Prof. Reiza D. Dienaputra Siap Bawa Unpad Jadi Universitas Unggul Kelas Dunia

MEMAPARKAN: Guru Besar Ilmu Sejarah, Fakultas Ilmu Budaya (FIB) Universitas Padjajaran (Unpad), Prof. Dr. Reiza D. Dienaputra, M Hum memaparkan berbagai program di Kampus Unpad Jalan Dipati Ukur, Kota Bandung, Senin (2/9/2019). (Foto : ASEP RAHMAT/ RADAR BANDUNG)

MEMAPARKAN: Guru Besar Ilmu Sejarah, Fakultas Ilmu Budaya (FIB) Universitas Padjajaran (Unpad), Prof. Dr. Reiza D. Dienaputra, M Hum memaparkan berbagai program di Kampus Unpad Jalan Dipati Ukur, Kota Bandung, Senin (2/9/2019). (Foto : ASEP RAHMAT/ RADAR BANDUNG)

POJOKBANDUNG.com, BANDUNG – Guru Besar Ilmu Sejarah, Fakultas Ilmu Budaya (FIB) Universitas Padjajaran (Unpad), Prof. Dr. Reiza D. Dienaputra, M Hum, mendaftar jadi salah satu bakal calon rektor (bacarek) Unpad, periode 2019-2024. Reiza bersama delapan pendaftar lain lolos penilaian tahap awal yang dilakukan Majelis Wali Amanat (MWA).


Keinginan Reiza maju menjadi pucuk pimpinan universitas ternama di Jawa Barat ini tak main-main. Ketua Aliansi Strategis Unpad itu punya metode pengembangan SDM untuk lima tahun kedepan, bahkan optimis mampu membawa kampus pada 2024 menjadi Universitas Unggul Kelas Dunia, diantaranya dengan menggulirkan lima program.

Program pertama, peningkatan kualitas dosen dan tenaga kependidikan. Program ini diarahkan pada upaya peningkatan kualitas dosen sampai jenjang tertinggi, yakni gelar Doktor. Langkah selanjutnya bagaimana dosen bergelar doktor tersebut sampai pada pencapaian fungsional tertinggi, yakni guru besar.

“Ini penting dilakukan mengingat persentase guru besar Unpad dibawah 10 persen dari total jumlah dosen atau tepatnya berada diangka 6,8 persen. Masih jauh jika dibandingkan dengan IPB yang memiliki guru besar sebanyak 225 orang atau 16,4 persen ataupun Universitas Hananudin yang memiliki 295 guru besar atau 16,3 persen dari jumlah total dosen,” papar Reiza saat ditemui di Kampus Unpad, Jalan Dipati Ukur, Kota Bandung, Senin (2/9).

Program kedua, sambung Reiza, terkait peningkatan kualitas Tridharma perguruan tinggi. Program ini tak hanya output menjawab tantangan zaman tapi lebih ditujukan soal eksistensi Unpad semakin dirasakan manfaatnya oleh masyarakat luas. Maka, perlu peningkatan kualitas pendidikan dengan pembelajaran dan restrukturisasi kurikulum yang sesuai tantangan zaman.

“Pengembangan kualitas pembelajaran perlu dilakukan penataan sistem remunerasi. Tujuannya, agar memberi apresiasi yang baik terhadap kegiatan pendidikan dan pengajaran,” kata Reiza.

“Tak dapat dipungkiri dampak revolusi industri 4.0 lambat laun bakal mengubah peradaban manusia, karenanya kurikulum yang ada disetiap prodi baik Diploma, Sarjana, Magister, maupun dokter harus ditata agar relevan dengan kebutuhan SDM,” tambahnya.

Program ketiga, kata Reiza, soal peningkatan kualitas prasarana dan sarana. Dalam pelaksanaanya terdapat berbagai kebutuhan bagi tenaga pengajar baik kuantitatif atau kualitatif. Contoh, pembangunan ruang dosen pada umumnya, dan ruang guru besar pada khususnya. Sebab, secara realita banyak dosen kurang bergairah di kampus dalam mengamalkan tridharma perguruan tinggi selepas melaksanakan tugas mengajar.

Loading...

loading...

Feeds