Manfaatkan Energi Baru dengan Maksimal

ILUSTRASI : Indonesia menargetkan bauran Energi Baru Terbarukan (EBT) sebesar 23 persen pada 2025 mendatang. (Dok. JawaPos.com)

ILUSTRASI : Indonesia menargetkan bauran Energi Baru Terbarukan (EBT) sebesar 23 persen pada 2025 mendatang. (Dok. JawaPos.com)

POJOKBANDUNG.com, NTT – Kondisi rasio elektrifikasi di NTT yang saat ini telah mencapai 73,72%, telah meningkat dari tahun lalu yang baru mencapai 62%. Pihak Perusahaan Listrik Nasional (PLN) ingin mengoptimalkan pemanfaatan energi baru dan terbarukan (EBT) di wilayah tersebut.

GM PLN Unit Induk Wilayah (UIW) Nusa Tenggara Timur (NTT) Ignatius Rendoyoko optimistis rasio elektrifikasi di wilayah tersebut akan bergerak menuju 100 persen. Namun, semua itu akan memanfaatkan energi surya melalui Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS).

Pengerjaan projek PLTS di NTT dilakukan melalui peggunaan bidang lahan tanah yang tidak lagi produktif, sehingga nilai ekonomisnya akan bisa terkonversi melalui aplikasi PLTS.

“Saya berharap program pembangunan yang telah dicanangkan oleh Pemerintah Provinsi Nusa Tenggara Timur dapat didukung oleh semua pihak,” terang dia melalui siaran pers yang diterima, Senin (9/16/2019).

Di sisi lain, ia menyoroti tingkat literasi kaum milenial di Provinsi NTT mencapai 1,8%. Untuk itu, pihaknya berkomitmen melanjutkan berbagai program corporate social responsibililty (CSR) di bidang pendidikan.

“Para putra daerah ini akan mampu memiliki pengalaman yang berbeda, dalam mengenyam pendidikan, baik di dalam dan juga sampai ke mancanegara,” tutur mantan Dubes Argentina untuk Indonesia ini.

Menurut Direktur Human Capital Management (HCM) PT (Persero) PLN Muhamad Ali, di era disrupsi dan revolusi industry 4.0 terdapat tantangan tersendiri bagi pengelolaan sumber daya manusia di setiap organisasi.

Sementara dalam rangka pembangunan infrastruktur ketenagalistrikan, pihaknya juga membutuhkan SDM yang kompeten untuk memastikan, bisnis ketenagalistrikan dapat berjalan dengan baik dalam rangka melayani kebutuhan masyarakat. Tidak hanya dari sisi hardskill, namun softskill juga diperlukan agar memiliki kematangan emosional dan sosial dalam dunia kerja.

“Saat ini lebih dari Rp 9 miliar sudah investasi yang tertanam pada enam pembangunan sumber EBT meliputi PLTP – panas bumi; PLTMH – mikro hidro; PLTS – tenaga surya; dan PLTB – tenaga bayu. Melalui sinergi dengan pemerintah desa, maka pelaksanaan program Tim Percepatan Listrik Pedesaan terlaksana dengan baik,” kata dia.

Loading...

loading...

Feeds