PT Mandiri Sejahtera Sentra Salahi Prosedur Peledakan Tambang

Penampakan rumah yang hancur akibat dihantam batu yang berasal dari tambang batu di Purwakarta pada Selasa (8/10/2019).

Penampakan rumah yang hancur akibat dihantam batu yang berasal dari tambang batu di Purwakarta pada Selasa (8/10/2019).

POJOKBANDUNG.com, BANDUNG – Peristiwa longsor batu di Kabupaten Purwakarta terjadi akibat peledakan tambang yang menyalahi prosedur, dan tidak sesuai dengan uji kelayakan. Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jawa Barat memutuskan untuk menghentikan sementara aktivitas tambang oleh PT Mandiri Sejahtera Sentra (MSS), selaku pemegang Izin Usaha Pertambangan (IUP).


Dinas Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Jabar setelah melakukan investigasi peristiwa longsor batu, yang terjadi di Kampung Cihandeuleum, Desa Sukamluya, Kecamatan Tegalwaru, Kabupaten Purwakarta.

“Berdasarkan hasil investigasi, PT Mandiri Sejahtera Sentra (MSS), selaku pemegang Izin Usaha Pertambangan (IUP) di lokasi tersebut, membuat kesalahan perencanaan karena desain peledakan yang dipakai tidak sesuai dengan dokumen studi kelayakan,” kata Kepala Dinas ESDM Jabar, Bambang Tirtoyuliono, Minggu (13/10/2019).

Ia menjelaskan, hasil investigasi itu ditindaklanjuti dengan pertemuan bersama sejumlah pihak, yakni Inspektorat Tambang, Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Jabar dan Kabupaten Purwakarta, perwakilan PT MSS, serta Biro Hukum dan HAM Setda Provinsi Jabar.

Semua pihak menyampaikan hal teknis dan pandangan yang bersifat administratif. Hasilnya, pertemuan itu bermuara pada dua kesimpulan. Pertama, memerintahkan PT MSS untuk segera mengevakuasi masyarakat yang terdampak.

Yang kedua, pemerintah provinsi akan merekomendasikan kepada DPMPTSP (Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu) Jabar untuk menghentikan sementara operasional pertambangan.

Nantinya, kata Bambang, Dinas ESDM membuat kriteria catatan teknis yang mesti dipenuhi dalam waktu yang sudah ditentukan PT MSS apabila ingin kembali beroperasi. Rekomendasi dan kriteria tersebut akan diberikan ke DPMPTSP Jabar pada Senin (13/10).

“Berdasarkan regulasi, alur penindakan itu. Pertama, teguran tertulis satu, teguran tertulis dua. Kemudian, penghentian sementara. Baru pencabutan permanen. Jadi, kalau tidak memenuhi kriteria dalam kurun waktu yang telah ditentukan, pasti diusulkan dicabut izinnya,” ucapnya.

Sedangkan langkah preventif yang dilakukan Dinas ESDM Jabar adalah mengevaluasi pertambangan di Tanah Pasundan. Tujuannya tentu saja supaya insiden serupa tidak terjadi.

“Paling tidak satu tahun satu kali kita melakukan fungsi dan pengendalian terhadap pertambangan yang berizin kita lakukan secara periodik evaluasi,” pungkasnya.

(arh)

Loading...

loading...

Feeds

Layanan LinkAja Permudah Pembayaran BP Jamsostek

POJOKBANDUNG.com, BANDUNG – Pembayaran tagihan secara elektronik semakin diminati masyarakat. Fungsi utamanya, untuk meningkatkan kesadaran terhadap penggunaan instrumen nontunai, sehingga …
Kemiskinan

Targetkan Kemiskinan Turun 3,14 Persen

POJOKBANDUNG.com,BANDUNG – Pemerintah Kota (Pemkot) Bandung targetkan kemiskinan di kota kembang menurun jadi 3,14 persen dari jumlah penduduk Kota Bandung …
parkir

Retribusi Parkir Jauh dari Target

POJOKBANDUNG.com,BANDUNG – Keberadaan mesin parkir belum mampu mendongkrak pendapatan retribusi parkir di Kota Bandung. Tahun ini saja, dari target Rp72 …
cpns

Masyarakat Diminta Hindari Oknum Calo CPNS

POJOKBANDUNG.com, KABUPATEN BANDUNG – Masyarakat diminta tidak tergoda rayuan calo pada pelaksanaan seleksi Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS) di lingkup …
Jalan tol

Siapkan Rekayasa Lalin Dua Bulan

pojoksatu.com,SOREANG – Dinas Perhubungan (Dishub) Kabupaten Bandung melakukan rekayasa lalu lintas untuk pengendara yang melintasi persimpangan Gading Tutuka, Soreang, Kabupaten …