Pembangunan Wisata Halal Gelap Nyawang “Tabrak” Perda RTRW

- Folmer SM Silalahi -

- Folmer SM Silalahi -

POJOKBANDUNG.com, BANDUNG – Rencana penetapan kawasan Gelap Nyawang, Kota Bandung menjadi wisata halal atau muslim friendly city tuai polemik. Musababnya, dalam Perda Rencana Tata Ruang Wilayah (RTRW) yang dituangkan di Rencana Detail Tata Ruang (RDTR), kawasan tersebut bakal dibangun kantung parkir.


Anggota DPRD Kota Bandung dari Fraksi PDI Perjuangan, Folmer SM Silalahi menyangkan rencana Pemkot Bandung tersebut. Menurutnya, jika Pemkot Bandung memaksakan kawasan Gelap Nyawang jadi objek wisata halal secara permanen, maka bisa disebut sebuah pelanggaran.

“Ini menyalahi fungsi karena tidak sesuai peruntukannya,” ucap Folmer saat ditemui di Gedung DPRD Kota Bandung, Jalan Sukabumi, Senin (9/9).

Kata Folmer, secara spesifik dalam merealisasikan sebuah pembangunan dan fungsi kewilayahan yang diatur dalam RDTR dan peraturan zonasi, batasannya mutlak. Artinya tidak bisa keluar dari ketentuan yang diatur dalam regulasi.

“Kawasan itu (Gelap Nyawang) akan dibangun kantung parkir Sky Walk Cihampelas dan direncanakan nyambung ke Taman Sari. Kok sekarang mau diubah,” tambahnya.

Folemer mengungkapkan, Pemkot Bandung sebaiknya lebih berhati-hati dalam mengeksekusi sebuah kebijakan. Ia mempertanyakan terkait perubahan rencana pembangunan kawasan yang secara zonasi kewilayahan peruntukannya sudah diatur di Perda.

“Dalam RDTR wilayah Kota Bandung disebutkan setiap area memiliki rencana pemanfaatan ruang dan fungsi zonasi yang akan dikembangkan, jangan diubah seenaknya. Itu masuknya alih fungsi tata ruang,” ujarnya.

“Kami mengusulkan agar dikembalikan ke rencana awal pembangunan, yaitu kantung parkir. Bekerja sesuai aturan perundang-undangan yang telah disepakati,” sambung Folmer.

Ia mencontohkan, dalam rancangan pembangunan kawasan Bandung Tmur akan dijadikan pusat pemerintahan. Sementara zonasi lain ada yang diperuntukan sebagai pusat industri dan bisnis.

“Pada kawasan pemukiman padat penduduk perlu keseriusan. Dalam Perda penataan ruang disebutkan harus mampu menjawab tantangan dan pertumbuhan kota,” imbuhnya.

Senada, Ketua DPC Banteng Muda Indonesia Kota Bandung, Herman Budiyono mempertanyakan ihwal rencana penetapan kawasan Gelap Nyawang sebagai kawasan wisata halal.

“Bisa menimbulkan masalah baru. Jangan mengkotak-kotakan masyarakat. Pemkot Bandung perlu mempertimbangkan kembali rencana tersebut,” pungkasnya.

(arh)

Loading...

loading...

Feeds

Walikota Meninggal karena Covid-19

Kabar duka menyelimuti Kota Banjarbaru, setelah Wali Kota Banjarbaru, Kalimantan Selatan, Nadjmi Adhani meninggal dunia. Wali kota meninggal dunia pada …