414 Desa di Papua Dialiri Listrik Tahun Depan

JAKARTA – Pelistrikan Papua merupakan pekerjaan rumah besar yang dihadapi PT PLN (Persero) Direktorat Bisnis Regional Maluku dan Papua dalam menyokong cita-cita Indonesia terang secara berkeadilan. Tahun 2020, PLN menargetkan akan melistriki 78.000 rumah di Papua.

Sesuai data yang dipaparkan Direktur Bina Program Kelistrikan KESDM Jisman S, untuk mencapai Rasio Desa Berlistrik (RDB) 100% di Provinsi Papua dan Papua Barat pada 2020 nanti, masih ada 414 desa dengan lebih kurang 78.000 rumah yang harus dilistriki.

Direktur Bina Program Kelistrikan Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Jisman S memaparkan, untuk mencapai Rasio Desa Berlistrik (RDB) 100 persen di Papua dan Papua Barat pada 2020, masih ada 414 Desa dengan sekitar 78 ribu rumah yang harus dilistriki.

Namun, menghadirkan terang di seluruh bumi Papua bukan masalah sederhana. Tantangan penugasan Perusahaan Listrik Negara (PLN) di Indonesia Timur, khususnya Papua untuk menuju RDB 100 persen adalah keterbatasan infratruktur. Tantangan itu dialami Farah Aida Ilmiatul Kulsum, mahasiswa Ilmu Budaya dari Universitas Gadjah Mada, yang tahun lalu ikut dalam tim surveyor program inisiatif strategis ‘Ekspedisi Papua Terang 2018’.

Survei yang dilakukan Farah meliputi penghitungan jumlah penduduk yang harus dilayani, pengukuran luas lahan dan bidang tanah sebagai lokasi penempatan instalasi listrik, serta kondisi medan jelajah. Hasil survey tersebut menjadi dasar penentuan jenis sistem pembangkit listrik yang akan diterapkan.

“Data hasil survey tersebut sekarang sudah mulai dieksekusi melalui program lanjutan ‘1000 Renewable Energi untuk Papua’. Melalui survei tersebut, PLN mendapatkan data berapa desa yang harus dilistriki, berapa jumlah penduduknya, bagaimana tingkat ekonominya, dan sumber energi apa yang potensial,” ujarnya melalui keterangan resmi yang diterima, Kamis (10/10).

Pembangunan kelistrikan diharapkan bisa berjalan paralel dengan pengembangan infrastruktur seperti jalan raya, pengembangan pusat-pusat produksi, ekonomi, pendidikan, kesehatan, serta budaya yang semakin maju, modern, dan mandiri. Ini dalam rangka mendukung dan memperkuat kemajuan masyarakat yang adil dan makmur dalam bingkai NKRI.

Untuk diketahui, wilayah kerja PLN di Papua dan Papua Barat mencakup 546.633 kilometer persegi dengan 3.749 pulau. Dari ribuan pulau itu hanya 140 pulau yang berpenghuni, dan PLN sudah melistriki 128 di antaranya dengan pembangunan transmisi sepanjang 218 kms yang dilayani gardu.

Adapun, 128 pulau itu dilayani dengan 108 sistem kelistrikan, dimana 18 di antaranya merupakan Sistem Kelistrikan Besar (>2MW) dan 90 sisanya masuk Sistem Kelistrikan Kecil dengan kapasitas kurang dari 2 MW. Total daya mampu dari 108 sistem kelistrikan itu mencapai 358.97 MW, dengan beban puncak 285.45 MW. Dibandingkan dengan Jakarta yang mencapai 20 ribu MW, angka ini tentu sangat kecil.

Executive Vice President Operasi Regional Maluku Papua (OR-MP) Indradi Setiawan mengatakan, hasil survei tim EPT menjadi pembuka peta tentang berapa kapasitas listrik yang diperlukan untuk Papua, serta program dan jenis pembangkit apa yang cocok untuk masing-masing lokasi.

“Untuk wilayah Papua yang jumlah penduduknya tidak besar, dengan kerapatan hunian rendah karena terpencar di berbagai pelosok, memang tak mungkin dibangun infrastruktur kelistrikan berskala besar,” katanya. (jpc/*)

Loading...

loading...

Feeds

Pemkab Bandung Serius Tegakkan KTR

Keseriusan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bandung untuk mengimplementasikan Peraturan Daerah (Perda) Nomor 13 Tahun 2017 Tentang Kawasan Tanpa Rokok (KTR) sangat …

DLH Juara KIP Kabupaten Bandung 2019

Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Bandung mendapatkan penghargaan sebagai peringkat pertama untuk kategori Utama Monitoring dan Evaluasi (Monev) Penerapaan Undang-undang …

Ketua KPK “Kejar” Jokowi Terbitkan Perppu

Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Agus Rahardjo berharap Presiden Joko Widodo (Jokowi) masih bersedia untuk dapat menerbitkan Peraturan Pemerintah Pengganti …