Sereem! Pria Ini Miliki “Tanduk Iblis”, Ini Kisahnya

POJOKBANDUNG.com – Ahli bedah di India berhasil memotong ‘tanduk iblis’ sepanjang 10 centimeter (cm) dari kepala seorang pria tua. Tanduk itu muncul setelah kepala pria itu terbentur lima tahun lalu.

Shyam Lal Yadav, 74 tahun, mengatakan tanduk yang menonjol itu mulai tumbuh sekitar lima tahun lalu, setelah kepalanya terbentur. Pada awalnya, pertumbuhantanduk itu dikendalikan oleh tukang cukurnya.

Tetapi Shyam yang bekerja sebagai petani itu mengatakan bahwa tanduk itu dengan cepat menjadi keras dan panjang sehingga dia harus mencari bantuan dari dokter.

Tanduk, yang disebut sebagai tanduk sebaceous, itu diketahui terbuat dari keratin, serat yang ditemukan di kuku kaki dan rambut manusia.

Ahli bedah saraf di Rumah Sakit Bhagyoday Tirth di Kota Sagar, India, menghilangkan tonjolan itu dan Yadav sekarang mulai pulih.

“Sekira lima tahun yang lalu pasien telah melukai kepalanya dan kemudian sebuah benjolan mulai tumbuh,”kata Dokter Vishal Gajbhiye sebagaimana dilansir Metro, Jumat (20/9/2019)

“Awalnya, dia mengabaikannya karena tidak menyebabkan ketidaknyamanan. Dia juga memotong benjolan itu di tukang cukur lokal. Namun, ketika benjolan itu mengeras dan mulai tumbuh lebih lanjut, dia mendatangi rumah sakit di Sagar.”

Dokter Vishal mengatakan karena tanduk itu terbuat dari keratin, tonjolan itu bisa dipotong dengan menggunakan pisau yang steril. Tetapi, kondisi yang mendasari pertumbuhannya masih perlu dirawat.

“Perawatannya berbeda-beda, tetapi bisa termasuk pembedahan, terapi radiasi, dan kemoterapi. Segera setelah dihilangkan, kulit dicangkokkan pada luka yang sekarang sudah sembuh total,” kata Vishal.

Dokter Vishal mengatakan karena tanduk itu terbuat dari keratin, tonjolan itu bisa dipotong dengan menggunakan pisau yang steril. Tetapi, kondisi yang mendasari pertumbuhannya masih perlu dirawat.

“Perawatannya berbeda-beda, tetapi bisa termasuk pembedahan, terapi radiasi, dan kemoterapi. Segera setelah dihilangkan, kulit dicangkokkan pada luka yang sekarang sudah sembuh total,” kata Vishal.

Shyam, yang berasal dari Desa Rahli di Madhya Pradesh, India, mengatakan benjolan itu telah bertambah besar sejak 2014. Penyebab munculnya tanduk itu masih belum diketahui, tetapi diyakini bahwa paparan radiasi atau sinar matahari dapat memicu kondisi tersebut.

Awalnya para dokter melakukan pemindaian pada Shyam untuk menentukan perawatan apa yang diperlukan. Ahli bedah kemudian menggunakan pisau cukur untuk menghilangkan tanduk dan perlu mengobati akar penyebab pertumbuhan untuk mencegahnya kembali di masa depan.

Shyam menghabiskan sepuluh hari di rumah sakit untuk pulih dari operasi dan biopsi pertumbuhan menegaskan itu tidak berbahaya.

Dokter Vishal mengatakan karena tanduk itu terbuat dari keratin, tonjolan itu bisa dipotong dengan menggunakan pisau yang steril. Tetapi, kondisi yang mendasari pertumbuhannya masih perlu dirawat.

“Perawatannya berbeda-beda, tetapi bisa termasuk pembedahan, terapi radiasi, dan kemoterapi. Segera setelah dihilangkan, kulit dicangkokkan pada luka yang sekarang sudah sembuh total,” kata Vishal.

Shyam, yang berasal dari Desa Rahli di Madhya Pradesh, India, mengatakan benjolan itu telah bertambah besar sejak 2014. Penyebab munculnya tanduk itu masih belum diketahui, tetapi diyakini bahwa paparan radiasi atau sinar matahari dapat memicu kondisi tersebut.

Awalnya para dokter melakukan pemindaian pada Shyam untuk menentukan perawatan apa yang diperlukan. Ahli bedah kemudian menggunakan pisau cukur untuk menghilangkan tanduk dan perlu mengobati akar penyebab pertumbuhan untuk mencegahnya kembali di masa depan.

Shyam menghabiskan sepuluh hari di rumah sakit untuk pulih dari operasi dan biopsi pertumbuhan menegaskan itu tidak berbahaya.

(apt/metro)

Loading...

loading...

Feeds

Pemkab Bandung Serius Tegakkan KTR

Keseriusan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bandung untuk mengimplementasikan Peraturan Daerah (Perda) Nomor 13 Tahun 2017 Tentang Kawasan Tanpa Rokok (KTR) sangat …

DLH Juara KIP Kabupaten Bandung 2019

Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Bandung mendapatkan penghargaan sebagai peringkat pertama untuk kategori Utama Monitoring dan Evaluasi (Monev) Penerapaan Undang-undang …

Ketua KPK “Kejar” Jokowi Terbitkan Perppu

Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Agus Rahardjo berharap Presiden Joko Widodo (Jokowi) masih bersedia untuk dapat menerbitkan Peraturan Pemerintah Pengganti …