Perkenalkan Alat Pembakar Sampah kepada Masyarakat

MENJELASKAN: Sejumlah petugas dari Gerakan Hejo saat memperlihatkan incenerator dalam Rapat Pembahasan Teknologi Persampahan di workshop Hejo Tekno Jalan Jenderal Amir Mahmud-Cihanjuang Kota Cimahi, Kamis (5/9/2019).
FOTO : (IST)

MENJELASKAN: Sejumlah petugas dari Gerakan Hejo saat memperlihatkan incenerator dalam Rapat Pembahasan Teknologi Persampahan di workshop Hejo Tekno Jalan Jenderal Amir Mahmud-Cihanjuang Kota Cimahi, Kamis (5/9/2019). FOTO : (IST)

POJOKBANDUNG.com, CIMAHI – Setiap hari wilayah Bandung Raya, termasuk Kota Cimahi memproduksi sampah hingga 6.000 ton dan jumlahnya terus bertambah seiring pertambahan penduduk. Hal itu membuat daya tampung TPA untuk sampah yang dihasilkan wilayah Bandung Raya tidak sepadan.

Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Provinsi Jawa Barat Bambang Rianto mengatakan, untuk mencegah hal itu masyarakat didorong untuk menangani sampah dari sumbernya untuk mengantisipasi permasalahan tersebut.

“TPA Sarimukti sekarang hanya muat 1.800 ton/hari, jika pindah ke TPA Legoknangka muat kapasitas 2.000 ton/hari. Sisanya masih sangat banyak sampah yang belum terkelola,” Bambang dalam Rapat Pembahasan Teknologi Persampahan di workshop Hejo Tekno Jalan Jenderal Amir Mahmud-Cihanjuang Kota Cimahi, Kamis (5/9/2019).

Menurutnya, berbagai upaya hingga kini terus dilakukan untuk menekan volume sampah yang diangkut ke TPA, dengan gerakan 3R (reuse, reduce, recycle) yang dapat menjadikan sampah agar bernilai ekonomi serta pendirian bank sampah untuk menyerap sampah anorganik.

“Namun, hal itu tidak  menyelesaikan sampah secara keseluruhan. “Maka butuh penerapan teknologi, sisa sampah yang tidak tertangani bisa diproses secara teknologi,” katanya.

Dalam kegiatan tersebut, Gerakan Hejo melakukan demo pembakaran sampah menggunakan insenerator dengan sistem tungku dan treatment air (Stungta) hasil inovasi workshop Hejo Tekno.

“Kami mengapresiasi dan mendorong agar segera memproses lisensi SNI. Alat seperti ini sudah ada beberapa di Indonesia namun kebanyakan gagal dan tidak berkelanjutan, karena tidak andal. Karena itu penting terstandarisasi sehingga tidak membahayakan lingkungan dan andal,” katanya.

Pengelolaan sampah secara komprehensif perlu melibatkan masyarakat. “Makanya kami dorong pengelolaan sampah sejak dari sumber secara kawasan dibantu sentuhan teknologi,” jelasnya.

Ditempat yang sama, Eka Santosa selaku Ketua Umum DPP Gerakan Hejo menambahkan, dengan problematika persampahan pihaknya berupaya mencari solusi. Pihaknya ingin merubah paradigma pengelolaan sampah konvensional.

“Sampah harus diolah dengan standar serta bermartabat. Makanya dibuat sistem agar sampah dikelola sehingga menghasilkan nilai ekonomi,” imbuhnya.

Tercetus ide soal program Kamisama, yaitu Kawasan Minimalisasi Sampah Mandiri, yaitu tercapainya kawasan dimana masyarakat pengelolaan sampah secara mandiri.

“Secara komprehensif, masyarakat agar terbiasa mandiri mengelola sampah yang sebagai budaya dibantu pemanfaatan teknologi lewat alat insinerator Stungta,” ujarnya.

Masyarakat sebagai pelaku harus dikembalikan ke nilai-nilai dasar budaya dalam pengelolaan sampah.

“Pemerintah harus hadir sebagai fasilitator. Namun, pada akhirnya masyarakat yang berdaya untuk menyelesaikan permasalahan sampah di lingkungan masing-masing,” jelasnya.

Betha Kurniawan dari Hejo Tekno sebagai Divisi Teknologi Gerakan Hejo mengatakan, alat insinerator Stungta melalui proses pembelajaran dan uji coba cukup panjang.

Pihaknya, berusaha menerapkan sistem mengikuti Standar Nasional Indonesia (SNI) agar bisa diakui. “Terutama agar teknologi ini bisa dimanfaatkan oleh masyarakat mulai dari skala terkecil permukiman hingga kawasan,” katanya.

Sistem Stungta membakar sampah menjadi abu, gas buang, partikulat, dan panas dengan pembakaran sempurna melalui filter dan treatmen asap sehingga tidak menimbulkan asap dan zat berbahaya.

“Alat ini sudah pernah diujicoba di bantaran Sungai Citarum dan hasilnya diakui. Dapatmenunjang masyarakat mengolah sendiri sampah mereka sejak dari sumbernya,” tandasnya.

(bie)

Loading...

loading...

Feeds

ruhimat

Ruhimat Tantang Bukti Jual Beli Jabatan

POJOKBANDUNG.com, SUBANG – Bupati Subang H.Ruhimat mengatakan, pelantikan dan rotasi jabatan sebagai penyempurnaan serta penyemangat baru. “Pelantikan ini sebagai penyegaran …
gerakan

Gerakan Azzan Serentak Tuai Sorotan

POJOKBANDUNG.com, BANDUNG – Majelis Ulama Indonesia (MUI) Jawa Barat sorot ihwal kebijakan Pemkot Bandung dan dengan Badan Hisab Rukyat (BHR) …