BKKBN Lakukan Rebranding Songsong Bonus Demografi

MEMAPARKAN: Kepala BKKBN, Hasto Wardoyo saat menjadi pemateri pada acara Studi Kasus Strategi Mengadapi Dampak Bonus Demografi, di Gedung Andarawina Sespim Polri, Lembang, Kabupaten Bandung Barat, Kamis (10/10). (foto: ASEP RAHMAT/ RADAR BANDUNG)

MEMAPARKAN: Kepala BKKBN, Hasto Wardoyo saat menjadi pemateri pada acara Studi Kasus Strategi Mengadapi Dampak Bonus Demografi, di Gedung Andarawina Sespim Polri, Lembang, Kabupaten Bandung Barat, Kamis (10/10). (foto: ASEP RAHMAT/ RADAR BANDUNG)

POJOKBANDUNG.com, BANDUNG – Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) bakal melakukan rebranding mulai dari logo, slogan, jargon bahkan sampai tagline. Rebranding dilakukan sebagai upaya menyongsong era bonus demografi pada 2020, dan mengenalkan lebih luas program BKKBN kepada para kaum milenial.


Kepala BKKBN, Hasto Wardoyo menilai, rebranding bisa mendorong suksesnya program BKKBN seperti menurunkan laju pertumbuhan penduduk, mengurangi angka stunting, menekan pernikahan dini, menekan kematian ibu dan bayi serta menunda usia pernikahan.

“Kami harus menyesuaikan dengan perubahan zaman, khususnya mengikuti keinginan generasi milenial yang lebih kekinian,” ucap Hasto didampingi Kepala BKKBN Provinsi Jawa Barat, Teguh Santoso
saat ditemui usai menjadi pemateri pada acara Studi Kasus Strategi Mengadapi Dampak Bonus Demografi di Gedung Andarawina Sespim Polri, Lembang, Kabupaten Bandung Barat, kemarin.

Mantan Bupati Kulon Progo itu melanjutkan, saat ini rebranding masih dalam tahap kajian. Targetnya bisa selesai pada November atau Desember 2019. Kemudian awal tahun 2020 sudah mulai dikampanyekan.

“Rencannya awal tahun kita kampanyekan inovasi ini. Mudah-mudahan bisa diterima oleh generasi masa depan,” jelasnya.

Selain itu, kata Hasto, untuk menyikapi bonus demografi nanti pihaknya sudah menyiapkan Grand Design Pembangunan Kependudukan (GDPK) sampai tingkat kabupaten dan kota, sebagai upaya daya ungkit terhadap pembangunan lokal.

“GDPK ini harus dilakukan, jika tidak program kependudukan tidak punya daya ungkit terhadap pembangunan di tataran lokal,” imbuhnya.

Dalam kesempatan itu juga Hasto mengajak generasi milenial bisa menurunkan kejadian kehamilan tidak dikehendaki (unintended pregnancy) dan menurunkan angka kehamilan di luar nikah, termasuk menekan angka perceraian dikalangan generasi muda dengan cara berfikir matang untuk melaksanakan pernikahan.

“Kehamilan tidak dihkendaki itu mengancam kematian ibu dan bayi. Misalnya, karena kehamilan tak dikehendaki sang ibu malas minum vitamin, tak mau kontrol ke dokter kandungan. Akibatnya kesehatan bayi yang dilahirkan terganggu seperti stunting. Kasus seperti itu banyak terjadi,” papar Hasto.

Ia juga menyebut, penundaan usia nikah sangat penting. Secara kesehatan idealnya usia nikah bisa dilaksanakan pada usia 20 tahun ke atas. Sebab, jika usia nikah kurang (16 tahun) rahim perempuan belum siap untuk melahirkan karena pertumbuhan tulang sang ibu masih berkembang.

“Perempuan, usia kurang 20 tahun itu pertumbuhannya masih berkembang, tulang dan badannya masih tumbuh. Jika ditambah dengan pertumbuhan bayi dalam kandungan sangat riskan, kondisi ibu dan bayi bisa terganggu,” terangnya.

“Periode 2020 nanti kami akan gencar melakukan kampanye program-program BKKBN untuk mendorong kesejahteraan masyarakat dengan beragam inovasi,” pungkasnya.

(arh)

Loading...

loading...

Feeds

Kereta api

Puluhan Gerbong Kereta Api Hangus

POJOKBANDUNG.com,SUBANG – Tumpukan gerbong kereta api di Stasiun Cikaum terbakar. Peristiwa itu terjadi sekitar Pukul 16.40 Wib. Petugas stasiun pun …

Layanan LinkAja Permudah Pembayaran BP Jamsostek

POJOKBANDUNG.com, BANDUNG – Pembayaran tagihan secara elektronik semakin diminati masyarakat. Fungsi utamanya, untuk meningkatkan kesadaran terhadap penggunaan instrumen nontunai, sehingga …
alam

Kades Dituntut Kembangkan Potensi Alam

POJOKBANDUNG.com,SUBANG – Anggota DPRD Subang, Hendra Purnawan meminta para Kepala Desa untuk menggali potensi alam di wilayah kerjanya. Untuk mewujudkannya, …
Pemuda

Pemuda Jangan Hanya Bisa Berkomentar

POJOKBANDUNG.com,SUBANG – Mantan bendahara PA GMNI Cabang Subang, Suginto terpilih menjadi Ketua Persatuan Alumni Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia (PA GMNI) …
Kemiskinan

Targetkan Kemiskinan Turun 3,14 Persen

POJOKBANDUNG.com,BANDUNG – Pemerintah Kota (Pemkot) Bandung targetkan kemiskinan di kota kembang menurun jadi 3,14 persen dari jumlah penduduk Kota Bandung …
parkir

Retribusi Parkir Jauh dari Target

POJOKBANDUNG.com,BANDUNG – Keberadaan mesin parkir belum mampu mendongkrak pendapatan retribusi parkir di Kota Bandung. Tahun ini saja, dari target Rp72 …
cpns

Masyarakat Diminta Hindari Oknum Calo CPNS

POJOKBANDUNG.com, KABUPATEN BANDUNG – Masyarakat diminta tidak tergoda rayuan calo pada pelaksanaan seleksi Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS) di lingkup …