KPK Tangkap Jaksa di Kejari Jogjakarta

Penyidik KPK memperlihatkan barang bukti uang suap hasil operasi tangkap tangan (OTT) , beberapa waktu lalu.

Penyidik KPK memperlihatkan barang bukti uang suap hasil operasi tangkap tangan (OTT) , beberapa waktu lalu.

POJOKBANDUNG.com – Tim penindakan KPK kembali menggelar OTT. Dalam operasi senyap di Jogja ini, tim berhasil menangkap beberapa aparat penegak hukum di lingkungan korps adhyaksa DIY.

Berdasarkan informasi yang dihimpun, Tim KPK menangkap oknum jaksa di lingkungan Kejaksaan Negeri Jogjakarta. Selain menangkap oknum jaksa, Tim lembaga antirasuah juga turut mengamankan sejumlah pihak lain dari swasta yang diduga terlibat perkara suap menyuap.

“Ya ada kegiatan OTT di Jogja. Ada sekitar empat orang yang diamankan dan sejumlah uang,” terang juru bicara KPK Febri Diansyah saat dikonfirmasi JawaPos.com, Senin (19/8) malam.

 

Lebih lanjut kata Febri, terkait OTT tersebut, pihaknya mengamankan sejumlah uang senilai Rp 100 juta yang diduga sebagai pelicin oknum jaksa terkait tugasnya sebagai TP4D (Tim Pembentukan Tim Pengawal dan Pengaman Pemerintahan dan Pembangunan Daerah).

 

Saat ini, para pihak yang diamankan tengah menjalani pemeriksaan selama kurang lebih 1×24 jam, guna ditentukan status hukumnya. Usai diperiksa, nantinya para pihak yang diamankan akan dibawa ke kantor lembaga antirasuah di Jakarta.

Kejaksaan Agung (Kejagung) membenarkan adanya operasi tangkap tangan (OTT) terhadap seorang jaksa di lingkungan Kejaksaan Negeri (Kejari) Jogjakarta. Korps adhyaksa tersebut langsung melakukan pengecekan atas operasi senyap yang dilakukan tim penindakan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK).

“Katanya ada salah satu orang jaksa, tapi kita belum tahu informasinya secara utuh,” kata Kepala Pusat Penerangan Kejagung Mukri kepada JawaPos.com, Senin (19/8).

Mukri menyampaikan, saat ini pihaknya tengah melakukan pengecekan terkait OTT KPK yang kembali meringkus seorang oknum jaksa. Namun, dia belum bisa memastikan perkara apa yang meringkus pegawai korps adhyaksa tersebut.

“Masih konfirmasi ke Jogja (Kejaksaan Negeri Jogjakarta, red). Jadi masih dilakukan pengecekan,” ucap Mukri.

 

(jpc)

 

Loading...

loading...

Feeds