Air DAS Cilamaya Sudah Tercemar dan Berbahaya untuk Tubuh

BANDUNG – Air di Daerah Aliran Sungai (DAS) Cilamaya dinyatakan tercemar berdasarkan hasil uji lab yang dilakukan Perum Jasa Tirta (PJT) II Jatiluhur. Dalam air tersbut terdapat kandungan sianida yang bisa membahayakan tubuh masnusia jika dikonsumsi dalam jangka panjang.

Asisten Manajer Laboratorium PJT II Jatiluhur, Leni Mulyani menyebut uji lab ini dilakukan setelah berkoordinasi bersama anggota DPR RI Dedi Mulyadi untuk memeriksa kualitas air Sungai Cilamaya. Dasarnya, banyak industri berlokasi di Subang dan Purwakarta yang berada di sepanjang aliran sungai yang diduga melakukan pencemaran.

“Dari sample air yang diambil di empat titik DAS Cilamaya secara umum hasilnya  bahwa air sungai tersebut secara umum tercemar,” kata Leni melalui siaran tertulis yang diterima, Rabu (16/10/2019).

Parameter air tercemar dilihat dari standar baku mutu COD di angka 10 dan BOD berada di angka 2. Sedangkan, hasil lab menunjukan COD dan BOD mencapai delapan ratus. Dengan demikian, kualitas air sungai sudah tidak bisa dikonsumsi di rumah tangga.

“Standarnya 10 COD dan BOD 2, ini diatas standar dan cukup saya katakan untuk tidak dikonsumsi untuk rumah tangga,karena apabila digunakan secara jangka panjang akan berbahaya” jelasnya.

Hasil uji laboratorium tersebut diumumkan oleh pihak Laboratorium PJT II kepada perwakilan perusahaan yang berada di aliran DAS Cilamaya, Pemkab Karawang, Pemkab Subang dan Pemkab Purwakarta. Pertemuan tersebut guna mencari solusi untuk menyelesaikan pencemaran Aliran Sungai Cilamaya yang cukup mengkhawatirkan.

Terpisah, Anggota DPR RI Dedi Mulyadi, mengatakan bahwa semua pihak harus memikirkansolusi secara jangka panjang dalam menyelesaikan masalah pencemaran sungai Cilamaya.

“Hasilnya kan tadi ada malahan ada unsur sianida yang cukup berbahaya kan,meskipun unsur positifnya juga ada, fospat dan amoniak yang baik untuk pertanian sebagai pupuk,” jelasnya.

Muara akhirnya diharapkan semua perusahaan yang berada dalam kawasan DAS Cilamaya tidak lagi membuang limbah secara sembarangan. Salah satu caranya adalah membangun IPAL Komunal secara terintegrasi.

“(IPAL komunal) dalam bentuk danau, bisa melalui danau yang sudah ada atau membangun danau baru, sehingga industri tidak membuang di sungai jaringan limbah industrinya melalui pipa, masuk ke pengelolaan limbah yang terintegrasi tersebut,” katanya.

Menurutnya, untuk merealisasikan IPAL komunal itu hanya diperlukan lahan seluas satu hingga dua hektar. Semua bisa dilakukan jika tiga pemerintah daerah yang dilalui sungai Cilamaya beserta perusahaannya menganggarkannya secara bersama – sama.

“Ya nanti tinggal dibagi tiga saja, untuk penganggarannya saya kira bisa ko apalagi kan sungai tersebut dimanfaatkan oleh masyarakat juga ya perlu lah ada perhatian dan respon dari ketiga pemerintah daerahnya,” jelasnya. (bbb)

Loading...

loading...

Feeds

SOR

Dispora: Nilai Kerugian Belum Dihitung

pojoksatu.com,BANDUNG – Atap Stadion Sepakbola di Sarana Olah Raga (SOR) Arcamanik, Kota Bandung mengalami kerusakan di bagian tribun timur. Atap …
sungai

Sungai di Subang Mulai Alami Kerusakan

pojoksatu.com,SUBANG – Dampak kerusakan alam yang diakibatkan penambangan pasir dan limbah industri mulai terasa. Sejumlah pihak mulai mengkhawatirkan dampak buruu …
kampung

Kampung Jabong Bau Kotoran Sapi

pojoksatu.com,SUBANG – Warga di Desa Curugrendeng  Kecamatan Jalancagak, Kabupaten Subang mengeluhkan bau tak sedap yang menyengat dari keberadaan peternakan sapi …