Dibandrol Rp 27 Juta, Samsung Galaxy Fold Rusak Lagi

Layar smartphone lipat Samsung Galaxy Fold ditemukan rusak lagi. (TechCrunch)

Layar smartphone lipat Samsung Galaxy Fold ditemukan rusak lagi. (TechCrunch)

POJOKBANDUNG.com – Samsung Galaxy Fold baru saja diumumkan bisa dibeli pekan lalu di pasar Korea Selatan (Korsel), Amerika Serikat (AS) dan Inggris. Perilisan tersebut seharusnya terjadi pada awal tahun ini, namun karena perangkatnya ditemukan rusak pada tahap awal, Samsung urung melakukannya.

Kini, setelah upaya perilisan kedua, perangkat tersebut ditemukan rusak lagi. Kerusakan terjadi di bagian layar. Menurut laporan dari Brian Heater dari TechCrunch, dirinya mendapati unit Galaxy Fold yang sedang direviewnya rusak sekitar satu hari penggunaan.

Meskipun kerusakannya kurang dari satu centimeter, kemungkinan kerusakan layar tersebut merembet ke area lain cukup besar. Menurut Heater, dia tidak menjatuhkan atau merusak handset dengan cara apa pun.

Dia berspekulasi bahwa kerusakan itu bisa disebabkan selama proses menutup atau melipat perangkat. Samsung sendiri telah mengambil kembali handset untuk melihat apa yang salah.

Samsung mereka memang memperingatkan pengguna tentang handset dan cara menanganinya dengan benar. Kemasan ponsel datang dengan banyak instruksi dan peringatan tentang cara merawat layar.

Sebagai informasi, Samsung Galaxy Fold adalah perangkat yang terbilang inovatif. Smartphone lipat ini ditawarkan dengan harga USD 1.980 atau sekira Rp 27 juta.

(apt/jpc)

Loading...

loading...

Feeds

Pemkab Bandung Serius Tegakkan KTR

Keseriusan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bandung untuk mengimplementasikan Peraturan Daerah (Perda) Nomor 13 Tahun 2017 Tentang Kawasan Tanpa Rokok (KTR) sangat …

DLH Juara KIP Kabupaten Bandung 2019

Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Bandung mendapatkan penghargaan sebagai peringkat pertama untuk kategori Utama Monitoring dan Evaluasi (Monev) Penerapaan Undang-undang …

Ketua KPK “Kejar” Jokowi Terbitkan Perppu

Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Agus Rahardjo berharap Presiden Joko Widodo (Jokowi) masih bersedia untuk dapat menerbitkan Peraturan Pemerintah Pengganti …