Aktivitas Jual Beli Ikan Aligator Dilarang

EVAKUASI: Sejumlah petugas karantina saat mengevakuasi ikan aligator yang ditangkap warga.
(foto: IST)

EVAKUASI: Sejumlah petugas karantina saat mengevakuasi ikan aligator yang ditangkap warga. (foto: IST)

POJOKBANDUNG.com, BANDUNG – Dinas Kelautan dan Perikanan (DKP) Jawa Barat mengawasi peredaran jual-beli ikan aligator di masyarakat. Ikan predator tersebut dilarang karena bisa mengganggu kelestarian sumber daya di perairan Indonesia.


Kepala DKP Jabar, Jafar Ismail mengatakan, berdasarkan Peraturan Menteri Kelautan dan Perikanan Nomor 41 Tahun 2014, terdapat 152 jenis ikan yang dilarang masuk ke perairan Indonesia, di antaranya ikan aligator.

“Kami mengimbau masyarakat proaktif melaporkan ke kita, baik itu provinsi, ke dinas kabupaten/kota atau ke badan karantina, kalau ada jual-beli ikan predator (aligator). Nanti kita musnahkan,” kata Jafar, Rabu (18/9/2019).

Menurutnya, sempat ditemukan ikan aligator tertangkap oleh nelayan di Waduk Jatiluhur pada akhir 2011. Diduga ditemukannya ikan buas tersebut lantaran ada oknum yang memelihara dalam keramba jaring apung.

Ia menuturkan, ikan endemik Sungai Amazon tersebut dianggap berbahaya karena bisa memangsa ikan lain. Ia khawatir akan mengganggu habitat ikan, bahkan merugikan para nelayan maupun petambak.

“Takutnya tidak terkendali oleh si pemelihara, kalau sudah besar mungkin jaring ikannya dimakan dia bisa lepas ke danau atau perairan umum. Nanti habitat ikan bisa habis,” ungkap dia.

Jafar mengatakan, ikan berbahaya ini disita melalui Badan Karantina Ikan Pengendalian Mutu (BKIPM). Terhitung dari 12 Januari 2018 hingga 23 Agustus 2019, Stasiun Karantina Ikan Kelas II Bandung telah menyita 446 ekor ikan invasif. Jenis ikan yang disita terdiri atas aligator hingga piranha.

Sementara itu, Stasiun Karantina Ikan Kelas II Cirebon telah mengamankan 35 ikan aligator terhitung sejak 5 Juli 2018 hingga 27 Juli 2018. Ikan-ikan tersebut dimusnahkan dengan cara diawetkan atau anestesi dan dikubur.

“Yang sangat kita khawatirkan itu menyerang manusia juga. Nanti kalau ikannya lapar, bisa ke manusia,” pungkasnya Jafar.

(arh/dtk)

Loading...

loading...

Feeds

Harus Aktifkan Koperasi di Sumedang

 POJOKBANDUNG.com, KOTA – Kepengurusan Dewan Koperasi Indonesia Daerah Kabupaten Sumedang Masa Bhakti 2021-2025 diharapkan mampu mengaktifkan dan menghidupkan kembali koperasi …

Belum Bisa Layani Semua Kecamatan

POJOKBANDUNG.com, CIMAHI – Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) dan Pemadam Kebakaran kota Cimahi mengaku masih kewalahan untuk dapat melayani …

Vaksinasi Covid Telan Rp47 Miliar

POJOKBANDUNG.com, SUBANG – Badan Keuangan dan Aset Daerah (BKAD) Kabupaten Subang mengungkap, di tahun anggaran 2021 ini, Pemda Subang mendapat …

Kompak Bantu Warga yang Isolasi

POJOKBANDUNG.com, SUBANG – Warga Desa Jalancagak, Kaecamatan Jalancagak, Kabupaten Subang memberikan bantuan bagi tetangga yang tengah menjalani isolasi mandiri di …

Kerugian Bencana Capai Rp816 Juta

POJOKBANDUNG.com, SUKABUMI — Selama Januari hingga Februari 2021, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Sukabumi, mencatat terdapat 23 kejadian bencana. …

Angin Kencang, Pohon Timpa Mobil

POJOKBANDUNG.com, SUBANG – Sebuah mobil tertimpa pohon tumbang di Jalan Raya Cijambe, Subang. Akibatnya bodi kendaraan pun ringsek. Peristiwa yang …

Dorong Bupati Rampingkan SOTK

POJOKBANDUNG.com, SUBANG – Susunan Organisasi dan Tata Kerja (SOTK) Pemkab Subang dinilai terlalu gamuk sehingga pembuatan perencanaan dan penyusunan anggaran …

Bakal Punya Wadah Industri Kreatif

POJOKBANDUNG.com, NGAMPRAH – Wakil Bupati Bandung Barat, Hengky Kurniawan bertekad mewujudkan industri kreatif milenial. Gagasan itu rupanya tak main-main. Upaya …

Qlavinka, Tas Lokal Berkualitas Asal Cimahi

POJOKBANDUNG.com, CIMAHI – Nurul Fitri Istiqomah, pengusaha tas asal Kota Cimahi mencoba untuk terus menggeliatkan usaha tas lokal miliknya agar …