Suarakan Penolakan Referendum Papua Melalui Kesenian Tradisi

BANDUNG,- Unjuk rasa menolak referendum Papua disampaikan ratusan seniman yang tergabung dalam Komunitas seni Ruang budaya kalamenta. Aksi yang dilakukan di Car Free Day Jalan Ir H Djuanda Bandung itu diikuti pula oleh puluhan ibu Pencinta Budaya.


Unjuk rasa yang dilakukan tidak hanya diisi dengan orasi. Mereka  memanfaatkan alat musik tradisional dan tarian khas Sunda untuk menyuarakan pandangan mengenai isu yang menghangat di Papua.

Selain pertunjukan seni, para seniman juga membentangkan poster berisi dukungan agar Papua tetap menjadi bagian dari NKRI, seperti “Solidaritas Masyarakat Jabar Untuk Papua Damai”, “Peace Papua” “Papua Bagian dari NKRI”,  dan “Say No To Papua Save Papua”

Menurut Koordinator Lapangan Ruang Budaya Kalamenta, Anjar Tantan Januar, sebagai pelaku seni pihaknya menolak aksi kekerasan di Papua. Ia menginginkan agar Papua tetap berada dalam pangkuan ibu pertiwi.

Ia menjelaskan, bahasa seni adalah bahasa yang dimengerti dan menyentuh semua orang. Melalui medium ini pula ia mengajak pemuda dan para tokoh untuk bersama-sama menunjukkan kepeduliannya terhadap Papua.

“Kami dan teman-teman secara tegas kami menolak tegas referendum Papua yang dapat memecah belah persatuan Indonesia,” ujar dia.

“Kepada seluruh seniman dan pecinta seni mari kita bersinergi menjaga Papua, jangan mudah terpancing berita bohong (hoaks). Papua adalah NKRI,” pungkasnya. (azs)

Loading...

loading...

Feeds