SPN 2019 Beri Pengalaman untuk Anak Dayak

SOUVENIR: Siswa asal Kalimantan Timur menerima souvenir khas Kota Bandung, saat penutupan program Siswa Mengenal Nusantara 2019 di Kantor PT Jasa Marga, Jalan Pasteur, Kota Bandung, Kamis (22/8/2019).
(foto: ASEP RAHMAT/ RADAR BANDUNG)

SOUVENIR: Siswa asal Kalimantan Timur menerima souvenir khas Kota Bandung, saat penutupan program Siswa Mengenal Nusantara 2019 di Kantor PT Jasa Marga, Jalan Pasteur, Kota Bandung, Kamis (22/8/2019). (foto: ASEP RAHMAT/ RADAR BANDUNG)

POJOKBANDUNG.com, BANDUNG -27 siswa asal Kalimantan Timur mendapat kesempatan mengenal Provinsi Jawa Barat lebih dekat. Para siswa diberi beragam pengalaman dan ilmu selama di tanah pasundan. Mereka tergabung dalam program pertukaran pelajar bernama Siswa Mengenal Nusantara (SPN) 2019 yang diinisiasi Kementerian BUMN.

Salah seorang siswa kelas 11 SMA Negeri 1, Kecamatan Long Pahangai, Kabupaten Mahakam Ulu, Provinsi Kalimantan Timur, Jemelia Saskia (15) mengatakan, program SPN memberi banyak ilmu, pengamalaman dan cerita menarik selama di Jabar.

“Saya jadi tahu budaya Sunda seperti apa, keramahannya gimana, banyak edukasi wisata sejarah juga dan mengenal siswa dari Jabar. Pokonya sebuah pengalaman hidup,” tutur Jemelia usai penutupan Program Siswa Mengenal Nusantara di Kantor Jasa Marga, Jalan Pasteur, Kota Bandung, Kamis (22/8/2019).

Jemelia bercerita, demi mengikuti program tersebut dirinya rela menempuh jalur darat dari Kabupaten Mahakam Ulu ke Kota Balikpapan selama empat hari tiga malam. Kata dia, perjalanannya memang cukup jauh, menempuh jalur sungai sampai 2 hari 2 malam, dilanjutkan dengan jalan darat 1 hari 1 malam kemudian langsung menuju Kota Bandung. Dibalik perjalanan panjang itu, banyak pengalaman baru yang ia temui.

“Ini pertama kali datang ke daerah-daerah selain Mahakam Ulu, apalagi datang ke Jabar, termasuk Bandung. Selama ini hanya bisa lihat di TV, sekarang saya mendatangi langsung. Disini saya banyak belajar dan menyerap ilmu,” imbuhnya.

Dalam kesempatan yang sama, Corporate Communications and Community Development Group Head PT Jasa Marga, Dwimawan Heru Santoso menuturkan,
program SPN merupakan pertukaran pelajar antar provinsi. Tujuannya mengenalkan budaya daerah lain serta dibekali wawasan terkait BUMN, kebangsaan dan belajar menjadi entrepreneur.

“Mereka dilatih dan dikenalkan dengan budaya Sunda, misalnya saja dikenalkan dengan alat musik angklung yang selama ini (mereka) hanya melihat melalui TV,” kata Dwimawan.

Dwimawan menyebut, program SPN sudah berjalan selama lima tahun. Setiap tahun dilaksanakan secara serentak di 34 provinsi. Untuk tahun ini kurang lebih ada 900 siswa mengikuti SPN 2019. Siswa yang mengikuti program ini merupakan penerima Kartu Indonesia Pintar (KIP) yang sudah diseleksi Dinas Pendidikan di masing-masing daerah.

“Jadi setiap provinsi melakukan hal serupa, termasuk 30 siswa asal Jabar berangkat ke Kaltim, pun sebaliknya. Mereka belajar budaya, wawasan dan menambah pengalaman,” ungkapnya.

Kepala Bidang Pembinaan Sekolah Menengah Atas, Dinas Pendidikan, Jawa Barat, Yesa Sarwedi menambahkan,

program SPN ini merupakan kesempatan siswa untuk mengenal lebih jauh daerah di Nusantara. Dengan cara itu diharapkan siswa bisa mencintai NKRI dan saling mengenal identitas budaya nusanatara.

“SPN memberi wawasan dan pengalaman. Disini mereka belajar mengenal identitas atau budaya yang ada di nusantara. Melalui cara itu diharapkan generasi penerus bangsa ini bisa mencintai NKRI di masa depan,” pungkasnya.

(arh)

Loading...

loading...

Feeds