Tahun 2020, Pemprov Jabar Akan Bangun Panti Rehabilitasi ODGJ

ilustrasi

ilustrasi

POJOKBANDUNG.com, BANDUNG – Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jawa Barat bakal mendirikan panti sosial rehabilitasi untuk penanganan mantan orang dengan gangguan jiwa (ODGJ). Unit bangunan ini bakal direalisasikan pada 2020 nanti.


Kepala Seksi Rehabilitasi Tuna Sosial, Korban Penyalahgunaan Napza dan Perdagangan Orang Dinas Sosial Jawa Barat, Ipik Supena mengatakan, seiring dengan Undang-undang yang diperbaharui, saat ini pemerintah provinsi dituntut memiliki panti.

“Rencananya tahun depan akan menambah unit bangunan untuk membuat panti sosial rehabilitasi eks ODGJ,” ujar Ipik, Minggu (13/10/2019).

Lokasi panti tersebut akan terletak di Cisarua, Kabupaten Bandung Barat (KBB). Dimana pihaknya memiliki lahan dengan luas 2-3 hektare.

“Mudah-mudahan anggaran tahun depan bisa mendukung. Anggaran dalam pembahasan RKA (Rencana Kerja Anggaran),” ucapnya.

Ipik mengungkapkan, sebelumnya permasalahan ODGJ termasuk Penyandang Masalah Kesejahteraan Sosial (PMKS) merupakan kewenangan pemerintah kabupaten/kota dan pemerintah pusat. Namun saat ini, Pemprov Jabar memiliki mandat untuk melalukan pelayanan dasar kepada mantan ODGJ.

“Sekarang pusat itu kewenangannya balai bimbingan lanjutan, tapi untuk pelayanan dasarnya ada di provinsi. Jadi kita dituntut harus punya panti,” ucapnya.

Dia menyampaikan, panti ini nantinya bakal melayani 50 mantan ODGJ. Selanjutnya, pihaknya akan melengkapi sarana dan prasarana hingga SDM untuk memaksimalkan pelayanan.

“Nanti kita bisa memiliki satu panti bisa memfasilitasi 1.000 orang. Karena itu perlu anggaran yang cukup besar,” ucapnya.

Sejauh ini, kata dia, sudah banyak masyarkat yang ikut terjun menangani permasalahan ODGJ ini, seperti di Bekasi dan Tasikmalaya. Pihaknya mengapresiasi masyarakat yang peduli pada permasalahan sosial.

“Merekalah yang sekarang menjadi garda terdepan membantu pemerintah. Kami apresiasi masyarkat sudah banyak yang berpatisipasi,” katanya.

Menurut dia, setiap tahun dinsos mengembalikan eks ODGJ sekitar 200 sampai 300 orang kepada keluarganya, bahkan kata Ipik, pihaknya juga menerima kiriman eks ODGJ dari daerah lain seperti DKI Jakarta, Jawa Timur dan Jawa Tengah.

“Jadi orang Jabar di tangani oleh daerah lain setelah sembuh di kembalikan lagi ke kami,” pungkasnya.(arh/bbs)

Loading...

loading...

Feeds

Kereta api

Puluhan Gerbong Kereta Api Hangus

POJOKBANDUNG.com,SUBANG – Tumpukan gerbong kereta api di Stasiun Cikaum terbakar. Peristiwa itu terjadi sekitar Pukul 16.40 Wib. Petugas stasiun pun …

Layanan LinkAja Permudah Pembayaran BP Jamsostek

POJOKBANDUNG.com, BANDUNG – Pembayaran tagihan secara elektronik semakin diminati masyarakat. Fungsi utamanya, untuk meningkatkan kesadaran terhadap penggunaan instrumen nontunai, sehingga …
alam

Kades Dituntut Kembangkan Potensi Alam

POJOKBANDUNG.com,SUBANG – Anggota DPRD Subang, Hendra Purnawan meminta para Kepala Desa untuk menggali potensi alam di wilayah kerjanya. Untuk mewujudkannya, …
Pemuda

Pemuda Jangan Hanya Bisa Berkomentar

POJOKBANDUNG.com,SUBANG – Mantan bendahara PA GMNI Cabang Subang, Suginto terpilih menjadi Ketua Persatuan Alumni Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia (PA GMNI) …
Kemiskinan

Targetkan Kemiskinan Turun 3,14 Persen

POJOKBANDUNG.com,BANDUNG – Pemerintah Kota (Pemkot) Bandung targetkan kemiskinan di kota kembang menurun jadi 3,14 persen dari jumlah penduduk Kota Bandung …
parkir

Retribusi Parkir Jauh dari Target

POJOKBANDUNG.com,BANDUNG – Keberadaan mesin parkir belum mampu mendongkrak pendapatan retribusi parkir di Kota Bandung. Tahun ini saja, dari target Rp72 …
cpns

Masyarakat Diminta Hindari Oknum Calo CPNS

POJOKBANDUNG.com, KABUPATEN BANDUNG – Masyarakat diminta tidak tergoda rayuan calo pada pelaksanaan seleksi Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS) di lingkup …