Stop Narkoba, BNN Bina Masyarakat Produktif

KUNJUNGAN : Direktur Pemberdayaan Alternatif BNN RI, Anjar Dewanto didampingi Kepala BNN Kota Bandung Yenni Siti Saodah memberikan tanda Stop Narkoba saat  mengunjungi tempat pelatihan di Pesantren Daarut Taubah, Kelurahan Kebon Jeruk, Rabu (21/8/2019).
(foto : SOLIHIN SAMAD/RADAR BANDUNG)

KUNJUNGAN : Direktur Pemberdayaan Alternatif BNN RI, Anjar Dewanto didampingi Kepala BNN Kota Bandung Yenni Siti Saodah memberikan tanda Stop Narkoba saat mengunjungi tempat pelatihan di Pesantren Daarut Taubah, Kelurahan Kebon Jeruk, Rabu (21/8/2019). (foto : SOLIHIN SAMAD/RADAR BANDUNG)

POJOKBANDUNG.com, BANDUNG – Faktor ekonomi menjadi salah satu pemicu maraknya peredaran Narkoba di tanah air. Para bandar Narkoba melalui berbagai iming-iming yang menggiurkan mencari  pengedar agar mendapatkan keuntungan .Namun pada umumnya hanya mendatangkan malapetaka bagi pengedar itu sendiri termasuk pemakainya.

Untuk itu,Badan Narkotika Nasional memberikan program pemberdayaan masyarakat melalui  pelatihan dan peningkatan keterampilan diberbagai bidang.diantaranya berkebun ,berternak ,menyulam dan membuat kaos,sesuai dengan keadaan demografis penduduk setempat.

Seperti yang dilaksanakan di Pondok Pesantren Daarut Taubah, Kelurahan Kebon Jeruk Kota Bandung , Rabu (21/8/2019). Puluhan warga mendapatkan pelatihan menyulam ,melukis kaos dan membuat berbagai macam pernik pernik yang menarik.

Menurut Direktur Pemberdayaan Alternatif BNN RI, Anjar Dewanto,program ini akan terus digulirkan hingga tahun 2024 mendatang. “Program pelatihan keterampilan ini sebagai salah satu strategi BNN untuk meredam peredaran Narkoba di seluruh Indonesia. Kita tidak hanya  memberikan pelatihan, tetapi juga sekaligus membantu memasarkan melalui pameran dan  dipajang di toko online Stop Narkoba yang sudah diresmikan oleh wakil Presiden Jusuf Kalla,” ungkap Anjar.

Menurut Anjar melalui pelatihan ini  masyarakat  mendapatkan pengghasilan yang lebih memadai tanpa harus menempuh cara cara yang illegal. “Kita harapkan masyarakat dapat memajukan ekonomi keluarganya secara halal  karena kalau pekerjaannya  illegal dapar merugikan semua pihak,” tutur Anjar.

Lebih jauh Anjar memaparkan ,di Seluruh Indonesia ada 654 daerah rawan Narkoba. ”Untuk tahun ini  ada lima provinsi yang menjadi prioritas BNN yaitu Jawa Barat ,Jawa Timur, Kalimantan Barat, Palembang dan Lampung,” ungkap Anjar .

Anjar berpesan kepada seluruh lapisan masyarakat agar jangan sekali kali mencoba narkoba.karena sekali mencoba akan langsung ketagihan dan pasti berdampak buruk untuk kesehatan sekaligus  merongrong perekonomian.

“Mari kita perkuat mental untuk selalu menjauhi Narkoba.awasi  anak anak dan perhatikan lingkungan pergaulannya.perhatikan prilakunya agar tidak terjerumus.kalau terlanjur segera direhabilitasi,” imbuhnya.

Di tempat yang sama Kepala BNN kota Bandung Yenni Siti Saodah berharap, sejalan dengan program Kelurahan Bersih Narkoba yang sedang digalakkan ke seluruh kelurahan di Kota Bandung berharap melalui pelatihan ini daerah-daerah yang rawan peredaran Narkoba dapat dinetralisir .

“Kita lihat sekarang ini mereka sudah memproduksi kaos,bordir yang sangat menarik dan berkwalitas .tentunya ini kita harapkan keterampilan mereka bisa disebarluaskan kepada keluarganya. Sampai saat ini BNN Kota Bandung terus berupaya  memberikan pelatihan dan bantuan sesuai dengan misi dan visi yang diemban,” ujarnya.

Ohim Kusnadi, Ketua RT sekaligus tokoh masyarakat setempat mengaku sangat senang dengan program dari BNN ini karena masyarakatnya dapat peluang usaha setelah mendapat pelatihan.

“Harapan saya ,BNN terus membina kami dan mereka yang sudah terampil menyulam ,menggambar dikaos  dapat terus mengembangkan usahanya,” pungkasnya.

(sol)

Loading...

loading...

Feeds