Ayam Brazil Menang di WTO Ayam Negeri Gulung Tikar

Abbi Angkasa Perdana Darmaputra

Abbi Angkasa Perdana Darmaputra

POJOKBANDUNG.com, BANDUNG – Peternak ayam kecil-kecilan di Jawa Barat semakin was-was untuk gulung tikar setelah mendapatkan kabar ayam asal Brazil berhasil menang di World Trade Organization (WTO) setelah 3x kalah berturut-turut.


Abbi Angkasa Perdana Darmaputra, yang mewakili kelompok peternak dari komunitas Andalan Nusantara Tangguh (ANT) di Bandung menyebut produksi lokal terhadap ayam masih seringkali surplus.

“Saya sangat berterima kasih pemerintah sudah berjuang selama 3 tahun menang di WTO agar ayam brazil tidak masuk ke Indonesia. Mungkin kali ini kami ingin kembali meminta bantuan pemerintah untuk bahan pangan lebih dipermurah serta pengaturan suplay lokal tetap bisa lebih tinggi dibandingkan dengan ayam dari Brazil,” ujarnya kepada wartawan, Jumat (16/8/2019).

Menurutnya masalah utama dari masuknya ayam brazil ke Indonesia ialah banyaknya peternak yang gulung tikar, karena harga yang dibandrol jauh lebih murah dari ayam lokal.

“Mereka biaya produksi modal dasarnya hanya 1 dollar, serta memiliki teknologi yang cangih dan efisiensi sehingga bisa lebih murah HPP nya,” tuturnya.

Berbeda tentunya dengan peternak rakyat Indonesia, saat ini HPP nya berada dikisaran Rp 18.000 – Rp 20.000, dan akan sampai di tangan konsumen di pasar dengan harga Rp 32.000- Rp 35.000 per kilonya.

“Kalau kandangnya sudah tertutup yang modern Rp18.000, kalau kandang yang masih terbuka HPP nya Rp 20.000,” sambung Abbi.

Peternak rakyat akan ditantang dengan masalah baru dimana mereka dengan modal pas-pas an harus upgrade kandangnya, sehingga mudah kontrol keadaan ayam untuk kualitas yang baik.

“Kualitas ayam Brazil memang tidak terlalu bagus dibandingkan ayam lokal,” tambahnya.

“Sekarang tuh lagi dikasih banyak cobaan, Setelah belum lama kabar ayam harga hancur hingga Rp10.000 di level peternak juni lalu kini para mereka dibingungkan dengan ayam impor,” tungkasnya.

Reporter: Nida Khairiyyah

Loading...

loading...

Feeds

DPRD Jabar Imbau Ponpes Taati Prokes

POJOKBANDUNG.com, BANDUNG – Ketua Fraksi PKB DPRD Jabar M. Sidkon Djampi mengimbau para santri dan pengajarnya taati protokol kesehatan Covid-19. …

Kenaikan Sanksi Prokes Terbentur Pergub

POJOKBANDUNG.com, BANDUNG – Penerapan kenaikan sanksi denda untuk pelanggaran protokol kesehatan (prokes) sulit dilakukan. Musababnya, realisasi sanksi tersebut harus melakukan …