Program Employer Volunteering Ajak Petani Bandung Utara Terapkan Sistem Agroforestry

Program Employer Volunteering Ajak Petani Bandung Uatra Terapkan Sistem Agroforestry

Program Employer Volunteering Ajak Petani Bandung Uatra Terapkan Sistem Agroforestry

POJOKBANDUNG.com, BANDUNG – Karyawan Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Ketenagakerjaan Kantor Wilayah Jawa Barat menggelar Employer Volunteering bersama Yayasan Odesa Indonesia, Rabu (11/9/2019). Kegiatan itu berupa agroforestry di kawasan perbukitan Bandung Utara, Desa Cikadut Kecamatan Cimenyan, Kabupaten Bandung.


Deputi Direktur Wilayah BPJS Ketenagakerjaan Jabar, Kuswahyudi mengatakan, selama ini persoalan lingkungan di perbukitan utara Kabupaten Bandung tentang lahan erosi di area pertanian kerap menjadi soal. Oleh karenanya, pihaknya bersamal Yayasan Odesa Indonesia berupaya mendorong para petani menerapkan praktik agroforestry supaya ekonomi maju, sekaligus menyelamatkan erosi.

“Ini juga sebagai bentuk dukungan penyelamatan lingkungan,” ucap Kuswahyudi saat ditemui disela-sela kegiatan.

Kuswahyudi menegaskan, dengan semangat employer volunteering para karyawan yang berkantor di Jalan PHH Mustappa Kota Bandung menyatu dengan petani Cisanggarung menanam ratusan pohon untuk tujuan penghasil pangan bergizi, dan tanaman penyangga lahan agar tidak erosi.

“Aksi employer volunteering ini kami lakukan sebagai bentuk solidaritas terhadap petani sekaligus usaha menyelamatkan lahan dari krisis lingkungan yang melanda kawasan Bandung Utara,” terang Kuswahyudi.

Pada kegiatan tersebut, selain tanaman keras jenis mahoni dan kelor, BPJS Ketenagakerjaan Kanwil Jabar juga membagikan tanaman produktif seperti sukun, nangka hanjeli, sorgum, hanjeli dan lainnya.

“Harapan kami, para petani mendapat contoh konkret dengan tindakan ini, mengembangkan agroforestry, atau pertanian ramah lingkungan, serta ratusan pohon yang kami tanam ini bisa menjadi sumber bibit pertanian lebih lanjut,” ujarnya.

Salah seorang petani Binaan Yayasan Odesa, Tardi (62) yang selama ini aktif bergiat praktik agroforestry mengaku merasa senang. Sebab, selama ini petani jarang mendapatkan bibit tanaman yang beragam untuk ditanam di lahan perkebunan mereka.

“Terima kasih atas bantuannya. Saya senang kalau diberi bibit karena tidak semua ladang harus ditanami sayur. Selalu ada ruang kosong yang bisa ditanami pohon tegakan tinggi. Saya juga akan mengajak petani lain menanam pohon,” pungkas Tardi.

(azs)

Loading...

loading...

Feeds