dan lain-lain;
3) Sanitasi, melalui pilar Sanitasi Total Bersumber Masyarakat (STBM), seperti pembiasaan cuci tangan dengan sabun dan air, Open Defecation Free (ODF), pengelolaan limbah cair dan lainnya.

Lifebuoy mengajak keluarga Indonesia untuk menerapkan kebiasaan baik cuci tangan pakai sabun ini di 5 saat penting (sebelum makan pagi, sebelum makan siang, sebelum makan malam, setelah menggunakan toilet, dan setelah bermain) tentunya dengan 6 langkah cuci tangan pakai sabun yang tepat.

(apt)

Loading...

loading...

Feeds

Timo Wermer Ngebet Gabung Liverpool

POJOKBANDUNG.com, LEIPZIG – Pemain RB Leipzig, Timo Werner, memberi sinyal bersedia bergabung dengan Liverpool. Dia bilang gaya bermainnya cocok dengan …

Love Fest 2020 Ditutup dengan Manis

POJOKBANDUNG.com, JAKARTA – HARI kedua gelaran Love Fest 2020 ditutup dengan sempurna. Musisi wanita kebanggaan Indonesia, Reza Artamevia tampil energik …

I Made Pemain Terbaik Versi FWP

POJOKBANDUNG.com, BANDUNG – I Made Wirawan terpilih sebagai sebagai pemain terbaik Persib Bandung 2019 versi jurnalis. Made mendapatkan penghargaan Best …

Teja Paku Alam Kiper Modern

POJOKBANDUNG.com, BANDUNG – Penjaga gawang Persib Bandung, Teja Paku Alam sudah mulai mendapatkan tempat di posisi penjaga gawang Maung Bandung. …

Warga Siap Tanam Pohon Keras

POJOKBANDUNG.com, KERTASARI – Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) terkejut, usai mengetahui di kawasan sekitar hulu Sungai Citarum hanya ditanami …

Belasan Remaja Diamankan

POJOKBANDUNG.com, BALEENDAH – Karena membawa senjata tajam, sejumlah remaja diamankan oleh anggota kepolisian Polsek Baleendah. Kapolsek Baleendah, Kompol Supriyono , …