Pembangunan Trotoar Baru 40 Persen

PERBAIKAN: Dinas Pekerja Umum Kota Bandung memasang kramik di Trotoar Taman Lansia, Kota Bandung, Rabu (26/5/2019). 
FOTO : (TAOFIK ACHMAD HIDAYAT/RADAR BANDUNG)

PERBAIKAN: Dinas Pekerja Umum Kota Bandung memasang kramik di Trotoar Taman Lansia, Kota Bandung, Rabu (26/5/2019). FOTO : (TAOFIK ACHMAD HIDAYAT/RADAR BANDUNG)

POJOKBANDUNG.com, BANDUNG – Pemerintah Kota (Pemkot) Bandung menargetkan pembangunan atau perbaikan trotoar tahun ini mencapai 54.591 meter persegi. Dari target tersebut, saat ini baru tercapai sekitar 40 persen.


Kepala Bidang Pemeliharaan dan Pengendalian Dinas Pekerjaan Umum (DPU) Kota Bandung, Yul Zulkarnaen menuturkan, saat ini sejumlah proyek perbaikan trotoar sudah masuk tahapan lelang. Bahkan sebagian lagi sudah memasuki tahap kontrak dengan para pemenang lelang.

“Trotoar yang terbangun (targetnya) 54.591 meter persegi. Drainase yang terbangun 1.577 ml,” kata Yul di Balai Kota Bandung, Selasa (27/8/2019).

Anggaran untuk pekerjaan semua proyek tersebut totalnya sekitar Rp 30,4 miliar. Sampai Agustus ini, kata dia, ada pekerjaan yang sudah selesai.

“Yang sudah terbangun sampai Agustus ini sekitar 40 persen. Karena yang besar-besar baru melalui lelang-lelang,” katanya.

Untuk paket pekerjaan perbaikan trotoar, kata dia, terdapat di Jalan Gatot Subroto. Proyek perbaikan itu sudah masuk tahap kontrak kerja dengan pemenang lelang dan diperkirakan akhir Agustus ini akan dimulai pengerjaannya.

“Yang paling besar Gatot Subroto. Kontrak sudah dibuat, akhir bulan ini sudah mulai. Sekarang lagi tahap sosialisasi,” ucapnya.

Dia menambahkan, pada tahun ini tidak ada yang spesial dalam perbaikan trotoar. Sebab, anggaran total yang diterima DPU pada 2019 relatif kecil dibanding tahun sebelumnya.

Bahkan, kata dia, untuk perbaikan trotoar tersebut, pihaknya relatif memilih material yang tidak terlalu mahal. Selain itu, proses pekerjaan bisa dilakukan cepat sehingga bisa selesai sesuai dengan yang direncanakan.

“Kita lebih banyak tidak menggunakan material mahal. Kayak granit kan mahal. Jadi kita menggunakan material beton berpola, selain lebih murah, kuat dan prosesnya cepat,” pungkasnya.

(arh/dtk)

Loading...

loading...

Feeds