Riasan Antik Bikin Siswa Asyik

TRIK : Salah satu riasan yang dipakai Theeraphong Meesat saat mengajar 
( ATHIT PERAWONGMETHA/REUTERS )

TRIK : Salah satu riasan yang dipakai Theeraphong Meesat saat mengajar ( ATHIT PERAWONGMETHA/REUTERS )

POJOKBANDUNG.com, SETIAP  guru punya metode khas agar siswanya nyantol. Yang dilakukan Theeraphong Meesat ini unik. Dia berdandan nyentrik. Mirip badut. Atau mirip Jeng Kelin, lakon yang diperankan artis Nycta Gina dalam sinetron komedi tanah air beberapa tahun lalu.

Theerapong Meesat berjalan melenggang di koridor Prasartratprachakit School, Ratchaburi, Thailand. Pinggulnya bergoyang, senyumnya mengembang. Pria yang biasa dipanggil dengan sebutan Guru Bally itu memakai rambut palsu pirang sebahu. Bulu matanya panjang berwarna oranye dan bibirnya dilukis bentuk hati warna pink. Dia menyebut penampilannya terinspirasi Lisa Blackpink.

”Hiburan penting bagi siswa. Sebelum memberi mereka pengetahuan, kita harus bisa memecah kebekuan, kesulitan, tekanan, dan perbedaan usia,” terang Bally seperti dikutip Channel News Asia, Rabu (11/9/2019).

Bally bukan guru biasa. Dia selalu menyempatkan waktu untuk berdandan nyeleneh sebelum masuk kelas. Setiap hari penampilannya berganti. Dia mengambil inspirasi dari para idol yang sedang digandrungi siswa. Tentu saja bukan dengan dandanan semestinya, tapi dibuat tak biasa. Harapannya, siswa tidak tertekan di kelas bahasa Inggris yang diampunya.

Dulu Bally mengajar dengan cara konvensional. Namun, suatu hari dia ikut parade sekolah dan berdandan unik. Begitu parade selesai, kelasnya dimulai. Dia tidak sempat menghapus riasan dan langsung masuk kelas.

”Para siswa terkejut dan senang. Mereka pikir itu lucu dan menarik. Mereka penasaran,” terang guru 29 tahun itu. Kala itu dia melihat perubahan luar biasa. Siswanya tertawa dan menjadi jauh lebih rileks. Sejak itulah, Bally memutuskan untuk selalu memakai riasan sebelum mengajar. Di dalam kelas pun, dia membuat gerakan-gerakan yang mengocok perut siswa.

Bally meyakini bahwa para siswa bisa belajar lebih baik ketika rileks dan menikmatinya. Terutama saat belajar bahasa asing. Banyak anak Thailand yang tak suka belajar bahasa Inggris karena kurang percaya diri. Mereka tegang, takut salah ucap atau tulis. Mayoritas guru juga mengajar dengan cara tradisional, menggunakan metode hafalan dan fokus untuk mendapatkan nilai yang baik.

Menurut Bally, belajar bahasa Inggris harus dimulai dengan mendengarkan dan berbicara. Ketika sudah bisa melakukannya, nilai akan ikut meningkat. Guru menarik agar siswa mau mendengarkan. Juga, membikin situasi nyaman supaya siswa berani bicara.

Masalah lain yang membelenggu kreativitas guru-guru Thailand adalah banyaknya pekerjaan yang dibebankan kepada mereka. Karena itu, para guru tidak fokus mengajar. Padahal, jam mengajar per pekan sangat terbatas.

Teknik Bally berhasil. Dia tak hanya menjadi sangat dikenal di kalangan siswanya. Tapi, juga menjadi pemberitaan media internasional. Setiap hari para siswa menebak-nebak Bally akan berdandan seperti apa.

(jpc)

Loading...

loading...

Feeds