Universitas Islam Bandung Lantik 1.359 Lulusan

PELANTIKAN: Momen haru ketika wisudawan memeluk kedua orang tuanya saat prosesi pelantikan sarjana Gelombang 2 Tahun Ajaran 2018/2019 di Aula Unisba, Jalan Tamansari, Kota Bandung, Sabtu (24/8).

PELANTIKAN: Momen haru ketika wisudawan memeluk kedua orang tuanya saat prosesi pelantikan sarjana Gelombang 2 Tahun Ajaran 2018/2019 di Aula Unisba, Jalan Tamansari, Kota Bandung, Sabtu (24/8).

POJOKBANDUNG.com, BANDUNG – Universitas Islam Bandung (Unisba) menyelenggarakan prosesi wisuda untuk 1.359 sarjana, magister dan doktor. Pelantikan Gelombang 2 Tahun Ajaran 2018/2019 itu dilaksanakan di Aula Unisba, Jalan Tamansari, Kota Bandung, Sabtu (24/8/2019).

1.359 orang itu terdiri dari 1.108 Sarjana. 143 orang magister. 84 orang program profesi doktor. 11 orang profesi akuntansi dan 13 orang dari program doktor. Para lulusan itu dari berbagai latar belakang pendidikan meliputi Fakultas Syariah, Dakwah, Tarbiyah, Keguruan, Hukum dan Pascasarjana, Psikologi, Kedokteran, Ilmu Komunikasi, Mipa, Teknik serta Ekonomi dan Bisnis.

“Ya, tahun ini wisudawan banyak sekali. Kami bagi jadi dua sesi yaitu Sabtu (24/8/2019) dan Minggu (25/8/2019),” ucap Rektor Unisba, Prof. Dr. H. Edi Setiadi, S.H., M.H saat ditemui usai acara wisuda.

Edi mengungkapkan, melihat banyaknya jumlah wisudawan bisa diartikan bahwa proses pembelajaran di Unisba sudah berjalan dengan baik. Ia juga merasa bangga terhadap para lulusan yang sudah menempuh jenjang pendidikan sesuai target yang di harapkan.

“Alhamdulillah semua lulus sesuai harapan. Lulusan terbaik diraih Dinnanda Yussepina Wulansari dari Fakultas MIPA dengan IPK 3,98. Lulusan tercepat diraih Alifia Erianti dari Prodi Manajemen Fakultas Ekonomi dan Bisnis dengan masa studi 3 Tahun 4 Bulan 21 Hari. Sedangkan lulusan termuda yakni Muhamad Adnan dari Prodi Manajemen dari Fakultas Ekonomi dan Bisnis yang lulus di usia 20 Tahun 11 Bulan 21 hari,” paparnya.

Edi berpesan, kepada semua wisudawan untuk mengamalkan ilmu yang selama ini dipelajari di kampus. Terlebih di era Revolusi Industri 4.0 ini tantangan semakin berat dengan persaingan yang begitu ketat.

“Utamanya persaingan kerja sangat ketat. Jika kita tidak bisa mensiasati bidang industri dan IPTEK sangat sulit. Tapi kami yakin, semua lulusan Unisba mampu bersaing,” jelasnya.

Edi juga menyampaikan kebangaannya karena Unisba saat ini ada di peringkat 44 perguruan tinggi terbaik di Indonesia. Kemudian, Unisba juga berada di posisi 10 besar dari 31 universitas yang terakreditasi internasional. Menurut Edi, peningkatan itu sangat pesat jika dibandingkan dengan tahun sebelumnya.

“Tahun sebelumnya kami berada di peringkat 71. Sekarang di posisi 44, meskipun target kami ingin di ranking 40. Namun, hasil yang sekarang juga sudah cukup memuaskan. Ke depan kami akan terus berusaha untuk meningkatkan kualitas dan prestasi di kancah nasional atau internasional,” pungkasnya.

(azs)

Loading...

loading...

Feeds