Satpol PP Diminta Klarifikasi Soal Aceng Fikri

DIBAWA: Aceng Fikri bersama istrinya, Siti Elina Rahayu saat dibawa Satpol PP Kota Bandung usai terjaring razia yustisi di Hotel Veleza, Kota Bandung, Kamis (22/8/2019)
FOTO : (IST)

DIBAWA: Aceng Fikri bersama istrinya, Siti Elina Rahayu saat dibawa Satpol PP Kota Bandung usai terjaring razia yustisi di Hotel Veleza, Kota Bandung, Kamis (22/8/2019) FOTO : (IST)

POJOKBANDUNG.com, BANDUNG – Peristiwa penangkapan Aceng Fikri oleh Satpol PP Kota Bandung saat razia gabungan berbuntut panjang. Mantan Bupati Garut 2009-2013 itu terjaring razia bersama seorang perempuan yang notabene adalah istrinya Siti Elina Rahayu di hotel Veleza, Kota Bandung, Kamis (22/8/2019) malam.


Aceng sempat digiring ke markas Satpol PP Kota Bandung gegara domisili di KTP Aceng dan istrinya berbeda saat operasi tersebut. Domisili Aceng di Garut sementara istrinya di Gunung Halu, Kabupaten Bandung.

Akibat salah paham tersebut, Satpol PP Kota Bandung mendapat surat dari DPD RI. Isi surat tersebut yakni meminta Pemerintah Kota Bandung/ Satpol PP Kota Bandung untuk memberikan klarifikasi bahwa Aceng Fikri tidak melanggar Perda.

“Suratnya datang pada 26 Agustus 2019,” ucap Kasatpol PP Kota Bandung Rasdian Setiadi, Senin (27/8/2019).

Rasdian mengatakan, pihaknya akan segera membalas surat tersebut, agar permasalahan ini tidak berlarut-larut. Terlebih yang menyurati adalah lembaga sekelas DPD RI.

“Pasti akan segera kami balas dan kami akan mengeluarkan klarifikasi,” terangnya.

Perihal rencana Aceng Fikri akan melaporkan Satpol PP dan Pemkot Bandung ke pihak berwajib karena dianggap melanggar hak asasi, Rasdian mempersilahkannya.

“Ya itu kan hak beliau. Masa mau kita larang-larang,” katanya.

Rasdian sendiri merasa heran masalahnya harus berlarut-larut. Padahal, usai razia, Aceng Fikri dibebaskan karena bisa menunjukkan dokumen lengkap. Disinggung mengenai ada tindakan tidak menyenangkan dari anggota Satpol PP terhadap istri Aceng Fikri, Rasdian juga membantah hal tersebut. Menurutnya, semua sudah sesuai prosedur.

“Semua SOP sudah dijalankan kok,” katanya.

Meski demikian, atas kejadian ini Rasdian akan melakukan evaluasi secara internal dan berharap tidak akan ada kejadian serupa yang membuat kasus berlarut-larut.

“Kita semua melakukan evaluasi, termasuk seluruh tim gabungan sidak. Karena yang melakukan sidak bukan hanya Satpol PP, tapi juga ada instansi lain,” paparnya.

Diberitakan sebelumnya, Aceng merasa dirugikan atas tindakan yang dilakukan Satpol PP Kota Bandung karena tak diberi kesempatan untuk memberi penjelasan saat digrebek.

“Saya di sana itu bersama istri sah saya, tanpa banyak bicara saya diminta masuk ke dalam mobil,” kata Aceng, Minggu (25/8/2019) malam.

Aceng langsung diminta masuk kedalam mobil Satpol PP. Sebelumnya, Aceng berusaha untuk menunjukan bukti-bukti pernikahan dirinya. Ia berusaha menunjukan foto-foto pernikahan dan buku nikahnya yang ada di ponselnya namun tak diberi kesempatan. Bahkan ponsel beserta identitasnya ikut ditahan oleh petugas.

“Padahal, tinggal buka Google dan ketik Siti Elina Rahayu, pasti tahu itu istri saya, tapi tidak diberi kesempatan untuk menjelaskan,” papar Aceng.

Aceng melanjutkan, meski dirinya berusaha menjelaskan, saat itu petugas Satpol PP Kota Bandung malah menyuruh dirinya menjelaskan semuanya di kantor Satpol PP Kota Bandung.

Hal ini menunjukan Satpol PP tidak mengedepankan asas praduga tak bersalah.
Aceng mengaku, dirinya merasa dirugikan termasuk keluarga besar dan istri. Bahkan, menurut Aceng, istrinya saat ini masih merasa trauma.

“Istri saya dibawa ke WC oleh Satpol PP terus digeledah seluruh tubuhnya dan sampai saat ini istri saya trauma,” pungkasnya.

(mur)

Loading...

loading...

Feeds

Energi Postif Moonraker untuk Kemajuan Daerah

POJOKBANDUNG.com, CIMAHI – Bukan lagi zamannya ugal-ugalan dijalanan. Apalagi melakukan tindakan yang merugikan diri sendiri bahkan orang lain. Stigma negatif …