Buang Sial dengan Tradisi “Rempug Tarung Adu Tomat”

TRADISI : Warga saling melempar buah tomat pada tradisi Rempug Tarung Adu Tomat di Kampung Cikareumbi, Lembang, KBB, Minggu (13/10). Tradisi tersebut merupakan ungkapan dalam membuang hal buruk. (Foto : TAOFIK ACHMAD HIDAYAT/RADAR BANDUNG)

TRADISI : Warga saling melempar buah tomat pada tradisi Rempug Tarung Adu Tomat di Kampung Cikareumbi, Lembang, KBB, Minggu (13/10). Tradisi tersebut merupakan ungkapan dalam membuang hal buruk. (Foto : TAOFIK ACHMAD HIDAYAT/RADAR BANDUNG)

POJOKBANDUNG.com, LEMBANG – Berbagai cara dilakukan orang untuk membuang segala macam bentuk hal buruk atau sifat yang tidak baik. Bagi masyarakat Kampung Cikareumbi Desa Cikidang Kec. Lembang Kab. Bandung Barat, membuang sial dilakukan dengan cara unik yakni dengan perang tomat atau yang biasa disebut Rempug Tarung Adu Tomat oleh warga setempat, Minggu (13/10/2019).


Sebanyak dua ton tomat dihabiskan warga  dalam perang-perangan ini, tomat yang digunakan adalah yang sudah busuk. Makna yang tersirat dari perang tomat busuk ini adalah sebagai simbol pembuangan sifat buruk manusia.

Tujuan lain acara ini juga sebagai upaya mengenalkan sekaligus memelihara budaya lokal. Sebelum perang tomat dimulai, acara adat lainnya yaitu mengadakan ngaruwat bumi dengan menyembelih seekor kambing di huluwetan atau sumber air kemudian darahnya dimasukkan dalam lubang lalu dikubur dengan berbagai macam sesajen di sumber air tersebut yang dilakukan setiap tanggal 14 Muharam.

Menurut inspirator ritual perang tomat, Mas Nanu Muda Sunda, hasil panen sayuran terutama tomat sangat melimpah dan patut disyukuri. Cara mensyukuri rezeki dari hasil bumi masyarakat Kampung Cikareumbi dengan mengadakan perang tomat.

“Sejarahnya, perang ini awalnya karena banyaknya tomat busuk pada musim panen tahun 2011 lalu, karena dibiarkan dan akhirnya jadi busuk lalu warga berfikir bagaimana agar tomat ini bisa bermanfaat. Nah, daripada dibuang akhirnya sejak tahun 2012 tomat-tomat yang busuk ini menjadi ‘peluru’ yang digunakan dalam perang tomat,” ungkap budayawan lokal yang kerap disapa Abah Nanu.

Dari sejak tahun itulah, setiap tahun warga kampung Cikareumbi rutin menggelar perang tomat yang tidak hanya diikuti oleh warga setempat saja namun para penonton juga ikut larut dalam perang-perangan ini.

Meski perang ini hanya berlangsung selama setengah jam, namun ribuan tomat yang awalnya dilempar oleh dua tim yang masing-masing tim berjumlah 10 orang mengenakan baju pangsi warna hitam lengkap dengan helm dan tameng yang terbuat dari anyaman bambu, membuat jalanan memerah dibanjiri tomat pecah serta menebar bau asam menyengat karena tomat dilemparkan sekenanya.

“Jadi perang ini tidak sekedar melempar atau membuang tomat yang sudah busuk, namun lebih dari itu, kami harap bisa menjadi daya tarik masyarakat luar agar mau datang dan membeli hasil pertanian warga lokal,” tuturnya.

Sebelum perang tomat yang merupakan acara puncak, terlebih dahulu dilakukan arak-arakan yang mengusung berbagai hasil panen sayuran seperti tomat, kol,brokoli, buncis, umbi-umbian, terong, lalapan dan lainnya diwadahi dalam tandu yang dihias sedemikian rupa dengan iringan musik tradisional dengan mengitari perkampungan warga.

“Jadi acara ini terdiri dari tiga rangkaian kegiatan, pertama ruatan bumi, hajat buruan dan ditutup perang tomat. Semoga ke depannya acara seperti ini dapat terus digelar sebagai upaya memelihara dan mengembangan potensi, baik sumber daya alam, manusia maupun seni dan budaya,” tandasnya.

(bie)

 

 

Loading...

loading...

Feeds

RINTIS: Ulfah Nurfebrianti pemilik dari dorokdokcu berfoto bersama camilan yang diproduksinya.

Gabung Flatfrom Grab, Usaha Dorokdokcu Melejit

POJOKBANDUNG.COM, Belum pernah terpikirkan sebelumnya di benak Ulfah Nurfebrianti, di usianya yang ke-25, mojang asli Bandung ini sukses merintis usaha …
karate

Karate Jabar Sumbang Medali Emas

POJOKBANDUNG.com,BANDUNG – Cabang olahraga (cabor) Karate Jawa Barat berhasil menyabet satu medali emas pada Pekan Olahraga Nasional (Popnas) XV tahun …
Fokus

Fokus Kaji Pemilihan yang Murah

POJOKBANDUNG.com,BANDUNG – Gubernur Jawa Barat, Ridwan Kamil meminta pemerintah fokus mengkaji Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) secara langsung dengan biaya yang …