GKR Condrokirono Minta Pemerintah Melindungi Pekerja Segmen Kretek Tangan

ILUSTRASI

ILUSTRASI

POJOKBANDUNG.com,– Pemerintah diminta melindungi pelaku industri tembakau kelas kecil, seperti segmen rokok kretek. Pasalnya, terdapat puluhan ribu buruh yang menggantungkan hidup sebagai pelinting rokok di sejumlah pabrik kecil.


Batasan produksi rokok diatur dalam Peraturan Menteri Keuangan (PMK) No.156/2018 tentang Tarif Cukai Hasil Tembakau. Batasan sigaret kretek tangan (SKT) golongan I adalah lebih dari dua miliar per tahun, SKT golongan II adalah 500 juta batang sampai maksimal dua miliar per tahun, sedangkan SKT golongan III tidak lebih dari 500 juta batang per tahun.

Tiap golongan dibebani tarif cukai dan batasan harga eceran berbeda. Tarif cukai SKT golongan I sebesar Rp290 dan Rp365 dengan harga jual eceran Rp890 dan Rp1.265 per batang, golongan II dengan tarif cukai Rp180 dan harga eceran paling rendah Rp470, dan golongan III dengan tarif cukai Rp100 dan harga eceran paling rendah Rp400.

Gusti Kanjeng Ratu Condrokirono menyatakan pelaku usaha kecil di bidang rokok kretek mulai resah dan mengeluh dengan rencana pemerintah yang akan menaikkan batasan produksi golongan II dari dua miliar menjadi tiga miliar batang per tahun. Menurutnya, wacana ini akan menciptakan dampak sosial ekonomi yang sangat besar dan mengancam puluhan ribu buruh terkena PHK, di samping menimbulkan kegaduhan di industri rokok.

“Perlindungan bisa dilakukan dengan mengeluarkan kebijakan-kebijakan yang sekiranya dapat berpihak kepada tenaga kerja yang terlibat di dalamnya,” ujar GKR Condrokirono.

Ia pun menekankan pentingnya industri SKT bagi rakyat kecil. Para pelinting rokok sangat menggantungkan kehidupannya pada pekerjaan ini demi kelangsungan keluarganya. Ia berharap pemerintah dapat melihat dan meneliti kembali kebijakan-kebijakan yang telah diputuskan sebelum menggerus habis industri sigaret kretek tangan.

“Berdasarkan hasil berbagai penelitian, rokok kretek mampu menghidupi banyak orang di wilayah Yogyakarta dan sekitarnya sejak akhir abad ke-18. Persebaran produksi rokok kretek dimulai dari usaha-usaha kerajinan rakyat, hingga akhirnya berkembang menjadi industri kecil, bahkan perusahaan,” jelas dia.

“Sejak tahun 1900-an, kretek telah menjadi bagian kehidupan masyarakat Yogyakarta yang diwariskan secara turun temurun dan Yogyakarta sudah menjadi bagian dari perjalanan panjang sejarah kretek di Indonesia. Jangan sampai salah satu warisan budaya kita yang sudah turun temurun ini hanya dilihat sebelah mata dan hilang,” GKR Condrokirono melanjutkan.

Sebelumnya, secara terpisah Ketua Paguyuban MPSI Joko Wahyudi menjelaskan, para pemilik pabrikan kecil dari wilayah Yogyakarta, Jawa Tengah dan Jawa Timur dengan tegas menolak usulan kenaikan batas produksi SKT golongan II.

“Bagaimana mungkin sebuah pabrikan yang memiliki modal besar dan merupakan salah satu pabrikan besar dunia ingin menaikkan batasan produksi sigaret kretek tangan golongan 2 yang tarif cukainya lebih murah? Ini jelas-jelas menguntungkan satu pabrikan besar asing saja, dan merugikan pihak lainnya,” jelas Joko di Yogyakarta (6/9).

Ia mengatakan, usulan kenaikan batasan produksi SKT golongan 2 yang diajukan satu perusahaan besar asing ini akan menyebabkan 28.000 pelinting yang bekerja di pabrikan SKT golongan 1 akan kehilangan pekerjaan. Tak hanya itu, negara juga berpotensi kehilangan penerimaan cukai sekitar Rp 1 triliun.

Joko menambahkan, tanpa adanya kenaikan batasan produksi SKT golongan 2, para buruh linting telah menderita lantaran penurunan pangsa pasar SKT secara tajam dari 37 persen pada 2006 menjadi 17 persen pada 2018. Bahkan, pada 2019, sejumlah pabrikan SKT golongan 1 telah mengurangi jumlah produksinya, serta meliburkan puluhan ribu pelinting selama beberapa hari.

“Maka itu, kami berharap pemerintah tidak tunduk pada usulan pabrikan besar asing, yang hanya menyengsarakan buruh linting yang sudah terpuruk,” kata Joko.

(*/azs)

Loading...

loading...

Feeds

Angin Kencang, Pohon Timpa Mobil

POJOKBANDUNG.com, SUBANG – Sebuah mobil tertimpa pohon tumbang di Jalan Raya Cijambe, Subang. Akibatnya bodi kendaraan pun ringsek. Peristiwa yang …

Dorong Bupati Rampingkan SOTK

POJOKBANDUNG.com, SUBANG – Susunan Organisasi dan Tata Kerja (SOTK) Pemkab Subang dinilai terlalu gamuk sehingga pembuatan perencanaan dan penyusunan anggaran …

Bakal Punya Wadah Industri Kreatif

POJOKBANDUNG.com, NGAMPRAH – Wakil Bupati Bandung Barat, Hengky Kurniawan bertekad mewujudkan industri kreatif milenial. Gagasan itu rupanya tak main-main. Upaya …

Gandeng LBH Gerakan Pemuda Anshor

POJOKBANDUNG.com, CIMANGGUNG – Untuk melindungi warga karang taruna dan masyarakat Cimanggung yang berurusan dengan masalah hukum, Forum Pengurus Karang Taruna …