Penderita Stunting Naik 0,6 Persen

HIDUP SEHAT: Sejumlah siswa SD duduk rapi minum susu. Pemkot Bandung terus berupaya menekan angka stunting dengan sosialisasikan gemar minum susu dan telur bagi anak usia 7 tahun -13 tahun
FOTO : (IST)

HIDUP SEHAT: Sejumlah siswa SD duduk rapi minum susu. Pemkot Bandung terus berupaya menekan angka stunting dengan sosialisasikan gemar minum susu dan telur bagi anak usia 7 tahun -13 tahun FOTO : (IST)

POJOKBANDUNG.com, BANDUNG – Pemerintah Kota (Pemkot) Bandung terus berupaya menekan angka stunting. Salah satu yang diupayakan ialah sosialisasikan gemar minum susu dan telur bagi anak usia 7 tahun -13 tahun.


“Mudah-mudahan dengan rajin minum susu dan makan telur, asupan gizi anak-anak di Kota Bandung lebih baik,” ujar Yana saat ditemui usai acara launching sosialisasi minum susu dan makan telur, di Batalion Arhanudri Kodam III Siliwangi, Jalan Manado Kota Bandung, Selasa (27/8/2019).

Yana mengatakan, dengan tercukupinya gizi anak-anak di Kota Bandung, diharapkan bisa menakan angka stunting di Kota Bandung. Jumlah penderita stunting di Kota Bandung sekarang meningkat menjadi 1.900-an anak balita. Jumlah ini meningkat 0,6 persen dari tahun sebelumnya.

“Ya memang kasus stunting di Kota Bandung tidak banyak. Akan lebih baik, jika gizi terpenuhi maka akan menekan angka stunting lebih rendah,” papar Yana.

Selain sosialisasi di lingkungan sekolah, Yana juga meminta pihak kewilayahan mensosialisasikan lewat instrumen yang mereka miliki. Seperti PKK dan lain-lain.

“Sehingga sosialisasi ini dapat dilakukan secara masif,” tambahnya.

Dengan disosialisasikan pentingnya minum susu dan makan telur untuk pertumbuhan, Yana yakin permintaan dua komoditas itu akan semakin tinggi. Untuk itu, Yana meminta agar dinas terkait memastikan ketersediaan barangnya aman.

“Jangan sampai, permintaan sudah banyak, tapi persediaan tidak ada dan kalau bisa kita upayakan agar harganya juga ditekan, jadi lebih terjangkau oleh masyarakat,” terangnya.

Sementara itu Kepala Dispangtan Kota Bandung, Gin Gin Ginanjar mengatakan, gerakan minum susu dan makan telur agar warga kota Bandung khususnya anak-anak menjadikan pola kebiasaan setiap hari makan telur dan susu.

“Telur dan susu, sangat baik untuk tubuh kembang khususnya pertumbuhan otak agar anak jadi cerdas,” ujarnya.

Menurut Gin Gin, telur dan susu mudah didapat dan harganya terjangkau. Gerakan Gemar Minum Susu dan makan telur akan terus digelar di sekolah sekolah dasar.

“Untuk tahun 2019 sasaran 3.000 anak dan tahun berikutnya akan ditingkatkan dengan sasaran anak SD diperbatasan,” pungkasnya.

(mur)

Loading...

loading...

Feeds

SAPA Alfamart, Solusi Belanja Saat Pandemi

POJOKBANDUNG.com – Masa PSBB yang diberlakukan di beberapa kota/ kabupaten membuat toko ritel yang menyediakan kebutuhan sehari-hari terpaksa buka lebih …

Jonggol Jadi Jalur Pengiriman Motor Curian

POJOKBANDUNG.com, BOGOR – Wilayah Jonggol menjadi jalur pengiriman hasil pencurian kendaraan bermotor sindikat Cianjur yang diamankan Polres Bogor. Tak jarang, …

Pantau Pelayanan, Bupati Sidak RSUD

POJOKBANDUNG.com, SUBANG – Bupati Subang H. Ruhimat menggelar inspeksi mendadak (sidak) di rumah sakit umum daerah (RSUD). Hal ini dilakukan …