Operasi Patuh Jaya Selama 14 Hari

APEL : Kapolres Subang AKBP Muhammad Joni didampingi Kasatlantas Polres AKP H.Bambang Sumitro dan Komandan Upacara, KBO Satlantas Iptu Ikin Sodikin mengecek persiapan personil dalam apel gelar pasukan gabungan.
(foto: M.ANWAR/RADAR BANDUNG)

APEL : Kapolres Subang AKBP Muhammad Joni didampingi Kasatlantas Polres AKP H.Bambang Sumitro dan Komandan Upacara, KBO Satlantas Iptu Ikin Sodikin mengecek persiapan personil dalam apel gelar pasukan gabungan. (foto: M.ANWAR/RADAR BANDUNG)

POJOKBANDUNG.com, SUBANG- Polres Subang menggelar operasi lalu lintas dengan tema operasi Patuh Jaya 2019 selama 14 hari mulai tanggal 29 Agustus hingga 11 September 2019.


Kapolres Subang AKBP Muhammad Joni mengatakan, operasi Patuh Jaya bertujuan untuk meningkatkan kepatuhan masyarakat dalam berlalu lintas di wilayah Subang.

“Dalam oprasi ini akan melibatkan 400 personil gabungan, terdiri dari anggota TNI, Polri, Sub Denpom, Satpol PP dan Dishub Subang,” ujar AKBP M.Joni usai memimpin upacara apel gelar pasukan gabungan Operasi Patuh Lodaya 2019 di halaman Mapolres Subang, Jalan Mayjen Sutoyo Subang, Kamis (29/8/2019).

Operasi patuh lodaya 2019 yang akan digelar dari tanggal 29 Agustus hingga  11 September 2019 ini dalam rangka meningkatkan kesadaran dan kepatuhan masyarakat berlalu lintas yang sering diabaikan.

“Selain itu, operasi ini juga bertujuan untuk mengurangi angka kecelakaan dan meningkatkan ketertiban dalam berlalu lintas,” tambahnya.

Kapolres menjelaskan dalam operasi patuh kali ini, ada sembilan item berdasarkan intruksi Kakorlantas, diantaranya, pengemudi yang melawan arus, pengemudi yang berusia dibawah 17 tahun. Pengemudi yang gunakan ponsel saat mengendari kendaraan, pengemudi dan penumpang yang tidak menggunakan helm SNI.

Selanjutnya, pengemudi kendaraan bermotor yang gunakan narkoba atau minuman keras, pengemudi yang melebihi batas kecepatan, dan kendaraan bermuatan besar yang berhenti sembarangan tanpa menggunakan rambu rambu.

“Namun yang menjadi prioritas operasi patuh kali ini adalah pengemudi melanggar arus, pengemudi dan penumpang yang tidak menggunakan helm SNI, dan angkutan-angkutan besar yang seringkali menganggu melibatkan kecelakaan lain karena berhenti dipinggir jalan tanpa rambu-rambu,”pungkasnya.

(anr)

Loading...

loading...

Feeds