Polemik FILM THE SANTRI, Yusuf Mansur Tanggapi Komentar UAS, Wagub Jabar Juga Mengkritisinya

POJOKBANDUNG.com, BANDUNG – Ustaz Yusuf Mansur langsung memberi tanggapan atas komentar Ustaz Abdul Somad terhadap Film The Santri yang kontroversi dan dibintangi anaknya, Wirda Mansur.


USTAZ Abdul Somad tanggapi Film The Santri yang dibintangi Wirda Mansur anak Ustaz Yusuf Mansur.

Ustaz Abdul Somad mengaku sudah menonton Film The Santri, meski tidak sampai habis.

Menurut Ustaz Abdul Somad (UAS), Film The Santri karya Livi Zheng itu ada beberapa momen yang dinilai bertentangan dengan ajaran Nabi Muhammad SAW, terutama terkait masuk ke tempat ibadah agama lain.

“Maka dalam Islam, mazhab Syafii mengharamkan masuk ke dalam rumah ibadah (yang) di dalamnya ada berhala,” tegas UAS

Seperti diketahui, Film The Santri memunculkan polemik di tengah masyarakat, hingga muncul komentar sejumlah kalangan, termasuk Ustaz Abdul Somad.

Terkait polemik dan banyaknya tanggapan para ulama itu, Ustaz Yusuf Mansur, ayah Wilda Mansur, yang ikut membintangi Film The Santri pun memberi tanggapan.

Melalui akun media sosialnya, Ustaz Yusuf Mansur menyebut bahwa dirinya sudah membaca komenter Ustaz Abdul Somad dan Ustaz Buya Yahya.

“Saya dah posting 2 postingan. Postingan guru2 kita semua… Postingan UAS, postingan Buya Yahya… ” ujar Yusuf Mansur.

Ustaz Yusuf Mansur menyebut, komentar-komentar itu bagi dirinya justru menambah manfaat dan ada empat hal yang ia dapatkan, yakni silaturahim, tambah ilmu, tambah pengetahuan, dan tambah guru.

“Inilah asyiknya persoalan ummat Islam. Jadi ilmu. Tambahan lainnya; Jadi silaturahim. Jadi nambah guru. Jadi nambah tau,” ujar Ustaz Yusuf Mansur.

Ustaz Yusuf Mansur berharap masalah bisa menjadikan berkah.

Meski demikian, Yusuf Mansur pun akan mengunggah komentar-komentar atau pandangan lain yang bisa jadi berbeda dengan pandangan sebelumnya.

“Sekali lagi semoga bisa dan berkenan baca. Tar kalo dah baca, sebelumnya saya jg tar mau ikut mengkaji dg mengaji, saya mau coba upload2 beberapa pandangan yang lain. Sehingga kita bisa tau bhw fiqh itu luas dan berwarna,” ujarnya.

“Sekali lagi, blm tentu saya berbeda dg kwn2. Blm tentu. Mari belajar terus. Lagi dan lagi. Makin nambah ilmu, makin nambah ketawadhuan,” tambah Yusuf Mansur.

Simak komentar lengkap Ustaz Yusuf Mansur berikut ini.

@yusufmansurnew: Semoga berkenan baca satu demi satu, perlahan2.

Saya dah posting 2 postingan. Postingan guru2 kita semua… Postingan UAS, postingan Buya Yahya… .

Inilah asyiknya persoalan ummat Islam.

Jadi ilmu.

Tambahan lainnya; Jadi silaturahim. Jadi nambah guru. Jadi nambah tau.

Maka, jgn sampe masalah malah nambah masalah. Misal, malah tambah pecah. Tambah ribut. Tambah berantem. Tambah ngeledek. Tambah ga akur.

Ga boleh.

Masalah kudu jadi berkah.

Bismillaah ya.

Sekali lagi semoga bisa dan berkenan baca. Tar kalo dah baca, sebelumnya saya jg tar mau ikut mengkaji dg mengaji, saya mau coba upload2 beberapa pandangan yang lain. Sehingga kita bisa tau bhw fiqh itu luas dan berwarna.

Sekali lagi, blm tentu saya berbeda dg kwn2. Blm tentu. Mari belajar terus. Lagi dan lagi. Makin nambah ilmu, makin nambah ketawadhuan.

UAS Komentari Film The Santi
Ustaz Abdul Somad mengkritik Film The Santri dengan mengatkan, haram hukumnya umat Islam masuk ke rumah ibadah orang lain.

Ustaz Abdul Somad tanggapi film The Santri yang kini ramai jadi perbincanngan.

Tanggapan Ustaz Abdul Somad terhadap Film The Santri disampaikan setelah ada satu di antara jamaah yang bertanya mengenai hal itu.

“Apa pendapat Ustadz tentang film The Santri yang tidak mencerminkan kehidupan pesantren yang sebenarnya. Dan disutradarai oleh Livi Zheng yang kontroversi itu,” kata Ustaz Abdul Somad membacakan pertanyaan jamaah.

Menjawab pertanyaan itu, Ustaz Abdul Somad menegaskan, haram hukumnya masuk ke rumah ibadah orang lain. “Haram,” tegas UAS.

“Saya tak nonton filmnya sampai habis. Baru menengok trailernya aja,” kata Ustaz Abdul Somad.

Tapi di dalam itu yang bisa dirinya komentari menurut UAS, ada dua hal.

Pertama masuk ke rumah ibadah.

“Karena Nabi SAW tak mau masuk ke dalam tempat kalau di dalam itu ada patung berhala,” kata Ustaz Abdul Somad.

“Maka dalam Islam, mazhab Syafii mengharamkan masuk ke dalam rumah ibadah (yang) di dalamnya ada berhala,” tegas UAS.

Kedua, tentang masalah laki-laki dan perempuan berdua-duaan tak mahrom.

“Pandang-pandangan. Oleh sebab itu maka, kita jaga anak cucu kita dari perbuatan-perbuatan maksiat,” katanya.

Bahwa ada misi-misi sesuatu dibalik ini semua, Ustaz Abdul Somad mengatakan wallahu alam bis shawab.

“Kita akan diminta pertanggung jawaban di hadapan Allah SWT,” katanya.

UAS menegaskan, Islam tak perlu diajari bagaimana berinteraksi sosial dengan saudara kita non muslim.

Karena kita sudah lama bertetangga.

“Apalagi orang Tanjung Pinang. Seandainya orang Tanjung Pinang ini ekstrim, takkan ada orang Tionghoa di Tanjung Pinang,” paparnya.

“Kita semuanya bisa menerima. Siapapun yang datang semua bertetangga berkawan, bersahabat,” kata Ustaz Abdul Somad.

Tapi kalau sudah dalam masalah ibadah ritual tidak ada tawar-menawar, kata UAS seraya mengutip surat Al Ikhlas.

“Sekarang banyak yang tak bisa membedakan, kebablasan. Tidak bisa membedakan mana toleransi, mana telor asin. Harus bisa dibedakan. Jangan karena toleransi mengorbankan keyakinan, akidah, anak-anak kita. Naudzubillah

“Dan orang-orang yang pernah di pesantren pun, ketika menonton itu mengatakan ini bukan anak pesantren. Anak pesantren tak begitu,” pungkas UAS.

Film The Santri menjadi film produksi PBNU dengan menggandeng sutradara yang akhir-akhir ini banyak dibicarakan, Livi Zheng.

Film yang menceritakan tentang kehidupan para santri tersebut diperankan oleh Guz Azmi, Veve Zulfikar, Wirda Mansur dan Emil Dardak.

Meski belum diproduksi, rupanya trailer film The Santri sudah dilempar ke publik.

Sejak dipublish tanggal 9 September 2019 di kanal Youtube NU Channel, trailer film The Santri sudah dilihat 1,2 juta kali.

Sejak itu pula berbagai kritik pedas dan kontroversi muncul.

Kritik pedas misalnya disampaikan Ustaz Maaher At-Thuwailibi.

Melalui akun Instagramnya @ustadzmaaher.atthuwailibi, ia melayangkan kritikan pedas terhadap Wirda Mansur selaku pemeran dalam film tersebut.

Ustaz Maaher mengunggah sebuah kolase foto Wirda Mansur beserta sebuah tulisan berisikan kritikannya.

Ia mempertanyakan soal adegan dalam trailer tersebut apakah menjadi cerminan kehidupan santri.

Tak hanya Ustaz Maaher At-Thuwailibi, kritikan juga datang dari menantu Rizieq Shihab.

Hanif Alathas, Ketua Umum Front Santri Indonesia (FSI) sekaligus menantu Rizieq Shihabm memprotes film tersebut.

Hanif Alathas menilai, film garapan Livi Zheng tersebut bukan cerminan budaya santri.

Film The Santri dianggap tak mencerminakan akhlak maupun tradisi santri di Indonesia.

“Front Santri Indonesia menolak film The Santri karena tidak mencerminkan akhlak dan tradisi santri yang sebenarnya,” kata Hanif,” katanya, dikutip dari Tribun Solo.

Mendapat kritikan pedas dari Ustaz Maaher At-Thuwailibi di Instagram, Yusuf Mansur selaku ayah Wirda Mansur pun memberikan balasan.

Balasan Yusuf Mansur juga dilayangkan via Instragramnya @yusufmansurnew dengan me-repost postingan Maaher At-Thuwailibi.

Dalam keterangan unggahannya, Yusuf Mansur berterimaksih dan minta di doakan.

“Makasih Ust Maaher. Mhn doa antum dan semua para guru.

Untuk saya dan Wirda khususnya.

Segala doa dan kebaikan u/ antum dan keluarga besar semua.

Salam dari kami,” tulisnya.

Melansir Tribunnews, tanggapan juga datang dari Wakil Gubernur Jawa Barat Uu Ruzhanul Ulum.

Uu yang juga menjadi Panglima Santri Jawa Barat ini menyayangkan sekaligus keberatan terhadap cerita film tersebut.

“Saya melihat trailer film The Santri di youtube, saya merasa keberatan,” kata Uu di Bandung, Selasa (17/9/2019)..

Uu menilai, sejumlah adegan dalam trailer film tersebut tak sesuai dengan kehidupan sesungguhnya di pesantren.

Termasuk adegan kedekatan antara laki-laki dan perempuan.

“Santri tidak seperti di film itu, pacaran, begitu dekat antara laki dan perempuan,”

Lebih lanjut, Uu menilai sikap toleransi dalam film The Santri yang menurutnya kebablasan.

Orang nomor 2 di Jawa Barat tersebut khawatir apabila film tersebut dibiarkan, masyarakat awam akan memiliki penilaian yang berbeda tentang kehidupan santri.

“Saya takut, oh ternyata santri itu begitu. Sekalipun saya sebagai orang pesantren belum melaksanakan sebagai santri teladan, tetapi santri tidak seperti di film itu,” katanya.

Uu juga khawatir jika nantinya orang-orang justru menjadikan film tersebut sebagai tuntunan.

Terlebih lagi, menurutnya santri yang merupakan calon ulama seharunya menjalani kehidupan sesuai dengan syariat Islam.

Film The Santri diharapkan Uu tidak ditayangkan ke masyrakat apabila tidak ada perbaikan.

“Saya berharap film itu tidak tayang. Kalau tayang, judulnya jangan santri,” tambahnya.

Beberapa waktu lalu, PBNU bersama dengan Livi Zheng dan Komposer Purwacaraka menggelar konferensi pers terkait film The Santri .

Livi Zheng yang menyutradari film The Santri mengatakana bahwa proses syuting baru akan dilakukan pada Oktober mendatang.

Lokasi syuting akan diadakan di dua negara yakni Indonesia dan Amerika Serikat.

Film yang dibintangi Wirda Mansur tersebut diperkirakan akan tayang pada April 2020.

Sementara untuk keterlibatan dalam film, saat itu Livi mengaku belum memutuskan.

Ketua Umum PBNU Said Aqil Siroj mengatakan bahwa film tersebut bisa menjadi media dakwah Islam.

Konteks yang diangkat yaknsi soal pendidikan, budaya, akhlak.

Film tersebut juga diklaim Siad bisa memperkokoh Islam di nusantara.

“Ciri khas Islam Nusantara, Islam yang harmonis dengan budaya, kecuali budaya yang bertentangan dengan syariat. Melalui film ini kita dakwahkan Islam yang santun, menjadikan Indonesia kiblat peradaban bukan kiblat solat ya,” katanya di Kantor PBNU, Kramat Raya, Jakarta, Senin (9/9/2019).

(apt/berbagai sumber)

Loading...

loading...

Feeds