Tari Ketuk Tilu Cikal Bakal Jaipong

MENARI: Sejumlah warga menarikan tarian tradisional Ketuk Tilu dalam acara Bandung Ketuktilu di halaman Gedung Sate, Jalan Diponegoro, Kota Bandung, Minggu (1/8/2019). 
FOTO : (TAOFIK ACHMAD HIDAYAT/RADAR BANDUNG)

MENARI: Sejumlah warga menarikan tarian tradisional Ketuk Tilu dalam acara Bandung Ketuktilu di halaman Gedung Sate, Jalan Diponegoro, Kota Bandung, Minggu (1/8/2019). FOTO : (TAOFIK ACHMAD HIDAYAT/RADAR BANDUNG)

POJOKBANDUNG.com, BANDUNG – Ratusan wanita berbagai usia menari tari Ketuk Tilu di halaman Gedung Sate, Jalan Dipenogoro, Kota Bandung, Minggu (1/9/2019). Penari wanita tersebut menari dengan mengenakan kebaya.


Pendiri Rumpun Indonesia, Marintan Sirait menuturkan, diseleggarakanya kegiatan tersebut tak lain untuk menggalakan kembali kecintaan masyarakat terhadap budaya Indonesia. Satu diantaranya melalui Tari Ketuk Tilu.

“Kita coba untuk memelihara rasa cinta budaya dan menanamkan kembali kecintaan itu kepada generasi muda,”ujar Marintan.

Marintan menjelaskan, Tari Ketuk Tilu merupakan tarian ciri khas Jawa Barat sejak. Bahkan tarian tersebut menurutnya, menjadi cikal bakal tarian jaipong yang saat ini populer.

“Kami mencoba kembali mengangkat tarian ini agar tidak terlupakan masyarakat di Bandung maupun Jawa Barat,”ungkapnya.

Ditempat sama, seorang penari senior, Ine Arini Bastaman mengatakan, tarian tradisional saat ini sudah tergerus zaman. Lantaran banyak diantara anak muda Indonesia kurang menjamah tarian-tarian tersebut.

“Yang menjadi kekhawatiran kami anak-anak muda tidak lagi kenal dan tidak peduli dengan tarian tradisional kita dari Indonesia,”ujar Ine.

Selain itu, tarian tradisional, disebutkan dia, dapat menjadi solusi untuk mempersatukan bangsa. Mengingat tarian yang ada di Indonesia sangat banyak dan beragam sesuai semboyan negara Indonesia, Bineka Tunggal Ika.

“Jadi keberagaman apapun itu tidak masalah kalau memang niatnya baik untuk Indonesia,”tandasnya.

Untuk diketahui, Tari Ketuk Tilu tidak hanya ada bentuk tarian ada juga bentuk bela diri yakni pencak silat. Dengan demikian tarian ini tidak hanya memperlihatkan keseksian perempuan dalam menari, tapi para perempuan juga memilik kekuatan untuk membela diri ketika pihak tertentu yang menyerang.

Selain itu sejarah Tari Ketuk Tilu adalah tarian dalam upacara menyambut panen padi yang bertujuan mensyukuri serta memohon keselamatan dan kesejahteraan dengan nilai kearifan lokal agar manusia dapat menghormati dan merawat alam yang telah dianugerahkan tuhan.

(azs)

Loading...

loading...

Feeds

DWP Jabar Gelar Pelatihan Budi Daya Tanaman Hias

POJOKBANDUNG.com, BANDUNG – Dharma Wanita Persatuan (DWP) Provinsi Jawa Barat berkolaborasi dengan Dinas Pemberdayaan Perempuan Perlindungan Anak dan Keluarga Berencana …

Petugas Temukan Kompor Listrik di Lapas Banceuy

POJOKBANDUNG.com, BANDUNG – Lembaga Pemasyarakatan Kelas II A Banceuy melakukan razia terhadap warga binaannya untuk menyikapi kejadian kejadian di masyarakat, …

2.280 File Vaksin Sinovac Tiba

POJOKBANDUNG.com, SUBANG – Sebanyak 2.280 file vaksin telah tiba di Gudang Dinas Kesehatan Kabupaten Subang, Kamis (25/2/2021). Vaksin Sinovac kiriman …

Pemkab Siapkan 1.000 Hektar Lahan

POJOKBANDUNG.com, SUBANG – Bupati Subang, H. Ruhimat menerima kunjungan kerja anggota DPR RI Komisi IV Dr. H Sutrisno, terkait program …

Puluhan Pejabat Ikuti Open Biding

POJOKBANDUNG.com, NGAMPRAH – Sebanyak 27 Aparatur Sipil Negara (ASN) telah mendaftar untuk mengikuti seleksi terbuka Jabatan Pimpinan Tinggi Pratama (JPTP) …

Lubang Bak Kontrol Dibiarkan Terbuka

POJOKBANDUNG.com, SOREANG – Di Jalan Raya Soreang, tepatnya di depan perempatan lampu merah depan Komplek Pemerintah Kabupaten Bandung terdapat lubang …