Asah Kreativitas Desainer Melalui Pattern Hijab Competition

BANDUNG – Modest fashion serta gaya hidup yang terus berkembang berpengaruh pula terhadap industri busana muslim, termasuk hijab. Hal ini menjadi peluang bagi desainer untuk terus mengasah kreativitas dalam menciptakan trend busana dengan gaya baru dan fresh.


Hal inilah yang menjadi latar belakang digelarnya kompetisi desain corak hijab bertajuk Coffeetone X You 2019. Ajang ini diharapkan menjadi gerbang bagi semua orang yang memiliki passion di dunia desain untuk mengekspresikan diri.

Arviani, Brand Manager ABC White Instan mengatakan event ini berawal dari kontes outfit of the day (OOTD) tahun 2016 dengan menggandeng desainer ternama, Dian Pelangi. Karena animo yang baik, maka kompetisi berlanjut di tahun berikutnya dengan konsep sketch fashion competition.

“Ternyata antusiasmenya tinggi. Bahkan, acara sketch fashion competition itu diikuti 1.000 orang. Tahun 2018 antusiasmenya makin banyak lagi, peserta mencapai 2.600 orang lebih. Makanya kita lanjut lagi di tahun ini dengan konsep baru lagi, yaitu lebih ke desain pattern (corak) hijab,” kata dia saat ditemui di kawasan Jalan Ir. H. Djuanda, Kota Bandung, Rabu (16/10/2019).

Menurutnya, mendesain corak hijab memiliki kompleksitas yang tinggi. Ini menjadi tantangan bagi para peserta untuk mengeksplorasi bagaimana hijab bisa tetap nyaman tidak hanya dikenakan, tapi dilihat secara visual. Kompetisi ini bersifat terbuka. Para peserta, bisa mengirim desain pattern hijab dengan cara mengunggahnya ke microsite coffeetone.kopiabc.co.id.

“Kami yakin antusiasme peserta bisa bertambah dibanding event tahun lalu. Kami melakukan roadshow di lima kota, Yogyakarta, Palembang, Semarang, Bandung sama Jakarta. Tapi intinya, peserta ga terbatas di kota itu saja. Kompetisi ini terbuka se-Indonesia,” ucap dia.

“Untuk juri, yang pertama kan Dian Pelangi, lalu Chiki Fawzi yang punya latar belakang ilustratoor dengan basic yang kental desain dan art-nya,Satu lagi Mega Iksanti sebagai fashionista yang bisa melihat sudut pandang fashion,” jelas dia.

Nantinya, para juri ini akan memilih tiga peserta dengan desain terbaik sebagai juara sekaligus diberangkatkan vakansi ke Korea Selatan.

Di tempat yang sama, Chiki Fawzi mengungkapkan ada beberapa kriteria yang bisa masuk dalam penilaiannya. Yang paling utama adalah perpaduan warna dari corak hijab harus seimbang. Selain itu, setiap corak harus memiliki filosofi yang jelas.

“Tone (warna) pattern yang menarik tapi ga nabrak. Bentuk dan kualitasnya materialnya juga harus diperhatikan. Intinya, perpaduan warnanya oke, bentuk oke dan harmoni,” ucap dia.

“Masukin pattern unsur kopi tentu akan jadi penilaian lebih. Makanya, filosofi pemilihan corak dan wananya pun harus diperhatikan,” pungkasnya. (fid)

Loading...

loading...

Feeds

Sampah Sumbat Sungai, Aktivis Demo

POJOKBANDUNG.com, SUBANG – Terkait timbunan sampah yang kerap menyumbat aliran Sungai  Cigadung yang berasal dari gundukan sampah di tempat pembuangan …

Setahun Zona Merah di Indonesia

PADA 2 Maret 2020, Presiden Jokowi mengumumkan dua warga Depok, Jawa Barat, terpapar virus mematikan Covid-19. Setelah pengumuman menyeramkan itu, suasana …