Pemerintah Desa Narawita Tekan Stunting

Profil Wahyudin

Profil Wahyudin

POJOKBANDUNG.com, CICALENGKA –Pemerintahan Desa Narawita Kecamatan Cicalengka Kabupaten Bandung sedang berusaha menekan angka pertumbuhan stunting (pertumbuhan seseorang yang tidak sesuai dengan usianya) pada anak-anak. Stunting itu salah satunya disebabkan oleh pola hidup, dan kurang asupan gizi makanan.

Pjs. Kepala Desa Narawita Wahyudin mengungkapkan, Desa Narawita merupakan salah satu desa di Kabupaten Bandung yang penduduknya masih mengalami pertumbuhan stunting.

“Saat saya menjabat Pjs Kepala Desa Narawita pada Desember 2018, tercatat sebanyak 40 warga dengan usia 8 tahun ke bawah mengalami pertumbuhan stunting,” kata Wahyudin kepada wartawan di Desa Narawita, Senin (16/9/2019).

Menurut Wahyudin, dengan adanya angka stunting tersebut, pihaknya menjalin koordinasi dengan para kader dan petugas kesehatan untuk menurunkan angka stunting melalui sosialisasi pola hidup sehat.

“Alhamdulillah, setelah ada pola gerakan hidup sehat, sebanyak 40 anak yang dikategorikan stunting bisa ditangani secara perlahan-lahan dalam kurun waktu selama enam bulan. Salah satunya penangannya melalui pemberian asupan gizi atau pemberian makanan tambahan di pos gizi kepada anak-anak stunting tersebut. Mereka diberi makanan tambahan selama 10 hari setiap bulannya selama enam bulan,” jelas Wahyudin.

Dari 40 anak yang masuk kategori stunting, lanjut Wahyudin, kini hanya tersisa 10 orang lagi masih kategori stunting pertumbuhan badannya. Sedangkan yang 30 orang sudah bisa ditangani melalui penerapan pola hidup sehat dan pemberian makanan tambahan berupa asupan gizi makanan.

“Kami berharap, 10 anak yang masih kategori stunting dengan usia 5 tahun ke bawah bisa ditangani melalui pemberian makanan tambahan di pos gizi. Mudah-mudahan, kepala desa devinitif pasca pelaksanaan pilkades bisa menangani 10 anak yang masuk kategori stunting tersebut. Disamping kita juga saat ini terus berupaya menangani anak penderita stunting tersebut dan memberikan edukasi kepada keluarganya,” ungkapnya.

Wahyudin menyebutkan, anak-anak yang mengalami pertumbuhan yang tak diharapkan itu, bukan karena faktor ekonomi. Pasalnya, di antara orang tua mereka berasal dari keluarga berkecukupan secara ekonomi.

“Ini disebahkan karena faktor ketidakpahaman pola hidup sehat. Walaupun di antara mereka ada warga miskin, meski mayoritas ekonomi mereka berkecukupan,” katanya.

Lebih lanjut Wahyudin menuturkan, sebanyak 4.198 hak pilih di Desa Narawita menaruh harapan besar terhadap empat calon kepala desa yang berlaga pada pelaksanaan pemilihan kepala desa (pilkades) serentak 26 Oktober mendatang.

“Masyarakat berharap, pada pelaksanaan pilkades itu, khususnya bagi calon kepala desa terpilih dapat merealisasikan peningkatan ekonomi masyarakat. Selain itu menciptakan lapangan kerja, dan pengembangan usaha mikro kecil dan menengah. Selain itu pengembangan pariwisata,” harapnya.

Saat ini, kata Wahyudin, para calon kepala desa masih mengikuti tahapan sosialisasi pilkades di masing-masing dusun. “Satu calon kepala desa, satu dusun pada setiap harinya hingga tahap sosialisasi dilaksanakan hingga 18 Oktober. Setelah itu dilaksanakan kampanye selama tiga hari,” paparnya.

Ia pun berharap kepada calon kepala desa terpilih dapat mewujudkan visi misinya dalam membangun Desa Narawita mendatang. Bagi yang kalah dalam pemilihan kepala desa dapat mendukung yang menang.

“Soalnya para calon kepala desa itu sama-sama memiliki niat baik untuk membangun Desa Narawita,” katanya.

Wahyudin pun berharap dalam pelaksanaan pilkades mendatang berlangsung aman, kondusif, sukses tanpa ekses. “Itu yang kami harapkan,” pungkasnya.

(den)

Loading...

loading...

Feeds

Pemkab Bandung Serius Tegakkan KTR

Keseriusan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bandung untuk mengimplementasikan Peraturan Daerah (Perda) Nomor 13 Tahun 2017 Tentang Kawasan Tanpa Rokok (KTR) sangat …

DLH Juara KIP Kabupaten Bandung 2019

Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Bandung mendapatkan penghargaan sebagai peringkat pertama untuk kategori Utama Monitoring dan Evaluasi (Monev) Penerapaan Undang-undang …

Ketua KPK “Kejar” Jokowi Terbitkan Perppu

Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Agus Rahardjo berharap Presiden Joko Widodo (Jokowi) masih bersedia untuk dapat menerbitkan Peraturan Pemerintah Pengganti …