Siapkan Dokter Cilik Tanggap Bencana

PELATIHAN : Tim Pengabdian Masyarakat Unjani menggelar pelatihan dokter cilik di tingkat SD di Kota Cimahi. (foto: Gatot Puji Utomo/RADAR BANDUNG)

PELATIHAN : Tim Pengabdian Masyarakat Unjani menggelar pelatihan dokter cilik di tingkat SD di Kota Cimahi. (foto: Gatot Puji Utomo/RADAR BANDUNG)

POJOKBANDUNG.com, Tim Pengabdian Masyarakat Unjani menggelar pelatihan dokter cilik di tingkat SD di Kota Cimahi. Melalui kegiatan tersebut, dokter cilik dapat menjadi agen perubahan kesehatan dan lingkungan yang tanggap bencana.

Ketua Tim Pengabdian Masyarakat Unjani, Fransiska Ambarukmi Pontjosudargo, dr., Mkes menilai dokter kecil di SD perlu dipersiapkan sebagai agen perubahan perilaku hidup bersih dan sehat serta tanggap akan kebencanaan.

Pelatihan dan pembinaan terhadap dokter cilik dan petugas sekolah digelar di SD Santa Maria dan SD Santo Yusuf Kota Cimahi. Fransiska bersama anggota tim Dr. Veronika Santi Paramita SE., MSi membawahi dosen, staf non dosen dan mahasiswa serta alumni dari FK dan Fakultas Ekonomi Unjani yang dilibatkan dalam pelatihan tersebut. Program ini turut mendapat dukungan dana dari hibah Kemenristek Dikti.

Dalam program ini, dokter kecil diberi kesempatan bermain peran sebagai dokter dan pasien dengan pendampingan dokter. Mereka mendapatkan gambaran tentang tugas dan tanggung jawab dokter dalam menangani pasien.

“Program ini juga melaksanakan pelatihan mitigasi bencana bagi guru dan dokter kecil, kemudian mensimulasikannya dengan melibatkan seluruh guru, siswa dan pegawai lain. Program tanggap bencana ini merupakan keunggulan FK Unjani,” ungkapnya.

Materi lain yang diberikan seputar PHBS. Mulai dari cara sikat gigi yang benar, pencegahan penyakit menular dengan cuci tangan yang benar mengikuti 7 langkah cuci tangan versi WHO, sedangkan petugas sekolah juga diajarkan cara pemeriksaan jentik nyamuk di tempat penampungan air di sekolah. Mereka juga diajarkan cara pemeriksaan tanda-tanda vital sepertu suhu, nadi serta mengukur tinggi badan dan berat badan yang benar.

“Dokter kecil harus melakukan kampanye hidup bersih dan sehat kepada warga sekolah sehingga mampu menjaga kesehatan pribadi dan kebersihan lingkungannya,” imbuhnya.

Program dokter kecil diharapkan mampu membentuk siswa sebagai agen perubahan dalam mewujudkan perilaku hidup bersih dan sehat. “Dengan demikian, kegiatan pembinaan dan pemberdayaan dokter kecil diharapkan dapat meningkatkan mutu pendidikan dan prestasi belajar peserta didik dengan meningkatkan PHBS dan menciptakan lingkungan pendidikan yang sehat serta tanggap bencana,” tuturnya.

(gat)

Loading...

loading...

Feeds

Pemkab Bandung Serius Tegakkan KTR

Keseriusan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bandung untuk mengimplementasikan Peraturan Daerah (Perda) Nomor 13 Tahun 2017 Tentang Kawasan Tanpa Rokok (KTR) sangat …

DLH Juara KIP Kabupaten Bandung 2019

Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Bandung mendapatkan penghargaan sebagai peringkat pertama untuk kategori Utama Monitoring dan Evaluasi (Monev) Penerapaan Undang-undang …

Ketua KPK “Kejar” Jokowi Terbitkan Perppu

Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Agus Rahardjo berharap Presiden Joko Widodo (Jokowi) masih bersedia untuk dapat menerbitkan Peraturan Pemerintah Pengganti …