Segera Diguyur Dana Segar Rp 21 Miliar

KETERANGAN : Direktur Utama RSUD Cikalongwetan, Dr Ridwan Abdullah Putra memberikan keterangan kepada para wartawan. 
FOTO : (MOCH.HABIBI/RADAR BANDUNG)

KETERANGAN : Direktur Utama RSUD Cikalongwetan, Dr Ridwan Abdullah Putra memberikan keterangan kepada para wartawan. FOTO : (MOCH.HABIBI/RADAR BANDUNG)

POJOKBANDUNG.com, CIKALONGWETAN- Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Cikalongwetan akan segera mendapatkan suntikan dana berupa bantuan yang bersumber dari Dana Alokasi Khusus (DAK) pusat tahun 2019 sebesar Rp 21 Miliar.


Direktur Utama RSUD Cikalongwetan, Dr Ridwan Abdullah Putra mengatkan, dari Rp 21 Miliar tersebut paling besar terserap untuk pengadaan alat produksi penghasil oksigen (sentral oksigen) yang menelan anggaran hingga Rp 8 miliar.

“Nanti anggaran tersebut paling besar kita pakai untuk pengadaan alat produksi penghasil oksigen sebesar Rp 8 miliar dan sisanya untuk pengadaan alat kesehatan (alkes) lainnya,” kata Dr Ridwan Abdullah PutraPutra saat ditemui di kantornya di Cikalongwetan, Kamis (29/8/2019).

Menurut Ridwan, nantinya alat tersebut juga disiapkan untuk memenuhi kebutuhan oksigen bagi rumah sakit saat melayani para pasien. Sehingga tak lagi perlu khawatir kekurangan oksigen, karena dapat disuplai langsung dari alat tersebut.

“Saat ini masih dalam proses tender yang ditargetkan dalam waktu dekat sudah selesai. Dan ini menjadi rumah sakit satu-satunya di Bandung Barat yang memiliki alat canggih tersebut,” ungkapnya.

Ridwan menambahkan, saat ini sarana prasarana (sarpras) serta sumber daya manusia (SDM) yang dimiliki RSUD untuk melayani masyarakat cukup memadai. Tercatat, RSUD memiliki 140 kamar perawatan, dua ruang operasi, dan beberapa ruang untuk laboratorium.

“Kami juga memiliki total SDM mencapai 360 orang. Ditambah dokter umum dan spesial totalnya mencapai 30 orang,” ujarnya.

Yang menjadi persoalan saat ini, kata dia, soal belum terbentuknya rumah sakit dengan status Badan Layanan Umum Daerah (BLUD). Akibatnya pelayanan dan pengelolaan keuangan belum bisa dilakukan secara mandiri.

“Kita sudah mempersiapkan untuk menjadi rumah sakit BLUD. Tujuannya agar pelayanan kesehatan kepada masyarakat bisa lebih cepat, baik dalam pengadaan obat-obatan maupun pengadaan alkes tanpa melalui birokrasi yang panjang ke Dinas Kesehatan,” tandasnya.

(bie)

Loading...

loading...

Feeds

DWP Jabar Gelar Pelatihan Budi Daya Tanaman Hias

POJOKBANDUNG.com, BANDUNG – Dharma Wanita Persatuan (DWP) Provinsi Jawa Barat berkolaborasi dengan Dinas Pemberdayaan Perempuan Perlindungan Anak dan Keluarga Berencana …

Petugas Temukan Kompor Listrik di Lapas Banceuy

POJOKBANDUNG.com, BANDUNG – Lembaga Pemasyarakatan Kelas II A Banceuy melakukan razia terhadap warga binaannya untuk menyikapi kejadian kejadian di masyarakat, …

Penerima Vaksinasi Masih Fleksibel

POJOKBANDUNG.com, BANDUNG – Ketentuan siapa yang bisa menerima vaksin Covid-19, masih fleksibel. Pasalnya, belum ada hasil penelitian yang valid mengenai …

2.280 File Vaksin Sinovac Tiba

POJOKBANDUNG.com, SUBANG – Sebanyak 2.280 file vaksin telah tiba di Gudang Dinas Kesehatan Kabupaten Subang, Kamis (25/2/2021). Vaksin Sinovac kiriman …

Pemkab Siapkan 1.000 Hektar Lahan

POJOKBANDUNG.com, SUBANG – Bupati Subang, H. Ruhimat menerima kunjungan kerja anggota DPR RI Komisi IV Dr. H Sutrisno, terkait program …